Mengenal Sistem Pembelajaran Berbasis AI dengan Metode “Outcome Based Education”

02 April 2026 • Oleh Institut Media Digital Emtek

Jakarta-Perkembangan teknologi AI (Artificial Intellegence) sudah merambah diberbagai sektor, termasuk pada dunia pendidikan. Minitalkshow yang dipandu Djati Darma dari Liputan 6 SCTV, digelar Jumat (26/04/2025) menghadirkan Prof. Dr. Eng Jaswar Koto, C.Eng, C.Mar.Eng dari Osaka Jepang sebagai developer Sistem Pembelajaran berbasis AI dengan Metode Outcome Based Education [The Gen-AIU], unsur dosen Dr. M.Dalil, ST, MT, IPU. dari Teknik Mesin Universitas Riau Pekanbaru, Abdul Khair Junaidi ST,M.Eng., sebagai Ketua program studi Teknik Mesin Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru, Dr. Ir. Mawardi, S.T., M.T., Rektor Universitas Al-Azhar Medan dan Adinda Zahwa Revalina, Mahasiswa Institut Media Digital Emtek (IMDE).

Sistem pembelajaran berbasis AI oleh OcARI ini telah digunakan oleh para mahasiswa di beberapa Universitas di Indonesia diantaranya Institut Media Digital Emtek (IMDE) dan beberapa mahasiswa di luar negeri, diantaranya dari Nagano Jepang, Nigata Jepang, Kumamoto Jepang, Yokohama Jepang, Caregiver Taiwan dan Jerman.

Dalam testimoninya sebagai pengguna sistem pembelajaran ini, Adinda Zahwa Revalina, mahasiswa Institut Media Digital Emtek (IMDE), “bahwa pembelajaran digital berbasis AI, membantu mahasiswa dan dosen dapat lebih cepat mengetahui nilai di akhir, baik berupa tugas, UTS maupun UAS, dengan peserta kelas berapa pun jumlahnya”. Masih menurut Adinda bahwa pemberian nilai terhadap mahasiswa lebih objektif dan adil karena konsistensi AI dalam memeriksa soal terutama soal essay, yang kebanyakan menjadi kendala bagi dosen, dimana dosen paada umumnya mengalami kesulitan dalam menjaga konsistensi disebabkan keterbatasan fokus menilai karena kelelahan dan gangguan kegiatan lain yang mendadak harus dilakukan. Dengan penilaian berbasis AI akan terlihat mahasiswa yang bekerja keras, detail, punya motivasi dan kedisplinan yang baik dapat terdeteksi, kapan waktu pengerjaan soal oleh mahasiswa, lama pengerjaan dan berapa kali pengulangan.

Menurut Adinda yang dalam kuliahnya menggunakan Sistem pembelajaran berbasis AI ini, bahwa mahasiswa mempunyai peluang besar memperoleh nilai sempurna, karena mahasiswa dapat melakukan pengulangan dalam menjawab soal. Sehingga optimisme mahasiswa meningkat dalam mengikuti perkuliahan dibandingkan dengan perkuliahan konvensional. Dengan adanya peluang mengulang, mahasiswa akan belajar secara berulang, sehingga materi kuliah yang dipelajari akan teringat lebih baik, lebih hafal, lebih paham, materi kuliah semakin tertanam dengan baik dalam diri mahasiswa. Sehingga menjadikan seorang mahasiswa jauh lebih mampu, paham dan sukses mengikuti perkuliahan dibandingkan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan konvensional dengan hanya satu kali belajar untuk mengikuti ujian di satu sesi waktu yang terbatas, tambah Adinda mahasiswa Institut Media Digital Emtek (IMDE), dalam testimoninya sebagai pengguna Sistem Pembelajaran berbasis AI dengan Metode Outcome Based Education [The Gen-AIU].

Sedang dalam ulasannya Prof. Jaswar Koto memulai penelitian dari tahun 2013 tentang pembelajaran berbasis kecerdasan buatan [Artificial Intelligence] dengan Metode Outcome Based Education [OBE], dimulai ketika b eliau masih mengajar di Jurusan Aeronautics, Naval Architecture and Offshore Engineering, Universiti Teknologi Malaysia [UTM]. Delapan tahun kemudian di tahun 2021, Prof. Jaswar Koto dari Ocean and Aerospace Research Institute [OcARI] memperkenalkan pembelajaran berbasis Kecerdasan Buatan [AI] dengan metode OBE dengan nama The Gen-AIU. Dengan sistem pembelajaran ini akan menambah model pembelajaran di perguruan tinggi menjadi empat model yaitu: Pembelajaran Tatap Muka, Pembelajaran Hybrid [Tatap Muka dan Online], PJJ Online dan Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Buatan [AI] dengan metode OBE.

