Institut Media Digital Emtek

Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu

article
Ketua BEM IMDE Dilan...
02 Apr 2026
Jakarta- Rektor Institut Media Digital EMTEK (IMDE), Totok Amin Soefijanto, Ed.D, mengatakan, pengalaman menjadi pengurus BEM atau organisasi kemahasiswaan lainnya sangat berharga. Nilai pengalaman itu tak terhingga, karena bedanya antara pengalaman dan tidak pengalaman.“Kalau punya pengalaman, kita bisa mengurangi risiko salah ambil keputusan dan biaya atas kesalahan,” kata Totok saat memberikan sambutan pada pelantikan Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IMDE, Fajar dan Fauzan, di Kampus IMDE, kemarin.Dalam kesempatan itu Rektor Totok menyarankan, agar menerapkan gaya kepemimpinan yang melayani atau Servant Leadership. Kita sebagai pemimpin hendaknya menerapkan posisi diri sebagai pelayan dari yang dipimpin. Dengan demikian kita lebih mudah bekerja, karena tanpa beban harus dihormati atau dilayani.“Selamat mengemban amanah buat ketua dan wakil ketua BEM IMDE yang baru, semoga selalu dimudahkan dan dilancarkan, dan sukses di akhir masa jabatan nanti,” ujar Totok.Perubahan untuk Kemajuan IMDEKetua dan Wakil Ketua BEM terpilih, Fajar dan Fauzan tersenyum bangga saat upacara pelantikan. selaian mengucapkan teriam kasih atas dukungan suara yang diberikan kepadanya, pimpinan baru BEM IMDE berharap, semua sivitas IMDE memberikan dukungan demi kemajuan organisasi dan kepemimpinan mahasiswa.“Terimakasih untuk semua yang sudah memilih saya, tapi yang terpenting menurut saya bukanlah siapa yang menang atau yang kalah, tetapi siapa yang bisa membuat perubahan baik dan membawa nama IMDE menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.,” ujar Ketua BEM, FajarSementara Wakil Ketua BEM, Fauzan, menyatakan, kita pastinya akan selalu berupaya untuk memperjuangkan kepentingan mahasiswa dalam setiap pengambilan keputusan kampus secara kritis, solutif, dan beretika“Visi, untuk kedepannya ingin menjadikan kampus bukan hanya tempat utk belajar tetapi juga menjadikan kampus sebagai tempat tumbuh bersama. Langkah utama yang kita ingin wujudkan itu kita ingin bertanggung jawab dalam kepanitiaan orientasi mahasiswa baru.Tapi sebelum itu kita ingin menyusun ADRT BEM IMDE terlebih dahulu, “ papar Fauzan.Pemilihan Pimpinan BEM IMDE diikuti dua pasangan mahasiswa semester IV yakni Fajar-Fauzan dan Bimo-Faiz. Sebelum dilakukan pemungutan suara, kedua pasangan menyampaikan visi misi mereka.(sur)https://www.sinarharapan.net/ketua-bem-imde-dilantik-rektor-sarankan-terapkan-kepemimpinan-melayani/5 Juli 2025
Baca Selengkapnya
article
Sinergi IMDE dan Din...
02 Apr 2026
Institut Media Digital EMTEK (IMDE) menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dalam upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang kaya akan budaya.Kolaborasi ini dibahas dalam pertemuan resmi yang berlangsung pada Selasa (1/6/2025), yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Miftah, serta perwakilan dari IMDE.Jadi Langkah Strategis Dorong Promosi KebudayaanMiftah mengatakan, kolaborasi dengan IMDE menjadi langkah strategis untuk meramaikan kegiatan di museum dan mendorong kegiatan promosi kebudayaan terutama budaya Betawi agar lebih relevan untuk anak muda. "Kami yakin inovasi digital dari IMDE akan memperkuat visi Jakarta menjadi Kota Global yang dinamis," ungkap Miftah, Rabu (2/7/2025).Sementara Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto, mengatakan, "IMDE siap berkolaborasi dalam memberikan pelatihan untuk ASN, membuat kegiatan perkuliahan atau kunjungan ke museum, serta mendukung program-program Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dalam rangka mempromosikan kebudayaan terutama budaya Betawi kepada Masyarakat luas."Infografis Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebathttps://www.liputan6.com/citizen6/read/6094700/sinergi-imde-dan-dinas-kebudayaan-dki-dorong-jakarta-jadi-kota-global-berbasis-budaya?page=202-Juli-2025
Baca Selengkapnya
article
Acara Open House IMD...
