Institut Media Digital Emtek
Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu
IMDE Gelar Diskusi F...
02 Apr 2026
Jakarta Sebagai bagian dari perayaan Dies Natalis ke-27, Institut Media Digital Emtek (IMDE) menyelenggarakan acara pemutaran sekaligus diskusi film drama berjudul “Harmoni.” Film ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah sineas, yaitu Yuda Kurniawan sebagai produser dan sutradara, Misyatun sebagai penulis naskah, serta Ryan Kriswandana sebagai penata musik.Mengangkat isu lingkungan dan keberlanjutan, “Harmoni” memotret kehidupan dua petani Indonesia yang menghadapi tantangan berbeda di bentang alam laut dan gunung. Acara yang berlangsung pada Kamis (25/4/2025) di Studio 1 Indosiar ini dihadiri oleh jajaran rektorat, dosen, serta mahasiswa dari seluruh program studi.Setelah pemutaran film, diskusi mendalam dipandu oleh Putri Endah, mahasiswa program studi Produksi Media. Diskusi menghadirkan ketiga sineas utama, membuka peluang dialog lintas perspektif antara mahasiswa, akademisi, aktivis, hingga masyarakat umum tentang peran film dalam mendukung perubahan sosial dan pelestarian lingkungan.Rektor IMDE, Totok A. Soefijanto, Ed.D, dalam sambutannya menyatakan, “Industri film kita sudah maju pesat. Film karya anak bangsa seperti Jumbo dan Pabrik Gula mampu meraih jutaan penonton. Mahasiswa dan alumni IMDE berada di momen yang tepat untuk mengembangkan karir di bidang kreatif.”Ia juga menyoroti kiprah alumni IMDE dalam film ini. “Harmoni adalah bukti nyata kontribusi alumni IMDE yang berdampak. Saya mengajak civitas academica IMDE untuk memanfaatkan momentum ini dengan kerja keras, belajar cerdas, dan terus berkarya inovatif. Dengan begitu, kita bisa bersaing dengan negara lain, seperti Korea, di industri kreatif,” tambahnya.Kisah dan Prestasi Film “Harmoni”Film “Harmoni” mengisahkan perjuangan dua petani Indonesia: Made, petani rumput laut di Nusa Lembongan, Bali, yang mempertahankan lahannya dari ekspansi pariwisata, serta Tuwarno, petani jagung di Gorontalo, yang berjuang melawan kekeringan akibat perubahan iklim.Karya ini telah menembus berbagai festival internasional, termasuk Asian Select NETPAC Award di 30th Kolkata International Film Festival 2024 dan kompetisi Global Feature Direction Award di Jakarta Film Week 2024.Diproduksi oleh Rekam Films dan Teras Mitra, dengan dukungan GEF SGP Indonesia serta UNDP Indonesia, film ini menjadi pengingat penting tentang urgensi pelestarian alam dan ketahanan pangan.Tak hanya itu, dua alumni IMDE, Misya Latief dan Ryan Kriswandana, turut terlibat dalam produksi film ini. Persahabatan mereka sejak bangku kuliah di angkatan ke-12 IMDE membuka peluang kolaborasi profesional. Misya, terkesan dengan kualitas musik Ryan, merekomendasikannya untuk menjadi komposer utama dalam proyek ini.Antusiasme AudiensRespons positif datang dari mahasiswa dan dosen IMDE. Alif Alfauzan Gumay, mahasiswa Produksi Media, menyebut film ini luar biasa karena berhasil mengangkat isu lingkungan dengan melibatkan pemain lokal.Rima, mahasiswa KFTM IMDE, menilai kehadiran film seperti Harmoni sangat jarang. “Film ini sangat bermanfaat bagi generasi muda,” ujarnya.Sementara itu, Teguh Setiawan, Kaprodi Produksi Media, memuji kesederhanaan cerita dan kekuatan karakter dalam film ini. “Yang lebih membanggakan, dua alumni IMDE ikut berkontribusi dalam karya ini, yaitu Misyatun dan Ryan,” katanya.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6005834/imde-gelar-diskusi-film-harmoni-di-dies-natalis-ke-27?utm_source=Mobile&utm_medium=whatsapp&utm_campaign=Share_Top&page=326 April 2025
Baca Selengkapnya
Memetik Pelajaran da...