Keuntungan utama pembelajaran berbasis AI dengan metode OBE, berbanding sistem pembelajaran lainnya adalah terjadinya penghematan biaya operasional pendidikan. Biaya akan dihemat antara lain: Biaya investasi gedung beserta perlengkapannya, biaya perawatan, gedung, biaya pemakaian listrik, biaya operasional perkuliahan, transportasi, alat tulis kantor (ATK), konsumsi dan lainnya oleh pegawai, pranata laboratorium, dosen dan mahasiswa, serta biaya tidak langsung dengan terjadinya penghematan waktu oleh dosen, mahasiswa, pegawai dan pimpinan perguruan tinggi.


Capaian Pembelajaran


Keuntungan lainnya dari sistem pembelajaran berbasis AI ini antara lain adanya otomatisasi capaian pembelajaran Program Learning Outcome [PLO] dan Course Learning Outcume [CLO], otomisasi untuk tugas-tugas administratif seperti mencatat kehadiran mahasiswa dan otomisasi asesmen misalnya penilaian kuiz, tugas, UTS, UAS, laporan proyek, laporan experiment, proposal dan tugas akhir.

Dengan otomatisasi tersebut memungkinkan dosen untuk lebih fokus pada penelitian, improvisasi pengajaran dan interaksi dengan mahasiswa. Dosen akan memiliki lebih banyak waktu untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih baik dan interaktif sehingga hal ini akan berdampak positif pada kualitas pendidikan secara keseluruhan dan menjadikan pembelajaran berbasis AI memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi sistem pendidikan tanpa menunggu respon dari dosen.

Disamping itu, pembelajaran berbasis AI dengan metode OBE juga berperan dalam memperbaiki aksesibilitas pendidikan. Pembelajaran berbasis AI dengan metode OBE mampu menghilangkan berbagai hambatan yang sebelumnya membatasi akses terhadap pendidikan, seperti lokasi geografis dan keterbatasan fisik. Dengan bantuan AI, pendidikan kini dapat diakses oleh lebih banyak orang di berbagai belahan dunia, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Kehadiran AI membuka peluang bagi semua individu untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas dengan dapat belajar kapan saja dan dimana saja. (sur)


https://www.sinarharapan.net/mengenal-sistem-pembelajaran-berbasis-ai-dengan-metode-outcome-based-education/