02 Apr 2026
Acara Open House Institut Media Digital Emtek (IMDE) yang berlangsung selama dua hari, di Kampus IMDE, Jakarta Barat, Jumat-Sabtu (9-10/05/2025) menjadi etalase kerja kreatif grup Emtek. Kehadiran produser Vidio seperti Andreas dan Ryan Monoarfa dalam Open House ini merupakan bukti nyata kolaborasi IMDE dengan semua anak perusahaan Emtek.“Kolaborasi semacam ini tidak hanya memperkuat brand awareness IMDE, tetapi juga menaikkan kualitas proses belajar yang benar-benar menempatkan mahasiswa dalam situasi kerja profesional yang sebenarnya,” ujar Rektor IMDE, Totok Amin Sefijanto Ed.D.saat memberi sambutan pada pembukaan Open House IMDE, Jumat (09/05/2025).ADVERTISEMENTTotok Menegaskan, IMDE benar-benar berada di dalam industri, bukan hanya "link and match", tetapi sudah langsung belajar dan bekerja sesuai standar industri kreatif yang ada saat ini. Dalam situasi ini, mahasiswa bahkan sudah mulai bekerja di dalam industri kreatif sejak semester pertama; tidak menunggu semester 7 atau 8 untuk terjun ke lapangan. “Di era revolusi digital dan kecerdasan artifisial yang serba cepat sekarang, pengalaman sejak awal kuliah ini memberikan keunggulan kompetensi dibandingkan kampus-kampus lainnya,” ujar Totok.Sementara itu Head of Original Video, Andreas Winardi yang memberi paparan tentang perkembangan video.com punya kesan menarik tentang acara open house IMDE ini. Menrutnya, open house bisa sangat membantu dan memberikan informasi lebih yang mungkin selama ini mereka belum teman-teman dari sekolah belum terpapar .“Apa sih dunia broadcast, apa sih dunia film? Dengan adanya pertemuan hari ini kita bisa membagikan sebuah ilmu dan informasi-informasi baru yang bisa membantu mereka untuk menggapai cita-cita dan masa depannya mereka. Terima kasih,” ucap Andreas.Begitu juga Heaod of Original Video lainnayyang juga menjadi narasumber pada hari pertama, Ryan Monoarfa berendapat, acara open house ini cukup menarik dan seru untuk melihat semangatnya anak-anak muda ke dunia media dan pastinya itu dunia media di Indonesia ini pasti akan selalu mencari wajah barulah. “Soalnya kan dunia media ini dunia kreatif, kreatif itu tidak ada batasnya dan akan selalu mencari orang baru gitu. Jadi saya sangat excited dengan IMDE dan apa-apa yang mereka sediakan untuk para calon mahasiswa baru ini dan untuk langkah pertama mereka untuk masuk ke industri media ini atau industri TV atau perfilman, yang paling benar adalah untuk join di IMDE. Oke,” papar Monoarfa.Sukses Kenalkan Lingkungan Kampus IMDEOpen house, IMDE untukmengenalkan dunia kampus ke calon mahasiswa Institut Media Digital Emtek ini cukup sukses . Adapun tujuan memperkenalkan lingkungan kampus dan program studi kepada para calon mahasiswa dan masyarakat umum. Kegiatan ini berlangsung meriah dan informatif, dengan rangkaian acara yang dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kehidupan akademik dan fasilitas kampus.Acara dibuka dengan penayangan video profil Institut Media Digital Emtek, yang menampilkan sejarah, visi, serta berbagai pencapaian institusi. Sesi pembukaan ini turut dihadiri oleh Rektor Institut Media Digital Emtek serta para Ketua Program Studi (Kaprodi) yang memberikan sambutan dan penjelasan mengenai program masing-masing. selain itu tampil Tiktoker yang mahasiswa IMDE, Adis@brachiokoo yang menceritakan kesannya yang snagat menarik sebagai mahasiswa IMDE.Para peserta diberi kesempatan berdialog langsung dengan salah satu mahasiswa aktif dari semester dua, yang berbagi pengalaman pribadi selama menjalani perkuliahan di institusi ini. Sesi ini mendapat respons positif, terutama dari siswa-siswa SMA yang antusias menggali informasi lebih dalam. Suasana menjadi lebih interaktif saat sesi tanya jawab dibuka.