Institut Media Digital Emtek

Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu

article
Kunjungi Balai Pusta...
02 Apr 2026
Jakarta-Target Balai Pustaka untuk 2026 masih sama dan akan selalu sama yaitu untuk terus menjadi pilar dalam meningkatkan literasi bangsa. Melalui karya-karya sastra maupun koleksi Balai Pustaka lainnya, kami akan terus berusaha menghidupkan keinginan membaca dan tingkat melek literasi masyarakat, serta mendukung program literasi pemerintah.Kerja sama dari berbagai instansi dan pengembangan bacaan akan menjadi program utama dalam visi dan misi perusahaan.Staf Departemen Corporate yang mendukung kebutuhan Direksi sebagai Sekretaris Direksi, Putri Hafizhah mengungkapkan hal itu saat menjawab pertanyaan ketika menerima kunjungan sejumlah mahasiswa Institut Media Digital Emtek (IMDE) yang tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa IBJ atau IMDE Broadcast Journalism, akhir pekan ini.Saat ini lanjut Putri, Balai Pustaka terus menerbitkan kembali buku-buku sastra lama seperti republish buku Salah Asuhan, Sitti Nurbaya, Atheis, dan Si Jamin Si Johan. Balai Pustaka juga mengembangkan buku anak yang belum lama terbit yaitu Seri Mencecap Kuliner Lokal yang merupakan pengembangan dari Intellectual Properti lama Balai Pustaka.“Koleksi yang dimiliki Balai Pustaka saat ini jumlahnya sekitar 7.000 judul. Jumlah tersebut terdiri dari buku sastra, pengetahuan umum, life skill, muatan lokal daerah, dan lain-lainnya. Adapun Balai Pustaka juga mempunyai 30 sastra klasik seri unggulan,” ujar Puteri.Menjawab pertanyaan tentang pola kerja sama dengan BUMN/Perusahaan milik pemerintah dan swasta agar buku -buku bermutu dapat dicetak ulang, Puteri menjelaskan, untuk pencetakan ulang buku-buku bermutu kami memiliki prosedur kurasi yang dilakukan oleh tim IP (Intellectual Property) Management untuk menentukan buku apa yang sekiranya memiliki isi yang baik sekaligus relevan dengan tren pembaca saat ini.“ Untuk pola kerja sama kami saat ini masih mengandalkan biaya mandiri dari perusahaan untuk melakukan pencetakan ulang buku-buku tersebut. Namun, kami juga tetap mengusahakan untuk buku-buku yang memiliki nilai buku yang bermutu dan cocok untuk dijadikan bahan ajar di sekolah untuk dicetak ulang dengan dukungan dari Kemendikdasmen,”papar Putri.Mahasiswa IMDE AntusiasDitanya kesanya atas kedatangan para mahasiswa IMDE, Puteri menilai, selama kegiatan kunjungan, respon mahasiswa IMDE sangat positif dan antusias khususnya selama Wisata Edukasi. Mahasiswa IMDE aktif mengeksplorasi dengan mengajukan berbagai pertanyaan dan diskusi mengenai sejarah, sastra, dan hal-hal yang berkaitan dengan penerbitan di Balai Pustaka.“Secara keseluruhan, kunjungan mahasiswa IMDE berjalan interaktif. Mereka juga memberikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan dapat melihat koleksi buku-buku heritage sejak zaman Belanda dan historis dari Balai Pustaka,” kata Puteri.Sementara itu Ketua IBJ, Idris mengatakan dirinya sangat bangga dapat melihat langsung koleksi kekayaan budaya dan literasi yang masih terawat di Balai Pustaka. Selian itu mendaat penjelasan langsung dari pimpinan Balai Pustaka, institusi yang sudah lebih satu abad menerangi jagat sastra Indonesia.“Sangat pas bila mahasiswa berkunjung ke Balai Pustaka dan ikut menyebarkan budaya baca ke masyarakat, khususnya bacaan bermutu baik sastra, budaya, maupun ilmu pengetahun lainnya,” kata Idris.Sedangkan Hanna Khalila, salah satu pengurus IBJ menyatakan hal senada. Sangat surprise bisa mengunjungi dan melihat langsung ribuan koleksi buku budaya dan sastra Balai Pustaka. “Saya beli juga beberapa buku dan yang menyenangkan, dibuatkan pantun langsung oleh Bapak Dirut Balai Pustaka, Pak Ahmad Facrodji,”katanya. (sur)https://www.sinarharapan.net/kunjungi-balai-pustaka-mahasiswa-imde-melihat-langsung-koleksi-sastra-indonesia-bernilai-tinggi/23 November 2025
Baca Selengkapnya
article
IMDE Learning Day: B...