02 Apr 2026
Jakarta Dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Dies Natalis ke-27 Institut Media Digital Emtek (IMDE), sebuah talkshow bertema “Bincang Kartini: Inspirasi Perempuan Emtek” digelar di Studio 1 Indosiar, Jakarta Barat, Rabu (23/4/2025).Acara ini menghadirkan empat perempuan hebat yang menduduki posisi strategis di PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek), yaitu Titi Maria Rusli, S.H., LL.M., M.B.A. (Direktur Legal & Corporate Secretary PT Emtek), drg. Nailufar, MARS (Sales Marketing Director EMC Healthcare), Sunarsih (Director/Chief Corporate Officer PT Cardig Aero Service Tbk), dan Harsiwi Achmad (Direktur PT Surya Citra Media Tbk).Dipandu oleh Wakil Rektor Bidang Akademik IMDE, Dr. Ratih Damayanti, talkshow ini dihadiri oleh jajaran dosen dan ratusan mahasiswa yang antusias. Dalam sambutannya, Rektor IMDE Totok Amin Soefijanto, Ed.D., menyampaikan rasa terima kasih kepada para narasumber yang telah berbagi inspirasi.“Awalnya, kami merancang acara ini secara sederhana, namun antusiasme mahasiswa, dosen, dan masyarakat membuat kami memperluas skala acara. Dukungan besar dari grup Emtek menjadi motivasi bagi IMDE untuk terus berkembang, termasuk melalui pengenalan mata kuliah wajib baru, yakni Falsafah Emtek,” ungkap Totok.Totok menjelaskan bahwa falsafah tersebut akan menjadi landasan nilai bagi mahasiswa dan dituangkan dalam bentuk buku serta konsep museum terbuka di seluruh area kampus.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Non-Akademik IMDE, Dr. Rewindhinar, mengangkat pandangan tentang perempuan modern di era teknologi.“Perempuan modern adalah mereka yang tidak hanya cakap mengurus urusan keluarga, tetapi juga piawai memanfaatkan teknologi untuk mendukung aktivitas komunitas dan profesinya. Ini adalah era bagi perempuan untuk lebih aktif, mandiri, dan produktif,” ujarnya.Inspirasi Perjalanan KarierSelama dua jam, talkshow berjalan hangat dengan kisah perjalanan karier yang menginspirasi. Para narasumber menekankan pentingnya mengenali potensi diri, terus belajar, serta menjunjung tinggi nilai-nilai jujur dan integritas.“Ketika kita sudah mencapai zona nyaman dalam karier, penting untuk tetap jujur terhadap diri sendiri dan situasi di sekitar kita. Integritas adalah fondasi yang menjadikan seseorang berpengaruh secara positif, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat,” jelas salah satu pembicara.Acara ini juga membahas bagaimana perempuan dapat bersaing setara dengan laki-laki di dunia kerja, berkat perjuangan emansipasi yang diwariskan oleh Kartini. Para narasumber menegaskan bahwa kesetaraan bukan berarti menghapus perbedaan, melainkan saling melengkapi keunikan masing-masing.“Laki-laki dan perempuan diciptakan dengan kelebihan dan kelemahan yang berbeda. Kuncinya adalah saling melengkapi, karena kesuksesan dicapai melalui kolaborasi,” tambah mereka.Pengalaman pembicaraSalah satu momen paling menyentuh dalam talkshow ini adalah ketika para pembicara berbagi pengalaman tentang saat mereka menangis. Mereka menegaskan bahwa menangis adalah ekspresi manusiawi yang menunjukkan empati dan kepekaan, bukan kelemahan.“Menangis bukan tanda kelemahan. Sebaliknya, itu adalah cara kita merespons tekanan dengan jujur dan melanjutkan perjalanan dengan lebih kuat,” ungkap salah satu narasumber.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6003560/memetik-pelajaran-dari-kartini-emtek-kesetaraan-integritas-dan-teknologi?page=323 Apr 2025
Baca Selengkapnya
Membangun Masa Depan...
