Acara Open House IMDE, Rektor Totok Amin Soefijanto: Ini Jadi Etalase Kerja Kreatif Grup Emtek

02 April 2026 • Oleh Institut Media Digital Emtek

Acara Open House Institut Media Digital Emtek (IMDE) yang berlangsung selama dua hari, di Kampus IMDE, Jakarta Barat, Jumat-Sabtu (9-10/05/2025) menjadi etalase kerja kreatif grup Emtek. Kehadiran produser Vidio seperti Andreas dan Ryan Monoarfa dalam Open House ini merupakan bukti nyata kolaborasi IMDE dengan semua anak perusahaan Emtek.

“Kolaborasi semacam ini tidak hanya memperkuat brand awareness IMDE, tetapi juga menaikkan kualitas proses belajar yang benar-benar menempatkan mahasiswa dalam situasi kerja profesional yang sebenarnya,” ujar Rektor IMDE, Totok Amin Sefijanto Ed.D.saat memberi sambutan pada pembukaan Open House IMDE, Jumat (09/05/2025).

ADVERTISEMENT

Totok Menegaskan, IMDE benar-benar berada di dalam industri, bukan hanya "link and match", tetapi sudah langsung belajar dan bekerja sesuai standar industri kreatif yang ada saat ini. Dalam situasi ini, mahasiswa bahkan sudah mulai bekerja di dalam industri kreatif sejak semester pertama; tidak menunggu semester 7 atau 8 untuk terjun ke lapangan. 

“Di era revolusi digital dan kecerdasan artifisial yang serba cepat sekarang, pengalaman sejak awal kuliah ini memberikan keunggulan kompetensi dibandingkan kampus-kampus lainnya,” ujar Totok.

Sementara itu Head of Original Video, Andreas Winardi yang memberi paparan tentang perkembangan video.com punya kesan menarik tentang acara open house IMDE ini. Menrutnya, open house bisa sangat membantu dan memberikan informasi lebih yang mungkin selama ini mereka belum teman-teman dari sekolah belum terpapar .

“Apa sih dunia broadcast, apa sih dunia film? Dengan adanya pertemuan hari ini kita bisa membagikan sebuah ilmu dan informasi-informasi baru yang bisa membantu mereka untuk menggapai cita-cita dan masa depannya mereka. Terima kasih,” ucap Andreas.

Begitu juga Heaod of Original Video lainnayyang juga menjadi narasumber pada hari pertama, Ryan Monoarfa berendapat, acara open house ini cukup menarik dan seru untuk melihat semangatnya anak-anak muda ke dunia media dan pastinya itu dunia media di Indonesia ini pasti akan selalu mencari wajah barulah. 

“Soalnya kan dunia media ini dunia kreatif, kreatif itu tidak ada batasnya dan akan selalu mencari orang baru gitu. Jadi saya sangat excited dengan IMDE dan apa-apa yang mereka sediakan untuk para calon mahasiswa baru ini dan untuk langkah pertama mereka untuk masuk ke industri media ini atau industri TV atau perfilman, yang paling benar adalah untuk join di IMDE. Oke,” papar Monoarfa.


Sukses Kenalkan Lingkungan Kampus IMDE


Open house, IMDE untukmengenalkan dunia kampus ke calon mahasiswa Institut Media Digital Emtek ini cukup sukses . Adapun tujuan memperkenalkan lingkungan kampus dan program studi kepada para calon mahasiswa dan masyarakat umum. Kegiatan ini berlangsung meriah dan informatif, dengan rangkaian acara yang dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kehidupan akademik dan fasilitas kampus.

Acara dibuka dengan penayangan video profil Institut Media Digital Emtek, yang menampilkan sejarah, visi, serta berbagai pencapaian institusi. Sesi pembukaan ini turut dihadiri oleh Rektor Institut Media Digital Emtek serta para Ketua Program Studi (Kaprodi) yang memberikan sambutan dan penjelasan mengenai program masing-masing. selain itu tampil Tiktoker yang mahasiswa IMDE, Adis@brachiokoo yang menceritakan kesannya yang snagat menarik sebagai mahasiswa IMDE.

Para peserta diberi kesempatan berdialog langsung dengan salah satu mahasiswa aktif dari semester dua, yang berbagi pengalaman pribadi selama menjalani perkuliahan di institusi ini. Sesi ini mendapat respons positif, terutama dari siswa-siswa SMA yang antusias menggali informasi lebih dalam. Suasana menjadi lebih interaktif saat sesi tanya jawab dibuka.

