Institut Media Digital Emtek
Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu
Rektor IMDE Totok Am...
02 Apr 2026
Jakarta- Hari kedua peyelenggaraan CIA Fest di kawasan Taman Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Sabtu (04/10/2025), banyak kegiatan yang digelar di arena, salah satunya final lomba debat yang merupakan kolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).Khusus lomba Debat Babak final lomba ini menghadirkan juri kehormatan, di antaranya Totok Amin Soefijanto, Ed.D. selaku Rektor Institut Media dan Digital Emtek (IMDE) yang juga berperan sebagai juri debat bersama Yeri Nurita S.S., (Plt. Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Perpusnas RI) dan Magdalena Chori Rachmawati (Dosen PPG Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya).Dalam kesempatan ini, Totok Amin Soefijanto, Ed.D., menegaskan, “Debat ini bukan soal menang atau kalah, melainkan tentang melatih kebiasaan berdialog, mencari informasi yang valid, dan saling menghargai. Anak-anak belajar untuk mendengarkan aspirasi lawan bicara mereka. Kebiasaan ini sangat penting karena membentuk empati dan keterampilan komunikasi yang sehat.”Selain itu, sejumlah dosen IMDE juga memberikan literasi digital kepada sekitar 150 anak-anak yang berasal dari Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Wilayah DKI Jakarta. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pengabdian kampus kepada masyarakat luasTahun ini, selain menjadi mitra institusi CIA Fest 2025, IMDE juga mendukung program WARIOR CIA (Wartawan Junior CIA), yakni program pelatihan jurnalis cilik di mana anak-anak belajar langsung meliput, menulis, berkarya, dan berbagi inspirasi. Kehadiran WARIOR CIA menegaskan misi CIA dalam melahirkan generasi literat yang kritis, kreatif, dan berdaya.Hari kedua CIA Fest adalah bukti dan contoh nyata bahwa literasi jauh dari sekadar membaca dan menulis. Literasi melandasi pengembangan diri dan memungkinkan peningkatan kapasitas sepanjang hayat. Generasi muda dan masyarakat literat adalah kunci keberhasilan dan keberlangsungan bangsa. Hari ini sangat membesarkan hati karena semakin banyak yang memaknai literasi, semakin banyak yang peduli dan mau ambil peran untuk literasi yang memerdekakan.Refleksi KepedulianMajalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) melanjutkan rangkaian CIA Fest 2025, ajang literasi anak terbesar di Indonesia yang digelar pada 3–5 Oktober 2025 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Mengusung tema ‘Suara Anak untuk Alam’, festival ini menjadi refleksi kepedulian bersama terhadap tantangan lingkungan hidup, mulai dari krisis iklim, pencemaran, hingga menyusutnya ruang hijau yang berimplikasi langsung pada tumbuh kembang anak. Sejalan dengan tema besar Majalah CIA tahun 2025, yakni ‘Lingkungan’, CIA Fest hadir sebagai wadah aspirasi anak untuk menumbuhkan kesadaran literasi lingkungan sejak dini.Salah satu agenda utama hari kedua adalah ‘Cerita Inspirasi Guru’, yang dihadiri oleh Dr. Iwan Junaedi, S.Si., M.Pd., Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (GTK). Pada kesempatan ini, beliau mewakili Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam peluncuran platform ‘Hanya Untuk Guru’ sebagai wujud nyata dukungan terhadap kualitas hidup para pendidik.