02 Apr 2026
Rektor Institut Media Digital EMTEK (IMDE), Totok Amin Soefijanto, Ed.D, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) dalam menciptakan sinergi antara dunia akademik dan industri.Dengan kekuatan IMDE yang terletak di jantung Emtek City, kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan riset terobosan di bidang konten digital. Sementara itu, UNMA dengan rekam jejaknya dalam riset hibah Dikti diharapkan dapat memperkuat pengembangan industri kreatif melalui kerja sama ini.“Kami tengah menyiapkan proyek film pendek dengan format vertikal atau portrait. Begitu film ini siap tayang, kami akan segera membagikan informasi lebih lanjut. Sinergi IMDE dan UNMA juga diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam mendidik generasi muda di Banten agar semakin kreatif dan produktif,” ujar Totok Amin Soefijanto saat penandatanganan MoU di Kampus IMDE, Kamis (17/4/2025).Kolaborasi strategis ini resmi terjalin melalui penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh pimpinan kedua institusi, termasuk Rektor UNMA, Prof. Dr. Andriansyah, M.Si., beserta jajaran Wakil Rektor, Dekan, dan Ketua LPPM. Nota kesepahaman ini mencakup pengembangan kurikulum berbasis industri, riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penyelenggaraan seminar dan workshop ilmiah.Menurut Totok, kolaborasi ini menjadi langkah signifikan dalam menjembatani dunia akademik dan industri. “Kami ingin membangun ekosistem yang mendorong inovasi demi kemaslahatan masyarakat. Kerja sama ini membuka peluang penelitian di bidang media, teknologi informasi, dan komunikasi,” tambahnya.Menyambut positif kolaborasiProf. Andriansyah juga menyambut positif kolaborasi ini sebagai upaya untuk menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.“Dunia pendidikan harus terus beradaptasi dengan perkembangan industri, terutama di era disrupsi teknologi. Melalui sinergi ini, kami berupaya menghasilkan riset yang aplikatif sekaligus memberikan pengalaman belajar kontekstual bagi mahasiswa,” ujarnya.IMDE membawa perspektif industri ke dalam kolaborasi ini, memungkinkan mahasiswa UNMA Banten untuk mengeksplorasi praktik terbaik dalam produksi konten, data science, dan teknologi komunikasi.Kolaborasi antara IMDE dan UNMA telah menetapkan sejumlah langkah konkret untuk segera diimplementasikan. Salah satunya adalah pengembangan kurikulum berbasis industri yang melibatkan para pakar dari EMTEK Group. Dosen dari kalangan praktisi akan dilibatkan dalam penyusunan materi ajar untuk memastikan relevansi kurikulum dengan kebutuhan lapangan.Di bidang penelitian, fokus diarahkan pada isu-isu strategis seperti transformasi media, pemanfaatan big data, dan dampak sosial teknologi informasi. Proyek-proyek riset kolaboratif ini akan melibatkan mahasiswa dari kedua institusi, yang didampingi langsung oleh akademisi dan profesional industri.Program magang jadi agenda unggulanSelain itu, program magang menjadi salah satu agenda unggulan kerja sama ini. Mahasiswa UNMA akan mendapatkan kesempatan berharga untuk merasakan pengalaman kerja di berbagai divisi di bawah naungan EMTEK Group, membangun keterampilan sekaligus jejaring profesional sejak dini.“Kolaborasi seperti ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik tetapi juga memperkuat relevansi perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan global,” ujar Dr. Ali Nurdin, Wakil Rektor UNMA Banten.Kerja sama ini sejalan dengan komitmen Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Harapannya, langkah ini dapat menjadi model sinergi akademik dan industri untuk mendukung pertumbuhan ekosistem pendidikan berbasis teknologi di Indonesia.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6000076/membangun-masa-depan-industri-kreatif-imde-gandeng-unma-banten?page=320 April 2025
Baca Selengkapnya
Syukuran Dies Natali...