“Saya orang yang suka membuat karakter, saya ingin membuat karakter seperti animasi kira-kira prodi apa yang cocok untuk saya?” ujar Naura salah satu peserta open house. “Itu dipelajari di D4 Produksi Media nanti kalian akan diajarkan cara menggerakkan animasi, bahkan diajarkan untuk dubbing dan tutorial-tutorial itu akan dijelaskan semua disana. Jadi jangan ragu masuk IMDE, karena kelima jurusan itu kita pelajari semua materinya,” kata Andre.Setelah sesi interaktif tersebut, peserta diajak mengikuti kegiatan Campus Explore, yaitu tur keliling kampus yang dipandu oleh tim panitia. Peserta dapat melihat langsung berbagai fasilitas belajar dan ruang-ruang kreatif yang menjadi bagian integral dari kehidupan akademik mahasiswa.Acara dilanjutkan dengan Expo UKM, di mana berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa menampilkan aktivitas mereka, mulai dari Fogatvi dan ABJ. Kegiatan ini memberi gambaran nyata tentang kehidupan non-akademik yang dinamis dan mendukung pengembangan minat serta bakat mahasiswa.Salah satu sorotan utama adalah sesi Explore Studio, di mana peserta diajak melihat langsung studio produksi yang biasa digunakan oleh mahasiswa untuk latihan dan pembuatan karya digital. Pengalaman ini memberikan kesan mendalam tentang bagaimana teknologi dan praktik profesional diterapkan di lingkungan kampus. Peserta juga dapat berbincang santai, berfoto, serta menjalin relasi yang lebih personal dengan civitas akademika Institut Media Digital Emtek.Dengan penyelenggaraan Open House ini, Institut Media Digital Emtek berharap dapat membuka wawasan para calon mahasiswa terhadap dunia pendidikan media digital yang terus berkembang dan penuh peluang.https://www.merdeka.com/teknologi/acara-open-house-imde-rektor-totok-amin-soefijanto-ini-jadi-etalase-kerja-kreatif-grup-emtek-404784-mvk.html?page=212 Mei 2025
Baca Selengkapnya
article
Mengenal Sistem Pemb...
02 Apr 2026
Jakarta-Perkembangan teknologi AI (Artificial Intellegence) sudah merambah diberbagai sektor, termasuk pada dunia pendidikan. Minitalkshow yang dipandu Djati Darma dari Liputan 6 SCTV, digelar Jumat (26/04/2025) menghadirkan Prof. Dr. Eng Jaswar Koto, C.Eng, C.Mar.Eng dari Osaka Jepang sebagai developer Sistem Pembelajaran berbasis AI dengan Metode Outcome Based Education [The Gen-AIU], unsur dosen Dr. M.Dalil, ST, MT, IPU. dari Teknik Mesin Universitas Riau Pekanbaru, Abdul Khair Junaidi ST,M.Eng., sebagai Ketua program studi Teknik Mesin Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru, Dr. Ir. Mawardi, S.T., M.T., Rektor Universitas Al-Azhar Medan dan Adinda Zahwa Revalina, Mahasiswa Institut Media Digital Emtek (IMDE).Sistem pembelajaran berbasis AI oleh OcARI ini telah digunakan oleh para mahasiswa di beberapa Universitas di Indonesia diantaranya Institut Media Digital Emtek (IMDE) dan beberapa mahasiswa di luar negeri, diantaranya dari Nagano Jepang, Nigata Jepang, Kumamoto Jepang, Yokohama Jepang, Caregiver Taiwan dan Jerman.Dalam testimoninya sebagai pengguna sistem pembelajaran ini, Adinda Zahwa Revalina, mahasiswa Institut Media Digital Emtek (IMDE), “bahwa pembelajaran digital berbasis AI, membantu mahasiswa dan dosen dapat lebih cepat mengetahui nilai di akhir, baik berupa tugas, UTS maupun UAS, dengan peserta kelas berapa pun jumlahnya”. Masih menurut Adinda bahwa pemberian nilai terhadap mahasiswa lebih objektif dan adil karena konsistensi AI dalam memeriksa soal terutama soal essay, yang kebanyakan menjadi kendala bagi dosen, dimana dosen paada umumnya mengalami kesulitan dalam menjaga konsistensi disebabkan keterbatasan fokus menilai karena kelelahan dan gangguan kegiatan lain yang mendadak harus dilakukan. Dengan penilaian berbasis AI akan terlihat mahasiswa yang bekerja keras, detail, punya motivasi dan kedisplinan yang baik dapat terdeteksi, kapan waktu pengerjaan soal oleh mahasiswa, lama pengerjaan dan berapa kali pengulangan.Menurut Adinda yang dalam kuliahnya menggunakan Sistem pembelajaran berbasis AI ini, bahwa mahasiswa mempunyai peluang besar memperoleh nilai sempurna, karena mahasiswa dapat