“Sekarang adalah era bapak ibu guru bisa mengakses dan mengeksplor segala yang dibutuhkan. Karena itu peluncuran platform Hanya Untuk Guru adalah salah satu cara bapak ibu guru difasilitasi mengakses kebutuhan pendukung demi kemajuan Generasi Emas,” ujar Dr. Iwan Junaedi, S.Si., M.Pd., Direktur GTK Kemendikdasmen.Sesi ‘Cerita Inspirasi Guru’ juga menghadirkan Romo Odemus Bei Witono S.J., Direktur Perkumpulan Strada, salah satu yayasan pendidikan terbesar dan tertua di Indonesia. Sesi Hanya untuk Guru terasa lebih bermakna dengan kehadiran guru-guru dari Kabupaten Balangan, Barito Timur, dan Tabalong yang bisa membagikan kisah nyata perjuangan mereka dalam menguatkan literasi. Salah satu guru berkesempatan mengajukan pertanyaan langsung mengenai kebijakan dan arah jalan Kemendikdasmen. Sebuah contoh nyata bagaimana platform dan program Hanya untuk Guru nantinya bisa memberikan beragam manfaat dan fasilitas untuk guru-guru di seluruh penjuru Indonesia.Dalam konteks literasi berkelanjutan, Stefanie Agustin, Pendiri Majalah CIA, menegaskan peran guru sebagai mitra utama dalam perjalanan literasi anak Indonesia. “Sejak awal, Majalah CIA meyakini bahwa literasi anak tidak akan tumbuh tanpa peran guru. Melalui Platform Hanya Untuk Guru, kami ingin menghadirkan ruang apresiasi dan dukungan bagi para guru yang selama ini bekerja di garda terdepan,” ujarnya.Hari kedua CIA Fest 2025 juga berlangsung MAINLYMPIC yang merupakan program permainan tradisional yang sepanjang 2025 telah digelar di 50 Sekolah Dasar se-Jabodetabek. Kegiatan ini ditutup dengan pertandingan antar sekolah yang penuh keceriaan.MAINLYMPIC kali ini hasil kolaborasi CIA bersama Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kolaborasi ini menyoroti pentingnya permainan tradisional sebagai sarana membangun karakter, kebersamaan, serta kesehatan fisik dan mental anak.Selain MAINLYMPIC, CIA Fest 2025 juga menghadirkan 14 mata lomba literasi, yang dirancang sebagai wadah anak-anak untuk menunjukkan kecakapan, kreativitas, dan kemampuan kognitif. Rangkaian lomba tersebut meliputi: Cerdas Cermat, Debat, Eja Kata, Fashion Show, Kreasi Lakon, Kreasi Topeng, Mading Kreatif, Modern Dance, Musikalisasi Puisi, Paduan Suara SD, Paduan Suara TK, Poster, Storytelling, dan Tari Grup.https://www.sinarharapan.net/rektor-imde-totok-amin-soefijanto-ikut-jadi-juri-lomba-deabat-di-acara-cia-fest-2025/5 Oktober 2025
Baca Selengkapnya
Managing Director Vi...
02 Apr 2026
Jakarta Managing Director Vidio Hermawan Sutanto memberikan orasi di acara Wisuda ke-18 Ahli Madya, Institut Media Digital Emtek (IMDE) di Studio 5 Indosiar, Jakarta Barat, Selasa (09/09/2025).Pada kesempatan tersebut, Hermawan mengatakan jika konten-konten lokal yang tayang di Video.com kini lebih digemari banyak penonton ketimbang konten global tanpa adanya kedekatan dengan budaya dan kebiasaan masyarakat Indonesia."Kearifan lokal, bahasa daerah, dan kisah keluarga sederhana menjadi daya tarik. Ini memberikan keunggulan kompetitif terhadap raksasa global seperti Netflix dan Amazon Prime," ungkapnya.Lebih lanjut, Hermawan mengatakan, generasi muda memiliki peran penting dalam membangun Indonesia melalui teknologi dan kreativitas. Industri konten mengalami perubahan dengan adanya algoritma yang memengaruhi pilihan menonton,sehingga menciptakan profesi baru seperti data scientist konten dan produser kreatif berbasis teknologi.Rektor IMDE Totok Amin Soefijanto Sampaikan Pesan ke WisudawanDalam kaitan ini lanjutnya, pentingnya integritas dan etika dalam mengukur kredibilitas dan tanggung jawab juga ditekankan dengan adanya aturan standar untuk memastikan film dan serial selaras dengan kearifan lokal serta budaya bangsa.