“Saya orang yang suka membuat karakter, saya ingin membuat karakter seperti animasi kira-kira prodi apa yang cocok untuk saya?” ujar Naura salah satu peserta open house. “Itu dipelajari di D4 Produksi Media nanti kalian akan diajarkan cara menggerakkan animasi, bahkan diajarkan untuk dubbing dan tutorial-tutorial itu akan dijelaskan semua disana. Jadi jangan ragu masuk IMDE, karena kelima jurusan itu kita pelajari semua materinya,” kata Andre.

Setelah sesi interaktif tersebut, peserta diajak mengikuti kegiatan Campus Explore, yaitu tur keliling kampus yang dipandu oleh tim panitia. Peserta dapat melihat langsung berbagai fasilitas belajar dan ruang-ruang kreatif yang menjadi bagian integral dari kehidupan akademik mahasiswa.

Acara dilanjutkan dengan Expo UKM, di mana berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa menampilkan aktivitas mereka, mulai dari Fogatvi dan ABJ. Kegiatan ini memberi gambaran nyata tentang kehidupan non-akademik yang dinamis dan mendukung pengembangan minat serta bakat mahasiswa.

Salah satu sorotan utama adalah sesi Explore Studio, di mana peserta diajak melihat langsung studio produksi yang biasa digunakan oleh mahasiswa untuk latihan dan pembuatan karya digital. Pengalaman ini memberikan kesan mendalam tentang bagaimana teknologi dan praktik profesional diterapkan di lingkungan kampus. Peserta juga dapat berbincang santai, berfoto, serta menjalin relasi yang lebih personal dengan civitas akademika Institut Media Digital Emtek.

Dengan penyelenggaraan Open House ini, Institut Media Digital Emtek berharap dapat membuka wawasan para calon mahasiswa terhadap dunia pendidikan media digital yang terus berkembang dan penuh peluang.


https://www.merdeka.com/teknologi/acara-open-house-imde-rektor-totok-amin-soefijanto-ini-jadi-etalase-kerja-kreatif-grup-emtek-404784-mvk.html?page=2