02 Apr 2026
Jakarta - Tantangan utama di masa depan bukan lagi mengisi posisi di studio televisi, melainkan memenuhi kebutuhan tenaga profesional yang andal di industri kreatif yang semakin berkembang.Hal tersebut diungkapkan Rektor Institut Media Digital EMTEK (IMDE), Totok Amin Soefijanto, dalam acara syukuran Dies Natalis ke-27 IMDE.Menurut Totok, di tengah era digital dan kecerdasan buatan saat ini, dunia hiburan dan industri kreatif mengalami revolusi yang luar biasa besar. "Kita harus menyiapkan anak-anak kita agar bijak – tidak hanya pintar dan piawai – dalam menggunakan sains dan teknologi,” ujarnya.Acara yang digelar di kampus baru IMDE di kawasan Kompleks EMTEK City, Jakarta Barat, pada Selasa (8/4/2025) ini, diawali dengan potong tumpeng dan rangkaian acara Dies Natalis yang akan berlangsung hingga sebulan kemudian.Dalam sambutannya, Totok mengingatkan pentingnya menyaring arus informasi yang begitu deras, baik melalui televisi maupun gawai pribadi itu patut diwaspadai agar tidak menjadi mudharat atau pengrusakan hidup kita, melainkan dijadikan peluang untuk mencerdaskan, mengungkapkan kebenaran, dan mendorong gairah untuk bergotong-royong di antara sesama anak bangsa kita.Mengacu pada sejarah, Totok juga mengenang perjalanan Indosiar sebagai stasiun televisi yang menghadapi keterbatasan tenaga profesional di awal berdirinya. Pada masa itu, Indosiar berkomitmen untuk tidak mengandalkan "bajak-membajak" tenaga profesional.“Bayangkan kalau saat itu tidak ada Akademi Teknologi Komunikasi Indonesia (ATKI) yang lahir tahun 1998, di tengah krisis moneter dan gonjang-ganjing politik nasional yang kemudian melahirkan gerakan reformasi, maka kita sekarang pasti melihat banyaknya tenaga naturalisasi dari berbagai negara yang bekerja di stasun-stasiun TV Indonesia,” jelasnya.Lebih lanjut ia mengatakan, ATKI yang kemudian menjadi Akademi televisi Indonesia (ATVI) pada 2015 itu memang telah melahirkan 1.760 alumni program D3 yang kemudian menjadi tenaga profesional andal di bidang komunikasi dan penyiaran di seluruh tanah air, bahkan sampai manca negara."Semangat mulia para pendiri di awal perjuangan itu harus kita teruskan, bahkan kita tingkatkan lagi dengan kelahiran Institut Media Digital EMTE (IMDE) pada 2024," sambungnya.Dalam kesempatan itu, Rektor IMDE mengutip ucapan mendiang Steve Jobs yang menginspirasi banyak orang: ”My Favorite Things in Life, Don’t Cost Any Money. It’s really clear that the most precious resource we all have is TIME.” "Hal-hal favorit saya dalam hidup tidak memerlukan biaya. Sangat jelas bahwa sumber daya paling berharga yang kita semua miliki adalah waktu."Saatnya Menjadi "Somebody"Totok menekankan bahwa IMDE kini telah menginjak usia 27 tahun dan siap untuk menapaki jalan menjadi "somebody," bukan lagi "nobody."“Dalam kesempatan ini, saya mengajak teman-teman semua untuk membawa IMDE menjadi 'somebody' yang tadinya tidak dianggap atau “nobody.'" Kita tunjukkan kepada dunia bahwa IMDE bukan anak kemarin sore yang tidak tahu apa-apa, tidak bisa apa-apa. Tunjukkan bahwa kita tahu banyak dan bisa melakukan apa saja yang baik buat bangsa dan negara Indonesia,” ujar Totok.Pada acara tersebut, juga dilakukan peresmian "Dinding Kreatif IMDE" di lantai 1 gedung kampus, IMDE yang berisi poster-poster hasil karya film mahasiswa.Dinding Kreatif ini diharapkan memberikan inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk lebih kreatif berkarya. dosen pembimbing karya mahasiswa yakni Erwin Mulyadi dan Dias Suminta menjelaskan proses pembimbingan, pencarian lokasi syuting dan pembuatan film sebagai tugas akhir mahasiswa.https://www.liputan6.com/citizen6/read/5988483/syukuran-dies-natalis-ke-27-imde-rektor-ajak-generasi-muda-jadi-profesional-unggul-di-industri-kreatif?page=38 April 2025
Baca Selengkapnya