“Kesuksesan bukan hanya soal popularitas, melainkan juga tentang jati diri bangsa. Jadi menyambut wisuda ini, pesan saya. adalah berkarya di dunia kerja,” ujar HermawanSementara itu Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto mengatakan, saat ini kompetensi dan piawai saja tidak cukup. Menurutnya, setiap orang harus mampu membagun dan memanfaatkan jejaring untuk sukses .“IMDE yang berada dalam industri sudah dan akan terus memperkuat jajaring kalian,” ujar Totok dihadapan wisudawan IMDE.Totok juga mengingatkan para wisudawan untuk membangun empati yaitu kemampuan menempatkan diri pada posisi orang lain. "Kita peduli pada situasi ekonomi yang sulit saat ini sehingga siap membantu meringankan beban dan membangun usaha rakyat banyak," ungkapnya“Ingatlah pada Tuhan, karena semua pencapaian kita berkat ridho dan kehendaknya. Selamat kepada para wisudawan dan keluarga , taklukan dunia dengan karya hebatmu. Kemudian, kembali ke almamater IMDE untuk berbagi ilmu , pengalaman, moral dan material dengan adik-adikmu. IMDE is your home too,” tambah Totok. Era Disrupsi Teknologi di mana Perubahan Sangat CepatDalam acara Wisuda Ahli Madya IMDE ini, hadir pula Ketua Tim Sistem Informasi LLDikti Wilayah III Wiji Murdoko yang mewakili Kepala LLDikti Wilayah III Hendri Tambunan, sekaligus membacakan sambutan resmi Kepala LLDikti III tersebut.Menurut Hendri Tambunan, wisuda bukanlah garis akhir, melainkan gerbang menuju perjalanan baru. “Gelar akademik yang hari ini Anda sandang adalah bukti kemampuan, kerja keras dan dedikasi. Namun lebih dari itu. gelar ini juga merupakan tanggungjawab untuk menerapkan ilmu, menjaga integritas, serta memberi kontribusi nyata bagi mayasrakat, bangsa, dan negara,” katanya.Kepala LLDIKTI Wilayah III ini mengatakan, bahwa saat ini masyarakat hidup di era disrupsi teknologi, di mana perubahan begitu cepat dan profesi-profesi lama bisa hilang, sebaliknya profesi baru bermunculan setiap hari.“Di tengah situasi ini, yang bertahan bukanlah yang terkuat, melainkan yang paling adaptif dan inovatif. Saya yakin, dengan bekal pendidikan di IMDE yang menekankan keterampilan digital, kreativitas, serta nilai-nilai kebangsaan, paa wisudawan akan mempu menghadapi tantangan ini dengan percaya diri,” ujar Hendri.Kepada para wisudawan, Hendri berpesan agar mereka terus belajar, sebab gelar akademik memang salah satu pencapaian besar. Namun, proses belajar tidak boleh berhenti. Sebab dunia berubah dengan cepat dan hanya mereka yang mau terus belajar yang akan mampu bertahan.“Bangunlah karakter dan integritas. Dunia kerja tidak hanya membutuhkan orang pintar mencari pekerjaan, tetapi juga orang yang jujur, bertanggungjawab, dan memiliki semangat kolaborasi,” ujarnya.Wisuda IMDE ke -18 ini tidak hanya diisi acara smabutan dan seremonial saja, melainkan juga ajang penampilan bakat dan kemampuan mahasiswa. selain ditayangkan berbagai cuplikan video hasil karya mahasiswa, juga ada penampilan pantomim memukai dari mahasiswa Prodi Entertain. Para dosen juga memberikan persembahan istimewa dengan tampil menyanyi sebagai grup band, membuat suasana makin meriah. https://www.liputan6.com/tekno/read/6155313/managing-director-vidio-sebut-kaum-muda-berperan-penting-bangun-indonesia-lewat-teknologi-dan-kreativitas?page=310 September 2025
Baca Selengkapnya
CEO VIP EMTEK Group...
02 Apr 2026
Jakarta - Institut Media Digital EMTEK (IMDE) mengggelar pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa kampus (PKKMB) 2025 atau kuliah perdananya. Rektor IMDE Totok Amin Soefijanto menyampaikan, mahasiswa yang berkuliah di IMDE dipastikan bukan sebatas berkuliah. Melainkan melahirkan ide dan mewujudkannya."Saya ingin menekankan bahwa kita berada di sini tidak hanya sekedar kuliah. Tidak hanya sekedar masuk ke kampus dan pulang. Tetapi di sini adalah Anda semua akan mewujudkan ide. Di sini ide diwujudkan, dalam bentuk sketch, gambar, pikiran. Akhirnya menjadi seperti ini. Itulah yang akan kita lakukan di kampus ini," kata Totok di Studio 5 Indonesia, Jalan Damai, Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (3/9/2025).Totok memastikan, IMDE adalah kampus berintegritas. Artinya tidak ada toleransi kepada siapa pun yang berbuat tindakan tercela di lingkungan IMDE."Jadi, kita harus jujur, kita harus bekerja secara profesional. Tidak ada yang namanya mark-up, tidak ada yang namanya korupsi. Tidak ada juga yang namanya kekerasan, perundungan, pelecehan. Itu semua zero tolerance," tegas Totok.Kuliah perdana tahun ini, IMDE menghadirkan CEO Visual Indomedia Produksi (VIP) EMTEK Group Indra Yudhistira yang berbicara soal Trend Konten Digital dan Artificial Intelligence (AI). Sebagai seorang profesional dan experties di bidang film making, Indra menyampaikan perkembangan AI saling bersinergi, bahkan lebih cepat dari prediksi sebelumnya."Dulu diprediksi AI itu masuk masa perannya di 2029. Tapi, dengan perkembangan kompetisi yang luar biasa ternyata 2025 ini udah mulai gila perkembangannya yang seperti tadi kita lihat. So, apa sih yang kita AI bisa lakuin dalam filmmaking?" tanya Indra kepada mahasiswa.Menjawab hal itu, beragam jawaban disampaikan, Indra mengapresiasi setiap pernyataan dari mahasiswa IMDE. Dia pun menggarisbawahi bahwa AI cukup berperan dalam Idea generation."Jadi, AI itu mudah banget untuk research. Jadi kalau temen-temen mau research, ini nanti ada contohnya waktu saya research tentang Majapahit. Ya, keluar dulu semua tesis tentang Majapahit di seluruh dunia," ungkap Indra.Tulis SkripSelain ide, lanjut Indra, AI juga bisa diminta untuk membantu menuliskan skrip awal yang masih menjadi raw material. Tetapi diakui, saat ini AI belum bisa menuliskan skrip yang betul-betul bagus."Tapi karena ini perkembangannya cepat, saya yakin dalam beberapa bulan ke depan akan bisa diperbaiki," yakin Indra.Indra optimistis, AI tidak akan memusnahkan kerja-kerja manusia. AI juga akan tidak akan menggantikan peran dari manusia itu sendiri. Karena itu, dia percaya mereka yang sudah bersama AI akan menguasai industri."Jadi saya dorong buat siapapun, jadikan AI sebagai alat bantu karena dia akan membantu kalian hari ini dan di masa depan," dia memungkasi.Karier Indra YudhistiraSebagai informasi Indra Yudhistira memiliki karier cemerlang di berbagai lembaga media, mulai dari Trans TV di tahun 2000, kemudian RCTI, Kompas TV, Indosiar, SCTV, hingga saat ini bernaung di EMTEK.Diketahui Indra memiliki karya yang fenomenal bagi dan menjadi sejarah dalam program pertelevisian Tanah Air, seperti Indonesian Idol, Deal or No Deal Indonesia, The Master hingga Opening & Closing Ceremony SEA GAMES 2011 (Palembang) — selaku chief director dan show director.https://www.liputan6.com/news/read/6149868/ceo-vip-emtek-group-indra-yudhistira-ungkap-peran-ai-di-dunia-konten-digital-bersama-mahasiswa-imde?page=303 September 2025
Baca Selengkapnya
Pengawas Yayasan Ind...