12 Mei 2025

Artikel Lainya

Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu

article
IMDE Gandeng EMC Hea...
02 Apr 2026
Jakarta - Institut Media Digital Emtek (IMDE) secara resmi memperkuat fasilitas layanan mahasiswanya dengan meresmikan Unit Kesehatan Kampus baru yang bekerja sama dengan EMC Healthcare, jaringan rumah sakit terkemuka tanah air yang tercatat di bursa dengan kode saham SAME.Peresmian yang dilakukan pada Rabu (04/2026), merupakan bagian dari komitmen IMDE dalam menciptakan ekosistem belajar yang holistik. Rektor IMDE Totok Amin Soefijanto menekankan bahwa kesehatan adalah fondasi utama bagi mahasiswa untuk mencapai prestasi akademik dan inovasi yang optimal."Kami menyadari bahwa produktivitas intelektual harus didukung oleh kebugaran fisik yang prima. Melalui kolaborasi dengan EMC Healthcare, kami membawa standar layanan kesehatan rumah sakit papan atas langsung ke dalam lingkungan kampus," ujarnya dalam sambutannya.Totok menambahkan, mengutip tokoh kedokteran Sir William Osler, bahwa fokus utama klinik ini adalah "merawat manusia secara utuh," bukan sekadar mengobati gejala. Sinergi ini diharapkan dapat mengurangi hambatan kesehatan yang sering dihadapi mahasiswa di tengah padatnya jadwal perkuliahan.Klinik ini akan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dasar, penanganan darurat pertama, serta program konsultasi kesehatan bagi seluruh civitas akademika. Dukungan dari EMC Healthcare (SAME) memastikan bahwa setiap tenaga medis dan protokol yang dijalankan di klinik ini memiliki standar kualitas yang telah diakui secara nasional dan publik.Sebelum seremoni peresmian, dua mahasiswa IMDE tampil menghibur hadirin yakni pembacaan puisi oleh berjudul ”Perantara” oleh Dafa, dan tarian kreasi ”Tari Kembang Siantar” oleh Sabrina yakni. Hadirin pun terpukau dan memberikan aplaus.Satu VisiSementara itu, CEO PT Kedoya Adyaraya (RS EMC Grha Kedoya), dr. Yuniwati mewakili Tim EMC dalam sambutannya mengatakan bahwa Rumah Sakit EMC Healthcare dan IMDE merupakan dua entitas yang berbeda secara fungsi, tetapi satu dalam visi yakni membangun manusia Indonesia yang sehat dan cerdas."Selama ini, kita mungkin telahbersinggungan dalam berabagai kolaborasi infrmal, kini, melalui moment ini kita resmikan ikatan itu dalam bentuk yang lebih konkret, lebih terasa manfaatnya,” ujar dr. Yuniwati.Lebih jauh dikatakan, sebagai sebuah rumah sakit yang memberikan pelayanan, EMC memahami bahwa akses terhadap kesehatan yang baik tidak boleh menjadi privilege, justru harus terbuka bagi setiap insan manusia.”Unit kesehatan kampus ini sederhana, tidak megah. Tetapi kami harap kehadirannya adalah jawaban atas kebutuhan dasar akan pelayanan ditingkat pertama bagi tenaga pendidik, mahasiswa, dan staf dari IMDE,” pungkas dr. Yuniwati.Hadir dari tim EMC Healthcare dalam acara peresmian klinik di lantai 3 Gedung Kampus IMDE selaian dr. Yuniwati adalah Medical Director EMC Healthcare dr. Meta, Hospital Director RS EMC Grha Kedoya dr. Hendry, Head Corporate EMC Healthcare Nia, Head of Medical RS EMC Grha Kedoya dr. Prisca, Head of Ancillary RS EMC Grha Kedoya dr. Virgin, Head of Medical RS EMC Tangerang dr. Edward, dan Corporate EMC Healthcare Fitri.Dari pihak IMDE, selaian Rektor hadir Wakil Rektor Bidag Akademik Dr. Ratih Damayanti, Wakil Rektor Bidang Non-Akademik Dr. Rhewindinar, para dosen, dan tenaga kependidikan. Sementara salah satu Duta Mahasiswa Bidang Bisnis Digital IMDE Keisya Shakila yang saat ini duduk di semester II berpendapat, adanya ruangan Unit Kesehatan Kampus merupakan hal yang bagus sekali.Jadi, bila ada mahasiswa ataupun dosen yang sakit, untuk sementara bisa meminum obat dan beristirahat di situ. ”Termasuk saya, sebelumnya saat saya sakit asam lambung, saya bingung mencari tempat untuk istirahat, kahirnya saya cari ruang kelas yang kosong,” katanya.Diketahui, Institusi Media dan Digital Ekonomi (IMDE) adalah lembaga pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan talenta di bidang ekonomi kreatif, teknologi, dan media digital. Sementara EMC Healthcare (SAME) adalah jaringan rumah sakit swasta di Indonesia yang berkomitmen memberikan layanan kesehatan komprehensif.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6291746/imde-gandeng-emc-healthcare-resmikan-klinik-kampus-tingkatkan-kesehatan-civitas-academica5 Maret 2026
Baca Selengkapnya
article
IMDE Gelar Pelatihan...
02 Apr 2026