02 Apr 2026
Jakarta Banyak jalan untuk menggapai cita dan tidak sedikit peluang yang dapat diperjuangkan oleh siapa pun untuk mencapai titik puncak prestasi, baik dalam bidang akademis maupun karya kreatif yang tak terbatas. Paling tidak Dimitri Josephine telah membuktikannya dan semuanya diceritakan dalam acara bertajuk “Learning Day” Institut Media Digital Emtek (IMDE), Jumat (14/11/2025).Acara yang digelar secara zoom dengan topik “Berbagi Cerita, Menebar Inspirasi: Dari Industri Kreatif ke Dunia PhD” menghadirkan narasumber utama pelaku industri kreatif, Dimitri Josephine dan diikuti para dosen IMDE, tenaga kependidikan, dan mereka yang sedang magang di IMDE.Saat memberi sambutan pada seri ke-5 Learning Day ini, Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto Ed.D mengatakan, kisah perjalanan Dimitri dan konsistensinya dalam industri kreatif memperlihatkan betapa kerja keras dan konsistensi menekuni industri kreatif, utamanya berbasis teknologi digital, telah membuahkan hasil, bukan saja pengakuan atas kiprahnya, tapi tawaran untuk melanjutkan studi hingga tingkat doktoral.“Kiprah Dimitri ini pasti menginspirasi kita semua untuk terus belajar dan mengukir prestasi. Pengakuan dan peluang yang lebih tinggi pasti akan menghampiri,” ujar Totok Amin Soefijanto yang turut memberikan rekomendasi untuk pengajuan studi doktor Dimitri.Dimitri mengakui bahwa rekomendasi dari Rektor IMDE punya nilai tambah dalam meloloskan pengajuannya, karena dirinya ingat pernah beberapa kali mengisi acara di IMDE.Untuk rekomendasi dari kalangan perguruan tinggi ya ingetnya Pak Totok,” katanya.Ketekunan Membawa HasilSebagai anak muda yang masih terus belajar dan berkarya, Dimitri terus terang merasa kikuk berbicara kepada para dosen yang dinilainya sudah sangat berpengalaman. Namun dia meyakinkan dirinya bahwa ini sebatas sharing, mungkin ada hal positif yang bisa diambil.Dimitri seakan merendah dengan beragam karya kreaif yang sudah digenggamnya. Padahal, wanita instruktur Unreal Engine kebanggaan Indonesia ini telah menorehkan banyak prestasi dan karya yang original.Lalu, Dimitri menjelaskan, Ia dan suaminya Arie Patih yang biasa bergerak di dunia event, seakan berhenti karena Covid-19. Tapi situasi yang tak terhindarkan itu membuat pasangan ini untuk lebih kreatif. Dia dan sang suami menyadari, dunia animasi dan game menawarkan banyak potensi, terutama di Indonesia. Dimitri dan Arie pun kemudian memiliki visi memanfaatkan teknologi 3D untuk mengembangkan industri kreatif di Tanah Air.Membuat virtual production yakni teknik pengambilan gambar di studio yang dilengkapi dengan monitor LED sebagai latar belakang jadi dan menggunakan layar langkah awal pemanfaatan teknologi 3D. Dimitri dan suami berbagi tugas. Sang suami mendalami teknik virtual production ini. Arie fokus di area teknis, sementara Dimitri mendalami sisi software, yaitu Unreal Engine.Ketekunan mereka pun membawa hasil. Beberapa klien mempercayakan iklan dan video klip yang memanfaatkan virtual production. Salah satu contoh karya Dimitri dan Arie adalah video clip Bintang di Surga dari Noah.Hingga kini lanjut Dimitri, pihaknya sudah mengerjakan sekitar 70 project yang memanfaatkan virtual production. Sebagian besar dari Indonesia, tapi ada juga namun ada juga untuk studio luar negeri.Saat ini Dimitri dikenal sebagai pakar dalam penggunaan Unreal Engine di luar industri game. Kemampuannya bahkan sampai ke Epic Games, perusahaan pembuat Unreal Engine. Epic Game pun kemudian meminta Dimitri mengikuti beberapa tes agar dapat mengantongi sertifikat resmi dari Epic Games. Setelah menjalani proses evaluasi sekitar lima bulan, Dimitri pun resmi menyandang predikat Unreal Engine Authorized Instructor.“Saya orang pertama di Indonesia dan saat ini masih satu-satunya yang berfokus pada virtual production dan animasi,” ungkap DimitriLompat ke Studi DoktoralPaparan Dimitri sampai pada titik yang cukup penting yakni tawaran untuk melanjutkan studi doktoral, meskipun statusnya masih sarjana, belum menempuh studi master atau S-2. Pihk pemberi beasiswa tidak mempermasalahkan karena karya dan kiprahnya selama ini mungkin setara dengan lulusan S-2.“Tawaran studi doktoral cukup menantang meski prosesnya berliku. Jadi aku langsung lompat dari S1 ke PhD. Kebetulan ini adalah beasiswa dari pemerintah Australia dan bukan dari Indonesia. Supervisor aku lalu fight & build up case ini ke Uniersitas nya karena aku gak punya S2, jadi kita ngumpulin banyak dokumen & porto folio lalu kita lampirin ke Universitasnya,” ungkap Dimitri.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6212997/imde-learning-day-berbagi-cerita-menebar-inspirasi-dari-industri-kreatif-ke-dunia-phd?page=316 November 2025
Baca Selengkapnya
article
IBJ IMDE Dalami Duni...