26 April 2025

Artikel Lainya

Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu

article
IMDE Gandeng EMC Hea...
02 Apr 2026
Jakarta - Institut Media Digital Emtek (IMDE) secara resmi memperkuat fasilitas layanan mahasiswanya dengan meresmikan Unit Kesehatan Kampus baru yang bekerja sama dengan EMC Healthcare, jaringan rumah sakit terkemuka tanah air yang tercatat di bursa dengan kode saham SAME.Peresmian yang dilakukan pada Rabu (04/2026), merupakan bagian dari komitmen IMDE dalam menciptakan ekosistem belajar yang holistik. Rektor IMDE Totok Amin Soefijanto menekankan bahwa kesehatan adalah fondasi utama bagi mahasiswa untuk mencapai prestasi akademik dan inovasi yang optimal."Kami menyadari bahwa produktivitas intelektual harus didukung oleh kebugaran fisik yang prima. Melalui kolaborasi dengan EMC Healthcare, kami membawa standar layanan kesehatan rumah sakit papan atas langsung ke dalam lingkungan kampus," ujarnya dalam sambutannya.Totok menambahkan, mengutip tokoh kedokteran Sir William Osler, bahwa fokus utama klinik ini adalah "merawat manusia secara utuh," bukan sekadar mengobati gejala. Sinergi ini diharapkan dapat mengurangi hambatan kesehatan yang sering dihadapi mahasiswa di tengah padatnya jadwal perkuliahan.Klinik ini akan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dasar, penanganan darurat pertama, serta program konsultasi kesehatan bagi seluruh civitas akademika. Dukungan dari EMC Healthcare (SAME) memastikan bahwa setiap tenaga medis dan protokol yang dijalankan di klinik ini memiliki standar kualitas yang telah diakui secara nasional dan publik.Sebelum seremoni peresmian, dua mahasiswa IMDE tampil menghibur hadirin yakni pembacaan puisi oleh berjudul ”Perantara” oleh Dafa, dan tarian kreasi ”Tari Kembang Siantar” oleh Sabrina yakni. Hadirin pun terpukau dan memberikan aplaus.Satu VisiSementara itu, CEO PT Kedoya Adyaraya (RS EMC Grha Kedoya), dr. Yuniwati mewakili Tim EMC dalam sambutannya mengatakan bahwa Rumah Sakit EMC Healthcare dan IMDE merupakan dua entitas yang berbeda secara fungsi, tetapi satu dalam visi yakni membangun manusia Indonesia yang sehat dan cerdas."Selama ini, kita mungkin telahbersinggungan dalam berabagai kolaborasi infrmal, kini, melalui moment ini kita resmikan ikatan itu dalam bentuk yang lebih konkret, lebih terasa manfaatnya,” ujar dr. Yuniwati.Lebih jauh dikatakan, sebagai sebuah rumah sakit yang memberikan pelayanan, EMC memahami bahwa akses terhadap kesehatan yang baik tidak boleh menjadi privilege, justru harus terbuka bagi setiap insan manusia.”Unit kesehatan kampus ini sederhana, tidak megah. Tetapi kami harap kehadirannya adalah jawaban atas kebutuhan dasar akan pelayanan ditingkat pertama bagi tenaga pendidik, mahasiswa, dan staf dari IMDE,” pungkas dr. Yuniwati.Hadir dari tim EMC Healthcare dalam acara peresmian klinik di lantai 3 Gedung Kampus IMDE selaian dr. Yuniwati adalah Medical Director EMC Healthcare dr. Meta, Hospital Director RS EMC Grha Kedoya dr. Hendry, Head Corporate EMC Healthcare Nia, Head of Medical RS EMC Grha Kedoya dr. Prisca, Head of Ancillary RS EMC Grha Kedoya dr. Virgin, Head of Medical RS EMC Tangerang dr. Edward, dan Corporate EMC Healthcare Fitri.Dari pihak IMDE, selaian Rektor hadir Wakil Rektor Bidag Akademik Dr. Ratih Damayanti, Wakil Rektor Bidang Non-Akademik Dr. Rhewindinar, para dosen, dan tenaga kependidikan. Sementara salah satu Duta Mahasiswa Bidang Bisnis Digital IMDE Keisya Shakila yang saat ini duduk di semester II berpendapat, adanya ruangan Unit Kesehatan Kampus merupakan hal yang bagus sekali.Jadi, bila ada mahasiswa ataupun dosen yang sakit, untuk sementara bisa meminum obat dan beristirahat di situ. ”Termasuk saya, sebelumnya saat saya sakit asam lambung, saya bingung mencari tempat untuk istirahat, kahirnya saya cari ruang kelas yang kosong,” katanya.Diketahui, Institusi Media dan Digital Ekonomi (IMDE) adalah lembaga pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan talenta di bidang ekonomi kreatif, teknologi, dan media digital. Sementara EMC Healthcare (SAME) adalah jaringan rumah sakit swasta di Indonesia yang berkomitmen memberikan layanan kesehatan komprehensif.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6291746/imde-gandeng-emc-healthcare-resmikan-klinik-kampus-tingkatkan-kesehatan-civitas-academica5 Maret 2026
Baca Selengkapnya
article
IMDE Gelar Pelatihan...
02 Apr 2026