Jakarta - Institut Media Digital Emtek (IMDE) sebagai institusi perguruan tinggi yang fokus pada media, digital, broadcasting, bisnis digital, dan entertaint punya perhatian serius untuk membukukan karyatulis para dosen dalam bidang-bidang tersebut. Dua buku terkait hal ini telah terbit dan menjadi bacaan publik yang menarik. Selanjutnya dalam tahun ini, IMDE berencana mengumpulkan karya para dosen dan tendik untuk dibukukan, namun dengan tema agak lain dan masih berhubungan dengan proses kreatif dan entertaint yakni fiksi, khususnya cerita pendek atau cerpen.Karena tidak mudah bagi dosen dan tendik untuk menulis cerpen, maka kampus memfasilitasi dengan memberikan pelatihan menulis cerpen dengan mengundang sastrawan-cerpenis terkemuka, Kurnia Effendi. Acara pelatihan ini dilaksanakan secara onsite dan live streaming di Tiktok dan kanal Youtube di kampus IMDE, Jakarta, Jumat (20/02/2026).Kurnia Effendi yang sudah malang-melintang di dunia sastra selama 40 tahun terakhir, mengaku senang dan menjadi tantangan tersendiri berbicara soal proses penulisan cerpen di hadapan para dosen dan tendik IMDE. Sebelum memberikan matero penulisan cerpen, sastrawan yang akrab disapa KEF ini bercerita tentang proses penulisan sejak kuliah di jurusan Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, serta perjalanan kreatifnya menulis, termasuk lahirnya fiksi “Pangeran dari Timur” lalu menjadi juri berbagai lomba penulisan, dan kegiatannya saat ini.Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto yangmembuka pelatihan ini mengatakan sebagai dosen dan pendidik, kita harus memiliki keseimbangan daya pikir otak kiri dan otak kanan. Apalagi buat dosen dan tendik di IMDE, harus bagus di angka, tapi juga jago dalam kreativitas. Pelatihan penulisan cerpen ini untuk menyiapkan dosen dan tendik IMDE mulai menulis fiksi yang merangsang imajinasi.“Kami semua akan menulis cerpen yang nantinya dijadikan buku karya civitas academica IMDE. Insya Allah, akan diluncurkan bareng buku kumpulan cerpen mahasiswa di Dies Natalis ke-28 nanti,” ucap Totok semangat.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademis IMDE, Ratih Damayanti mengatakan, sebagai pendidik, kepekaan kepada diri sendiri, lingkungan sosial perlu diasah. Hal ini akan membuat kita bisa menjadi pendamping mahasiswa yg tidak hanya mendidik namun memahami apa yg sedang terjadi dan dirasakan.Salah satu bentuk kepekaan yang perlu dikembangkan adalah kemampuan merasakan kondisi dan keadaan diri sendiri dan orang lain dan mengejawantahkannya dalam sebuah tulisan fiksi seperti mini caption refleksi , puisi bahkan dapat menjadi ide sebuah cerpen.“Pengalaman menuliskan apa yang kita rasa, apa yang kita pikirkan atau menceritakan kembali sebuah kisah yang inspiratif adalah wujud storytelling yang tersusun dalam sebuah cerpen atau fiksi. Dari kepekaan itu maka lahirlah karya karya indah yg dapat dinikmati oleh banyak orang,” katanya.Lebih lanjut dikatakan Ratih, menulis cerpen bukan soal mencari tema besar, melainkan kepekaan membaca detail kecil kehidupan dan kejujuran pada suara hati penulis. Cerpen yang kuat lahir dari disiplin membaca, berani menciptakan daya tarik konflik dan kemampuan mengolah rasa menjadi cerita yg selesai dan meninggalkan kesan bagi pembaca.Opening dan EndingKurnia Effendi menekankan, untuk memikat pembaca, cerpen harus dibuka dengan paragraf yang menarik, mengundang rasa penasaran. Biasanya memanfaatkan konflik yang didukung kilas balik. Untuk mengakhiri cerpen agar berkesan, berikan ruang imajinasi bagi pembaca. Sedangkan pada bagian akhir, disarankan hindari keputusan atau kesimpulan dari pengarangnya. Hal ini berbeda dengan karya ilmiah yang memerlukan penjelasan yang rigit terkait uraian-uraian sebelumnya.Setelah pembukaan dan akhir cerita, Kurnia Effendi memberikan berbagai tips menulis cerpen yang baik dalam arti membetot perhatian pembaca hingga akhir. Karena itu sejumlah langkah diperlukan untuk menunaikan gagasan dalam bentuk tulisan cerpen. Yang pertama dan utama tentunya banyak membaca, melihat-mengamati, mendengar, diskusi dengan banyak kalangan, dan mulailah menuis dengan ide yang diperoleh itu. Sebagai alat bantu, lanjut Kurnia Effendi, gunakan premis sebagai tumpuan pengembangan cerita.“Sebelum gagasan lenyap, catat kata-kata kunci, akan lebih baik dengan membuat sinopsis atau kerangka karangan,” katanya. sambil menambahkan untuk menulis novel, sinopsis dan linimasa cerita “wajib” dibuat untuk menghindari anakronisme dan plot holeUnsur-Unsur CerpenBerbeda dengan karya ilmiah, selain tema/topik, menulis cerpen membutuhkan antara lain:- Plot dan alur- Tokoh/Karakter- Latar (waktu dan tempat)- Konflik dan dramatisasi- Teknik (POV, kilas balik, telling dan showing, gaya bahasa).Yang dimaksud plot adalah adegan atau bagian dari cerita yang berisi motif tokoh, latar, dan waktu. Dalam film atau drama kerap disebut sebagai scene plot. Alur adalah gerakanantar-plot yang membuat cerita mengalir: linier, maju dan mundur, zigzag, atau “paralel”.“Plot membeku tanpa alur, alur tak berfungsi tanpa plot,” ujar Kurnia Effendi.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6283146/imde-gelar-pelatihan-menulis-cerpen-undang-sastrawan-kurnia-effendi21 Februari 2026
Baca Selengkapnya
Menu
Profil
Riwayat