02 Apr 2026
Jakarta – Unit Kegiatan Mahasiswa IMDE Broadcast Journalism (IBJ) dari Institut Media Digital Emtek mengadakan company visit ke SCTV Tower dan Liputan 6 pada Kamis (09/10/2025).Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga bagi para mahasiswa yang ingin mendalami dunia jurnalistik. Mereka dapat melihat langsung proses kerja dunia jurnalistik televisi, mulai dari peran reporter hingga anchor di ruang redaksi.Kegiatan dipandu oleh Lisa, perwakilan dari Corporate Communication Emtek Group, yang mengenalkan lingkungan kerja, bagaimana setiap divisi berkolaborasi dalam produksi berita harian, serta mengajak mahasiswa berkeliling studio untuk menyaksikan secara langsung aktivitas produksi siaran berita.Salah satu sesi yang paling menarik datang dari Reza Ramadhansyah, Producer sekaligus pemateri sesi redaksi Liputan 6, yang berbagi pengalaman seputar rutinitas kerja para jurnalis televisi.“Setiap pagi sekitar jam empat, semua tim sudah siap. Dari anchor, reporter, sampai produser, semuanya punya peran penting untuk memastikan berita bisa tayang dengan baik,” jelasnya.Reza juga menegaskan pentingnya menjaga akurasi di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat.“Yang utama itu berita harus sesuai fakta. Kami nggak bisa cuma ikut hal viral tanpa verifikasi. Semua bagian, sekecil apa pun, punya tanggung jawab menjaga kredibilitas,” tambahnya.Ia pun menambahkan bahwa setiap posisi di newsroom saling terhubung, tidak bisa bekerja sendiri, melainkan hasil kerja sama banyak pihak.“Kalau nggak ada tim online studio, nggak ada program. Nggak ada anchor, nggak ada yang menyampaikan cerita. Nggak ada produser, nggak ada arah ceritanya. Semua berperan penting,” tuturnya.Lewat kunjungan ini, mahasiswa IBJ IMDE bukan cuma belajar teknis jurnalistik, tapi juga merasakan pengalaman dan wawasan baru tentang pentingnya kerja tim, profesionalisme dan akurasi dalam dunia jurnalistik televisi. Pengalaman langsung ini diharapkan bisa menjadi inspirasi buat calon jurnalis muda dalam menapaki karier di industri media digital. (sur)https://www.sinarharapan.net/ibj-imde-dalami-dunia-jurnalistik-tv-di-liputan-6/11 October 2025
Baca Selengkapnya
article
Wonderful UT-IMDE: R...
