Institut Media Digital Emtek
Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu
Kolaborasi VIDIO dan...
02 Apr 2026
Sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mendorong ekosistem perfilman nasional yang lebih inklusif dan profesional, Vidio dan Institut Media Digital Emtek (IMDE) berkolaborasi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif dalam penyelenggaraan Akselerasi Kreatif (AKTIF) Subsektor Film: Bootcamp Distribusi dan Promosi Film Fiksi, yang berlangsung di Yogyakarta pada 11-13 Juli 2025.Program AKTIF menjadi ruang strategis bagi sineas muda untuk mengasah kemampuan, khususnya dalam aspek distribusi dan promosi karya film—tahap krusial untuk menembus pasar dan platform digital. Melalui pendekatan praktikal yang intensif, peserta dibekali materi seputar legal distribution, ekosistem komersial film, serta strategi storytelling dan editing untuk kebutuhan pemasaran, marketing dan promosi film."AKTIF bukan sekadar ruang ekspresi, tapi akselerator bagi sineas muda yang sudah siap bertumbuh. Karya-karya ini harus masuk industri, hadir di platform, dan membuka peluang karir yang berkelanjutan," ujar Agustini Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Media, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.Sebagai mitra utama, Vidio, platform OTT terkemuka di Indonesia, turut mengambil peran dalam membuka akses tayang bagi para sineas muda. Film terpilih dari program AKTIF akan mendapatkan fasilitasi distribusi dan kesempatan untuk ditayangkan secara eksklusif di platform Vidio."Di Vidio, kami percaya bahwa karya anak bangsa harus diberi ruang untuk tumbuh dan menjangkau audiens yang lebih luas. Melalui AKTIF, kami berupaya menjadi jembatan antara kreativitas para sineas muda dengan realitas industri yang sesungguhnya," tutur Ryan Monoarfa, Head of Original Production and Development, Vidio.Sementara itu, Institut Media Digital Emtek (IMDE), sebagai institusi pendidikan berbasis industri di bawah naungan Emtek, hadir mendukung penguatan kompetensi teknis peserta, khususnya dalam aspek produksi dan penyusunan strategi distribusi."IMDE berkomitmen untuk menjembatani talenta muda dengan kebutuhan industri. Kolaborasi dengan Ekraf dan Vidio dalam AKTIF menjadi langkah konkret dalam membekali sineas muda dengan keterampilan relevan yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja," jelas Adlino Dananjaya, Head of Production Entertainment Study Program, IMDE.Program AKTIF Subsektor Film Yogyakarta diikuti oleh 35 peserta terpilih dari lintas daerah—seluruhnya sineas muda yang telah menunjukkan kesiapan masuk ke dalam ekosistem industri film. Selain pelatihan, mereka juga mendapatkan bimbingan langsung dari para praktisi seperti Barry Maheswara (Arma Law), Nadia Saraswati (MD Entertainment), Aline Jusria (Editor Film), dan Nazira C. Noer (Poplicist).Kolaborasi antara pemerintah, sektor industri, dan institusi pendidikan ini menjadi contoh konkret bagaimana sinergi dapat mempercepat lahirnya talenta-talenta baru yang tidak hanya kreatif, tetapi juga siap secara komersial. Emtek, melalui Vidio dan IMDE, akan terus mendukung inisiatif serupa di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan industri kreatif nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing. Anda dapat menonton film pendek terpilih dari AKTIF eksklusif hanya di Vidiomulai hari ini!https://www.kapanlagi.com/showbiz/film/indonesia/kolaborasi-vidio-dan-imde-dalam-program-aktif-kementerian-ekonomi-kreatifbadan-ekonomi-kreatif-ri-95a882.html7 Agustus 2025
Baca Selengkapnya
Mahasiswa IMDE dan P...
02 Apr 2026
Ngada-Senyum hangat dan semangat para pemuda lokal mewarnai hari pertama kegiatan KKN Tematik Merajut Nusantara III yang dilaksanakan oleh para mahasiswa bidang Ekonomi Kreatif di Kantor Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, selama lebih dari tiga jam, mahasiswa dan warga saling berbagi ilmu dan pengalaman dalam balutan edukasi yang aplikatif dan menyenangkan.Demikian cerita tiga mahasiswa Institut Media Digital Emtek (IMDE) yang mengikuti KKN Tematik, yang diceritakan oleh salah satu mahasiswa Restu Putria Nabila (Naren) mahasiswa Produksi Media semester V, terutama saat awal tiba dan mengikuti kegiatan.Naren menceritakan, kegiatan dimulai pukul 09.30 WITA dengan pelatihan teknik penyablonan baju menggunakan alat sablon film. Pelatihan ini dipandu langsung oleh dosen pengampu, Bapak Dhika, serta didampingi oleh para mahasiswa KKN. Tujuannya sederhana namun berdampak besar: memperkenalkan keterampilan kreatif yang bisa menghasilkan merchandise khas daerah Riung sebagai bentuk identitas lokal yang bernilai jual.“Tak hanya itu, suasana juga dibuat akrab melalui sesi ice breaking yang menyenangkan, mencairkan suasana antara mahasiswa dan para pemuda lokal yang hadir. Sebanyak 13 pemuda dari berbagai desa di sekitar Riung mengikuti kegiatan ini dengan antusias,” katanya.Kegiatan berlanjut dengan sesi sosialisasi digital marketing. Para mahasiswa IMDE mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi konsumen dalam dunia digital, tetapi juga mulai berani menjadi produsen. “Kami ingin masyarakat Riung menyadari bahwa potensi lokal mereka bisa dipasarkan lebih luas lewat internet,” ujar Omar Izzy, salah satu mahasiswa peserta KKN.Omar juga menambahkan bahwa pengalaman ini menjadi pembelajaran langsung yang sangat berharga bagi dirinya dan rekan-rekan. “Kami belajar bahwa membagikan ilmu itu tidak harus dalam ruang kelas. Justru di sini, kami merasa benar-benar terhubung dengan masyarakat, dan itu sangat bermakna,” ungkapnya.Selanjutnya, pemahaman tentang ekonomi pariwisata juga diperkenalkan melalui diskusi ringan seputar Sapta Pesona, tujuh unsur penting dalam pengembangan pariwisata Indonesia. Materi ini membuka wawasan para pemuda tentang pentingnya keramahan, keamanan, hingga keindahan lingkungan dalam menunjang daya tarik wisata.Momentum Belajar BersamaDosen Pembimbing Lapangan (DPL) kegiatan ini, k Dias Suminta Suria Putra, M.Ikom, menegaskan bahwa kegiatan KKN seperti ini bukan hanya sarana pengabdian mahasiswa, tapi juga momentum belajar bersama.“Kami ingin mahasiswa turun langsung dan melihat sendiri bagaimana potensi lokal bisa dikembangkan bersama masyarakat. Kegiatan hari ini adalah salah satu contoh nyata bahwa sinergi antara ilmu, kreativitas, dan semangat gotong royong bisa membawa dampak positif,” ujar Dias di sela-sela kegiatan.Untuk mengetahui efektivitas kegiatan, para peserta juga mengikuti pre-test dan post-test sebagai bentuk evaluasi. Hasil ini nantinya akan menjadi bahan analisis sejauh mana peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan.Hari pertama KKN Tematik Merajut Nusantara III ini bukan hanya menjadi ruang transfer ilmu, tapi juga ruang pertemuan harapan—antara mahasiswa yang datang membawa semangat pengabdian, dan pemuda lokal yang menyambut dengan antusiasme dan keingintahuan. Semangat kolaboratif ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan kegiatan KKN ke depannya serta tumbuhnya semangat pemberdayaan di tanah Riung.Seperti diketahui, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III secara resmi melepas 75 mahasiswa aktif dan 20 dosen pendamping dari 27 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah Jakarta dan sekitarnya untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Merajut Nusantara 2025. Pelepasan secara simbolis dilakukan oleh Kepala LLDikti Wilayah III, Dr. Henri Tambunan, S.E., M.A., dalam sebuah seremoni yang penuh semangat di Jakarta. (sur)https://www.sinarharapan.net/mahasiswa-imde-dan-peserta-kkn-tematik-merajut-nusantara-iii-bidang-ekonomi-kreatif-bawa-inovasi-dan-inspirasi-ke-tanah-riung/4 Agustus 2025
Baca Selengkapnya
IMDE Gelar “Scenesat...
02 Apr 2026
Jakarta - Institut Media Digital Emtek (IMDE) kembali menghadirkan talkshow inspiratif. Kali ini bertajuk Scenesation#2: Comeback in Cinema, yang kali ini membedah film drama remaja terbaru berjudul “Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan”.Acara ini berlangsung di kampus IMDE, Jakarta Barat, pada Kamis (31/7/2025), dengan menghadirkan Dini Suryani selaku Head of Marketing, Promotion & PR Sinemart, serta dimoderatori oleh Erwin Mulyadi, S.Si, M.Ikom, selaku Kaprodi Konten Kreatif.Dalam kesempatan tersebut, Dini Suryani menyampaikan bahwa Bertaut Rindu menjadi penanda kembalinya Sinemart ke industri film layar lebar setelah lebih dari satu dekade fokus pada produksi sinetron televisi. Ia mengungkapkan bahwa saat ini iklim perfilman Indonesia sedang bergairah kembali.“Film Indonesia tengah bangkit dan bangkan penonton film Indonesia lebih banyak ketimbang film produksi asing. Iklim yang sangat kondusif ini yang mendorong Sinemart kembali menyapa penonton film Indonesia,” kata Dini.Film “Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan”, yang resmi tayang di bioskop mulai 31 Juli 2025, merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Tian Topandi—pemenang The Writers Show dalam ajang Gramedia Writing Project 2021.Menurut Dini, Sinemart memutuskan untuk mengangkat novel ini ke layar lebar karena kisahnya sangat relevan dengan kehidupan keluarga masa kini, khususnya isu yang dialami oleh generasi Z."Jadi hubungan antara anak dengan orang tua gitu. Terus gimana orang tua berkomunikasi juga dengan anaknya, gimana anaknya berkomunikasi dengan orang tua, gimana kadang-kadang kita lihat juga mungkin di keluarga kita atau di sekeliling kita," ujarnya.Dia menambahkan, "Orang tua yang memang sudah diajarkan sama orang tuanya bahwa kamu mesti ikutin apa kata ayah atau apa kata papa gitu. Jadi papa yang sudah mendesain kehidupan anak-anaknya,sementara ada penolakan dari sebagian anak-anak."Film yang disutradarai oleh Rako Prijanto ini dibintangi oleh Adhisty Zara dan Ari Irham sebagai pemeran utama. Cerita berfokus pada kehidupan Jovanka (Adhisty Zara), seorang remaja yang harus menghadapi perubahan besar setelah orang tuanya bercerai. Ia pindah ke Bandung bersama ibunya, Yuli (Putri Ayudya), dan mencoba menata hidup di tempat baru.Di sekolah barunya, ia bertemu Magnus (Ari Irham), seorang cowok pendiam yang menyimpan banyak rahasia dan trauma. Dari pertemuan tak terduga ini, tumbuh hubungan yang tak hanya mempertemukan dua hati, tapi juga dua jiwa yang sama-sama terluka.Melalui gambar, tawa, dan percakapan yang tak selalu mudah, Jovanka dan Magnus perlahan menemukan tempat aman satu sama lain dan keberanian untuk menghadapi dunia yang tak selalu ramah.Film drama keluarga yang sangat relevan dengan kehidupan saat ini patut ditonton oleh kita semua, terutama keluarga yang memiliki anak-anak remaja, dan juga mereka yang ingin mengetahui kehidupan remaja dengan segala problematikanya. https://www.liputan6.com/showbiz/read/6122126/imde-gelar-scenesation2-comebackin-cinema-bedah-film-bertaut-rindu-semua-impian-berhak-dirayakan2 Agustus 2025
Baca Selengkapnya
Sebanyak 35 Mahasisw...
02 Apr 2026
Jakarta- Institut Media Digital Emtek (IMDE) Jakarta mendapat kunjungan 35 mahasiswa dari enam kampus di Singapura, antara lain Singapore Management University (SMU) dan Nanyang Technological University (NTU), pada Jumat (04/07/2025). Rektor IMDE, Wakil Rektor, Vice President Group HR Emtek, Kepala Program Studi dan beberapa dosen menyambut kedatangan para mahasiswa Singapura ini.Selama setegah hari dari siang hingga sore mereka mendapat penjelasan tentang hubungan IMDE dan holding besar Emtek, sistem perkuliahan di IMDE, dan melakukan tour ke beberapa studio yang dimiliki stasiun Indosiar. Dua dosen Prodi Entertaint -Ressa Rizky Mutiara dan Suyadi-juga ikut mempersembahkan performance art di hadapan mahasiswa.Acara penyambutan rombongan mahasiswa Singpura ini dilakukan di lobby Studio V yang di setup menjadi ruang pertemuan mengingat di dalam Studio V tengah berlangsung rekaman Dangdut Academy 7 Indosiar. Usai acara seremoni di Lobby, para mahasiswa diizinkan untuk melihat langsung bagaimana rekaman di Studio V tersebut namun diingatkan tidak mengambil gambar atau merekam.Vice President (VP) Group HR di EMTEK (Elang Mahkota Teknologi), Pieter Andrian menjelaskan ekosistem bisnis holding Emtek yang sangat beragam mulai dari bidang media, film, entertaint, transportasi udara, kesehatan, perbankan, dan lain-lain, termasuk bidang pendidikan, slaah satunya kampus IMDE.Pieter Andrian yang juga dosen di IMDE ini mengatakan, kolaborasi antara group Emtek dengan IMDE telah berjalan lama dan sinergis, salah satunya bagaimana mahasiswa IMDE sejak awal sudah diperkenalkan dunia nyata dari industri televisi dan mahasiswa pun menggunakan ruang dan alat yang ada di stasiun TV Indosiar untuk mendukung proses perkuliahan. Begitu juga lini bisnis lainnya, bekerjasama untuk semua program studi yang ada di IMDE.Algoritma PerubahanSementara itu Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto, Ed.D menyambut gembira kedatangan mahasiswa Singapura ini sehingga bisa saling belajar bagaimana proses perkulihan di IMDE dan juga di Singapura. Tapi karena di belakang ruang pertemuan ada rekaman akademi dangdut, Rektor menyebutkan bahwa musik dangdut merupakan genre musik yang paling banyak penggemarnya di Indonesia.Totok menjelaskan presentasi dengan judul ‘Algoritma Perubahan’. Presentasi diawali dengan sebuah cerita, yang melibatkan kasus Amelia dan masalah yang terjadi akibat penggunaan algoritma AI. Cerita ini mencakup adanya gejolak ekonomi krisis dan upaya ‘squeeze’ yang dirasakan di Singapura dan Indonesia. Pesan utama dari cerita tersebut adalah tentang bagaimana teknologi AI dapat membantu, tetapi juga dapat menyebabkan hilangnya uang.Selain itu Totok menyinggung tentang pengalamannya menggunakan AI Gemini, yang memberikan peluang luar biasa. Contoh spesifik adalah saat AI Gemini memberikan ‘waktu yang indah’ kepada pembicara.Dalam bagian lain Totok mengulas mediasi realitas di Nusantara. Dikemukakan, ‘Mediasi Realitas’ yang dianggap besar di Nusantara. Ini mengindikasikan potensi atau dampak signifikan dari mediasi realitas di wilayah tersebut.Setelah tour studio dan menyaksikan performance, beberapa mahasiswa Singapura mengemukakan kesan dan pesannya selama kunjungan di kampus IMDE. Mereka merasa banyak mendapatkan hal baru dan juga semangat baru, semangat kemajuan dari kampus IMDE . (sur)https://www.sinarharapan.net/sebanyak-35-mahasiswa-singapura-yang-tergabung-dalam-global-ready-talent-programme-kunjungi-kampus-imde/5 Juli 2025
Baca Selengkapnya