melakukan pengulangan dalam menjawab soal. Sehingga optimisme mahasiswa meningkat dalam mengikuti perkuliahan dibandingkan dengan perkuliahan konvensional. Dengan adanya peluang mengulang, mahasiswa akan belajar secara berulang, sehingga materi kuliah yang dipelajari akan teringat lebih baik, lebih hafal, lebih paham, materi kuliah semakin tertanam dengan baik dalam diri mahasiswa. Sehingga menjadikan seorang mahasiswa jauh lebih mampu, paham dan sukses mengikuti perkuliahan dibandingkan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan konvensional dengan hanya satu kali belajar untuk mengikuti ujian di satu sesi waktu yang terbatas, tambah Adinda mahasiswa Institut Media Digital Emtek (IMDE), dalam testimoninya sebagai pengguna Sistem Pembelajaran berbasis AI dengan Metode Outcome Based Education [The Gen-AIU].Sedang dalam ulasannya Prof. Jaswar Koto memulai penelitian dari tahun 2013 tentang pembelajaran berbasis kecerdasan buatan [Artificial Intelligence] dengan Metode Outcome Based Education [OBE], dimulai ketika b eliau masih mengajar di Jurusan Aeronautics, Naval Architecture and Offshore Engineering, Universiti Teknologi Malaysia [UTM]. Delapan tahun kemudian di tahun 2021, Prof. Jaswar Koto dari Ocean and Aerospace Research Institute [OcARI] memperkenalkan pembelajaran berbasis Kecerdasan Buatan [AI] dengan metode OBE dengan nama The Gen-AIU. Dengan sistem pembelajaran ini akan menambah model pembelajaran di perguruan tinggi menjadi empat model yaitu: Pembelajaran Tatap Muka, Pembelajaran Hybrid [Tatap Muka dan Online], PJJ Online dan Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Buatan [AI] dengan metode OBE.Keuntungan utama pembelajaran berbasis AI dengan metode OBE, berbanding sistem pembelajaran lainnya adalah terjadinya penghematan biaya operasional pendidikan. Biaya akan dihemat antara lain: Biaya investasi gedung beserta perlengkapannya, biaya perawatan, gedung, biaya pemakaian listrik, biaya operasional perkuliahan, transportasi, alat tulis kantor (ATK), konsumsi dan lainnya oleh pegawai, pranata laboratorium, dosen dan mahasiswa, serta biaya tidak langsung dengan terjadinya penghematan waktu oleh dosen, mahasiswa, pegawai dan pimpinan perguruan tinggi.Capaian PembelajaranKeuntungan lainnya dari sistem pembelajaran berbasis AI ini antara lain adanya otomatisasi capaian pembelajaran Program Learning Outcome [PLO] dan Course Learning Outcume [CLO], otomisasi untuk tugas-tugas administratif seperti mencatat kehadiran mahasiswa dan otomisasi asesmen misalnya penilaian kuiz, tugas, UTS, UAS, laporan proyek, laporan experiment, proposal dan tugas akhir.Dengan otomatisasi tersebut memungkinkan dosen untuk lebih fokus pada penelitian, improvisasi pengajaran dan interaksi dengan mahasiswa. Dosen akan memiliki lebih banyak waktu untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih baik dan interaktif sehingga hal ini akan berdampak positif pada kualitas pendidikan secara keseluruhan dan menjadikan pembelajaran berbasis AI memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi sistem pendidikan tanpa menunggu respon dari dosen.Disamping itu, pembelajaran berbasis AI dengan metode OBE juga berperan dalam memperbaiki aksesibilitas pendidikan. Pembelajaran berbasis AI dengan metode OBE mampu menghilangkan berbagai hambatan yang sebelumnya membatasi akses terhadap pendidikan, seperti lokasi geografis dan keterbatasan fisik. Dengan bantuan AI, pendidikan kini dapat diakses oleh lebih banyak orang di berbagai belahan dunia, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Kehadiran AI membuka peluang bagi semua individu untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas dengan dapat belajar kapan saja dan dimana saja. (sur)https://www.sinarharapan.net/mengenal-sistem-pembelajaran-berbasis-ai-dengan-metode-outcome-based-education/26 April 2025
Baca Selengkapnya
Halaman 6 dari 13
Menu
Profil
Riwayat