02 Apr 2026
Jakarta Rektor Institut Media Digital Emtek (IMDE) Totok Amin Soefijanto mengunjungi kampus Universitas Terbuka (UT) di kawasan Pondok Cabe, Jakarta Selatan, pada Kamis (09/10/2025).“Wonderful,” ujar Totok saat tiba di kampus UT.Sebagai salah satu tonggak pendidikan Indonesia, UT terus bertransformasi sejak menjadi PTN-BH pada 20 Oktober 2022 yang lalu. Pada 25 Agustus 2025, UT telah melantik rektor baru, Prof. Ali Muktiyanto. Prof Ali pernah menjabat sebagai Kaprodi Akuntansi, Dekan Fakultas Ekonomi, dan Wakil Rektor bidang Keuangan, Sumberdaya, dan umum.“Kita ini ternyata memiliki potensi yang besar untuk kerjasama,” kata Dr. Tuti Puwoningsih, wakil direktur bidang akademik dan kemahasiswaan Sekolah Vokasi Universitas Terbuka, yang menerima kunjungan tim IMDE.Sekolah Vokasi UT juga baru dibentuk September 2025 yang akan mengkonsolidasikan semua prodi vokasi yang saat ini tersebar di berbagai Fakultas.Dalam sambutannya, Rektor IMDE menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi secara kolaboratif dan adaptif terhadap perkembangan digital. “Kami melihat Universitas Terbuka sebagai mitra strategis dalam memperluas akses dan inovasi pendidikan tinggi berbasis teknologi dan sistem pendidikan daring. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat mempercepat transformasi akademik dan peningkatan kualitas akademik, pembinaan kompetensi Dosen, eksplorasi pendidikan berbasis digital dan hybrid, serta alternatif penerimaan di luar uang kuliah. Sebagai PTN-BH, UT tentu berpengalaman dalam membuka unit-unit baru untuk usaha kampus yang mendatangkan penerimaan,” ujar Totok Amin Soefijanto.IMDE yang berada di dalam ekosistem Elang Mahkota Teknologi (EMTEK) memiliki tugas mengembangkan kualitas manusia di bidang industri kreatif dan bisnis digital. Kemampuan anak-anak bangsa dalam mencipta karya seni hendaknya terus diasah, salah satunya melalui IMDE, agar produk seni budaya seperti film, teater, program televisi, drama, dan sejenisnya memiliki mutu kelas dunia.  “Kami ingin karya-karya anak bangsa menjadi tuan rumah yang mendominasi ruang publik di tanah air, tidak kalah dari produk impor,” tambah Rektor IMDE. Wakil Direktur Akademik sekolah Vokasi menegaskan bahwa UT selalu membuka ruang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di dalam dan dari luar negeri guna memperkuat jaringan pembelajaran yang terbuka dan fleksibel. Kolaborasi dengan IMDE ini sangat relevan dengan semangat UT dalam memperluas jangkauan pendidikan berkualitas dan pengembangan riset terapan yang berdampak bagi masyarakat,” kata Vivi Indra Amelia Nasution, staf ahli Rektor dan Chief of Global Reputation Task Force UT.Kerja Sama Berbagai Aspek StrategisTim UT dan IMDE menyusun naskah kerja sama untuk mewujudkan kolaborasi yang produktif. Ruang lingkup kerja sama yang akan dituangkan dalam MoU mencakup berbagai aspek strategis, di samping kolaborasi Tri Dharma adalah memberikan kesempatan dosen IMDE untuk memberikan materi-materi kuliah yang bisa ditawarkan di ICE (Indonesia Cyber Education) Institute yang didirikan oleh 14 perguruan tinggi di tanah air, antara lain UI, UGM, IPB, dan Binus University. UT saat ini didapuk menjadi koordinator ICE Institute.  “Mata kuliah yang ada di sini ada yang free dan berbayar, dapat diakses siapa saja, tidak harus mahasiswa. Bisa juga masyarakat umum yang ingin belajar sesuatu,” kata Prof. Fatia Fatimah, manajer kemitraan dan sertifikasi ICE Institute.ICE yang berada di UT ini yang mirip seperti marketplace untuk mata-mata kuliah yang bisa diikuti oleh mahasiswa dari seluruh Indonesia, bahkan mahasiswa internasional. Indonesia itu beragam dari sisi adopsi teknologi dan ketersediaan jaringan telekomunikasi. Selain keragaman penguasaan kompetensi digital pembelajarannya, ada wilayah-wilayah yang di luar jangkauan sistem telkom yang ada. Fakta ini membuat tim produksi bahan ajar di UT terus beradaptasi tanpa mengabaikan pembelajar yang masih bergantung pada modul cetak.  “Kami masih menyiapkan materi cetak, meskipun terus mengembangkan materi digital dan ruang virtual, termasuk metaverse,” kata Candra Wibawa, manajer Produksi Bahan Ajar UT.  Kunjungan IMDE ke UT ini juga menjadi momentum penting untuk membangun ekosistem kolaborasi pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan berorientasi masa depan. Rencana penandatanganan MoU dijadwalkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat antara Rektor Institut Media Digital Emtek (IMDE) dan Universitas Terbuka (UT). Kedua lembaga ini berkomitmen memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang terbuka, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6181459/wonderful-ut-imde-rektor-imde-berkunjung-ke-universitas-terbuka?page=210 Oktober 2025
Baca Selengkapnya
Halaman 2 dari 13
Menu
Profil
Riwayat