02 Apr 2026
Jakarta Pengawas Yayasan Indosiar Susanto Suwarto mengingatkan seluruh jajaran Institut Media Digital Emtek (IMDE) untuk terus melakukan adaptasi, inovasi, dan antisipasi dampak teknologi yang makin cepat di era digital saat ini.Hal tersebut disampaikan Susanto saat menjadi salah satu pembicara dalam Rapat Kerja (Raker) IMDE yang diselenggarakan di Kampus IMDE, Jakarta Barat. Acara tersebut juga dihadiri oleh Rektor IMDE Totok Amin Soefijanto."Di Emtek Group, jauh hari kita sudah siapkan dalam mengantisipasi perubahan teknologi yang cepat. Jadi, pesan yang ingin saya sampaikan di sini adalah perubahan-perubahan seperti ini mengharuskan kita untuk siap membaca tren. Apa yang terjadi? Apa itu?", ungkap Susanto.Menurutnya, jika suatu media tidak melakukan adaptasi dengan perkembangan teknologi, maka akan mudah ditinggalkan oleh audiens. "Jadi kita tahu akan terjadi dan kita berada dalam tren itu, berada dalam perubahan itu. Nah, Emtek berhasil melalui berbagai disrupsi, hingga saat ini," tambahnya.Susanto Soroti Pentingnya Pengembangan SDMPada kesempatan tersebut, Susanto memberikan contoh bagaimana negara Singapura melakukan langkah antisipasi dengan mengubah kurikulum sesuai keadaan, memperkuat lini penelitian, dan kerja sama sinergis antar perguruan tinggi."Saya sering diundang berbicara di sejumlah kampus di Singapura dan bertemu para tokoh pendidik, termasuk Menteri Pendidikannya, jadi saya paham betapa kesiapan mengantisipasi perubahan dengan berbagai inovasi dan kerja keras, akan mampu membuat Singapura maju seperti saat ini," kata Susanto.Dalam kaitan pengembangan kampus IMDE, Susanto menyoroti pentingnya mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam menghadapi transisi digital, termasuk investasi di pendidikan dan pelatihan. Salah satu pendiri Emtek Group itu juga menekankan perlunya corporate culture yang kuat dengan karakter adaptif dan berkembang.Tak hanya Susanto, pimpinan SCM Harsiwi Ahmad juga berkesempatan menyampaikan paparan pada acara tersebut. Sejumlah pertanyaan dan diskusi hangat pun terjadi selama acara tersebut berlangsung.Pentingnya Media SosialSementara itu, Rektor IMDE Totok Amin Soefijanto menjelaskan konsep dasar jalur ke-3, yakni Profesional Media Sosial, Hybrid Learning Method, dan Vertical Shorts."Mengapa media sosial penting bagi mahasiswa S1? Karena industri digital membutuhkan talenta yang mahir dalam pemasaran digital, manajemen komunitas, dan influencer marketing dan juga membangun citra diri dan reputasi profesional sejak dini," ungkap Totok."Di samping itu memungkinkan mahasiswa memulai bisnis dan mempromosikan produk/jasa serta menghhubungkan mahasiswa dengan profesional industri dan juga mengembangkan mahasiswa berfikir kritis serta kreatif," tambahnya.Rektor IMDE juga mengungkapkan perkembangan yang terus maju di kampus, baik dalam program studi maupun jumlah mahasiswa baru yang akan memulai perkuliahan pada September mendatang. Dia berharap, kerja sama dengan Group Emtek bisa semakin kuat agar sinergi kampus dan industri berjalan maksimal.https://www.liputan6.com/bisnis/read/6141366/pengawas-yayasan-indosiar-ingatkan-pentingnya-adaptasi-dan-inovasi-di-era-digital-saat-ini?page=325 Agustus 2025
Baca Selengkapnya