Jakarta - Institut Media Digital Emtek (IMDE) sebagai institusi perguruan tinggi yang fokus pada media, digital, broadcasting, bisnis digital, dan entertaint punya perhatian serius untuk membukukan karyatulis para dosen dalam bidang-bidang tersebut. Dua buku terkait hal ini telah terbit dan menjadi bacaan publik yang menarik. Selanjutnya dalam tahun ini, IMDE berencana mengumpulkan karya para dosen dan tendik untuk dibukukan, namun dengan tema agak lain dan masih berhubungan dengan proses kreatif dan entertaint yakni fiksi, khususnya cerita pendek atau cerpen.Karena tidak mudah bagi dosen dan tendik untuk menulis cerpen, maka kampus memfasilitasi dengan memberikan pelatihan menulis cerpen dengan mengundang sastrawan-cerpenis terkemuka, Kurnia Effendi. Acara pelatihan ini dilaksanakan secara onsite dan live streaming di Tiktok dan kanal Youtube di kampus IMDE, Jakarta, Jumat (20/02/2026).Kurnia Effendi yang sudah malang-melintang di dunia sastra selama 40 tahun terakhir, mengaku senang dan menjadi tantangan tersendiri berbicara soal proses penulisan cerpen di hadapan para dosen dan tendik IMDE. Sebelum memberikan matero penulisan cerpen, sastrawan yang akrab disapa KEF ini bercerita tentang proses penulisan sejak kuliah di jurusan Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, serta perjalanan kreatifnya menulis, termasuk lahirnya fiksi “Pangeran dari Timur” lalu menjadi juri berbagai lomba penulisan, dan kegiatannya saat ini.Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto yangmembuka pelatihan ini mengatakan sebagai dosen dan pendidik, kita harus memiliki keseimbangan daya pikir otak kiri dan otak kanan. Apalagi buat dosen dan tendik di IMDE, harus bagus di angka, tapi juga jago dalam kreativitas. Pelatihan penulisan cerpen ini untuk menyiapkan dosen dan tendik IMDE mulai menulis fiksi yang merangsang imajinasi.“Kami semua akan menulis cerpen yang nantinya dijadikan buku karya civitas academica IMDE. Insya Allah, akan diluncurkan bareng buku kumpulan cerpen mahasiswa di Dies Natalis ke-28 nanti,” ucap Totok semangat.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademis IMDE, Ratih Damayanti mengatakan, sebagai pendidik, kepekaan kepada diri sendiri, lingkungan sosial perlu diasah. Hal ini akan membuat kita bisa menjadi pendamping mahasiswa yg tidak hanya mendidik namun memahami apa yg sedang terjadi dan dirasakan.Salah satu bentuk kepekaan yang perlu dikembangkan adalah kemampuan merasakan kondisi dan keadaan diri sendiri dan orang lain dan mengejawantahkannya dalam sebuah tulisan fiksi seperti mini caption refleksi , puisi bahkan dapat menjadi ide sebuah cerpen.“Pengalaman menuliskan apa yang kita rasa, apa yang kita pikirkan atau menceritakan kembali sebuah kisah yang inspiratif adalah wujud storytelling yang tersusun dalam sebuah cerpen atau fiksi. Dari kepekaan itu maka lahirlah karya karya indah yg dapat dinikmati oleh banyak orang,” katanya.Lebih lanjut dikatakan Ratih, menulis cerpen bukan soal mencari tema besar, melainkan kepekaan membaca detail kecil kehidupan dan kejujuran pada suara hati penulis. Cerpen yang kuat lahir dari disiplin membaca, berani menciptakan daya tarik konflik dan kemampuan mengolah rasa menjadi cerita yg selesai dan meninggalkan kesan bagi pembaca.Opening dan EndingKurnia Effendi menekankan, untuk memikat pembaca, cerpen harus dibuka dengan paragraf yang menarik, mengundang rasa penasaran. Biasanya memanfaatkan konflik yang didukung kilas balik. Untuk mengakhiri cerpen agar berkesan, berikan ruang imajinasi bagi pembaca. Sedangkan pada bagian akhir, disarankan hindari keputusan atau kesimpulan dari pengarangnya. Hal ini berbeda dengan karya ilmiah yang memerlukan penjelasan yang rigit terkait uraian-uraian sebelumnya.Setelah pembukaan dan akhir cerita, Kurnia Effendi memberikan berbagai tips menulis cerpen yang baik dalam arti membetot perhatian pembaca hingga akhir. Karena itu sejumlah langkah diperlukan untuk menunaikan gagasan dalam bentuk tulisan cerpen. Yang pertama dan utama tentunya banyak membaca, melihat-mengamati, mendengar, diskusi dengan banyak kalangan, dan mulailah menuis dengan ide yang diperoleh itu. Sebagai alat bantu, lanjut Kurnia Effendi, gunakan premis sebagai tumpuan pengembangan cerita.“Sebelum gagasan lenyap, catat kata-kata kunci, akan lebih baik dengan membuat sinopsis atau kerangka karangan,” katanya. sambil menambahkan untuk menulis novel, sinopsis dan linimasa cerita “wajib” dibuat untuk menghindari anakronisme dan plot holeUnsur-Unsur CerpenBerbeda dengan karya ilmiah, selain tema/topik, menulis cerpen membutuhkan antara lain:- Plot dan alur- Tokoh/Karakter- Latar (waktu dan tempat)- Konflik dan dramatisasi- Teknik (POV, kilas balik, telling dan showing, gaya bahasa).Yang dimaksud plot adalah adegan atau bagian dari cerita yang berisi motif tokoh, latar, dan waktu. Dalam film atau drama kerap disebut sebagai scene plot. Alur adalah gerakanantar-plot yang membuat cerita mengalir: linier, maju dan mundur, zigzag, atau “paralel”.“Plot membeku tanpa alur, alur tak berfungsi tanpa plot,” ujar Kurnia Effendi.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6283146/imde-gelar-pelatihan-menulis-cerpen-undang-sastrawan-kurnia-effendi21 Februari 2026
Baca Selengkapnya
Menu
Profil
Riwayat