Artikel Lainya
Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu
02 April 2026 • Oleh Institut Media Digital Emtek
Jakarta - Institut Media Digital EMTEK (IMDE) mengggelar pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa kampus (PKKMB) 2025 atau kuliah perdananya. Rektor IMDE Totok Amin Soefijanto menyampaikan, mahasiswa yang berkuliah di IMDE dipastikan bukan sebatas berkuliah. Melainkan melahirkan ide dan mewujudkannya.
"Saya ingin menekankan bahwa kita berada di sini tidak hanya sekedar kuliah. Tidak hanya sekedar masuk ke kampus dan pulang. Tetapi di sini adalah Anda semua akan mewujudkan ide. Di sini ide diwujudkan, dalam bentuk sketch, gambar, pikiran. Akhirnya menjadi seperti ini. Itulah yang akan kita lakukan di kampus ini," kata Totok di Studio 5 Indonesia, Jalan Damai, Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (3/9/2025).
Totok memastikan, IMDE adalah kampus berintegritas. Artinya tidak ada toleransi kepada siapa pun yang berbuat tindakan tercela di lingkungan IMDE.
"Jadi, kita harus jujur, kita harus bekerja secara profesional. Tidak ada yang namanya mark-up, tidak ada yang namanya korupsi. Tidak ada juga yang namanya kekerasan, perundungan, pelecehan. Itu semua zero tolerance," tegas Totok.
Kuliah perdana tahun ini, IMDE menghadirkan CEO Visual Indomedia Produksi (VIP) EMTEK Group Indra Yudhistira yang berbicara soal Trend Konten Digital dan Artificial Intelligence (AI). Sebagai seorang profesional dan experties di bidang film making, Indra menyampaikan perkembangan AI saling bersinergi, bahkan lebih cepat dari prediksi sebelumnya.
"Dulu diprediksi AI itu masuk masa perannya di 2029. Tapi, dengan perkembangan kompetisi yang luar biasa ternyata 2025 ini udah mulai gila perkembangannya yang seperti tadi kita lihat. So, apa sih yang kita AI bisa lakuin dalam filmmaking?" tanya Indra kepada mahasiswa.
Menjawab hal itu, beragam jawaban disampaikan, Indra mengapresiasi setiap pernyataan dari mahasiswa IMDE. Dia pun menggarisbawahi bahwa AI cukup berperan dalam Idea generation.
"Jadi, AI itu mudah banget untuk research. Jadi kalau temen-temen mau research, ini nanti ada contohnya waktu saya research tentang Majapahit. Ya, keluar dulu semua tesis tentang Majapahit di seluruh dunia," ungkap Indra.
Tulis Skrip
Selain ide, lanjut Indra, AI juga bisa diminta untuk membantu menuliskan skrip awal yang masih menjadi raw material. Tetapi diakui, saat ini AI belum bisa menuliskan skrip yang betul-betul bagus.
"Tapi karena ini perkembangannya cepat, saya yakin dalam beberapa bulan ke depan akan bisa diperbaiki," yakin Indra.
Indra optimistis, AI tidak akan memusnahkan kerja-kerja manusia. AI juga akan tidak akan menggantikan peran dari manusia itu sendiri. Karena itu, dia percaya mereka yang sudah bersama AI akan menguasai industri.
"Jadi saya dorong buat siapapun, jadikan AI sebagai alat bantu karena dia akan membantu kalian hari ini dan di masa depan," dia memungkasi.
Karier Indra Yudhistira
Sebagai informasi Indra Yudhistira memiliki karier cemerlang di berbagai lembaga media, mulai dari Trans TV di tahun 2000, kemudian RCTI, Kompas TV, Indosiar, SCTV, hingga saat ini bernaung di EMTEK.
Diketahui Indra memiliki karya yang fenomenal bagi dan menjadi sejarah dalam program pertelevisian Tanah Air, seperti Indonesian Idol, Deal or No Deal Indonesia, The Master hingga Opening & Closing Ceremony SEA GAMES 2011 (Palembang) — selaku chief director dan show director.
03 September 2025
Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu