Wonderful UT-IMDE: Rektor IMDE Berkunjung Ke Universitas Terbuka

02 April 2026 • Oleh Institut Media Digital Emtek

Jakarta Rektor Institut Media Digital Emtek (IMDE) Totok Amin Soefijanto mengunjungi kampus Universitas Terbuka (UT) di kawasan Pondok Cabe, Jakarta Selatan, pada Kamis (09/10/2025).

“Wonderful,” ujar Totok saat tiba di kampus UT.

Sebagai salah satu tonggak pendidikan Indonesia, UT terus bertransformasi sejak menjadi PTN-BH pada 20 Oktober 2022 yang lalu. Pada 25 Agustus 2025, UT telah melantik rektor baru, Prof. Ali Muktiyanto. Prof Ali pernah menjabat sebagai Kaprodi Akuntansi, Dekan Fakultas Ekonomi, dan Wakil Rektor bidang Keuangan, Sumberdaya, dan umum.

“Kita ini ternyata memiliki potensi yang besar untuk kerjasama,” kata Dr. Tuti Puwoningsih, wakil direktur bidang akademik dan kemahasiswaan Sekolah Vokasi Universitas Terbuka, yang menerima kunjungan tim IMDE.

Sekolah Vokasi UT juga baru dibentuk September 2025 yang akan mengkonsolidasikan semua prodi vokasi yang saat ini tersebar di berbagai Fakultas.

Dalam sambutannya, Rektor IMDE menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi secara kolaboratif dan adaptif terhadap perkembangan digital. 

“Kami melihat Universitas Terbuka sebagai mitra strategis dalam memperluas akses dan inovasi pendidikan tinggi berbasis teknologi dan sistem pendidikan daring. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat mempercepat transformasi akademik dan peningkatan kualitas akademik, pembinaan kompetensi Dosen, eksplorasi pendidikan berbasis digital dan hybrid, serta alternatif penerimaan di luar uang kuliah. Sebagai PTN-BH, UT tentu berpengalaman dalam membuka unit-unit baru untuk usaha kampus yang mendatangkan penerimaan,” ujar Totok Amin Soefijanto.

IMDE yang berada di dalam ekosistem Elang Mahkota Teknologi (EMTEK) memiliki tugas mengembangkan kualitas manusia di bidang industri kreatif dan bisnis digital. Kemampuan anak-anak bangsa dalam mencipta karya seni hendaknya terus diasah, salah satunya melalui IMDE, agar produk seni budaya seperti film, teater, program televisi, drama, dan sejenisnya memiliki mutu kelas dunia.  

“Kami ingin karya-karya anak bangsa menjadi tuan rumah yang mendominasi ruang publik di tanah air, tidak kalah dari produk impor,” tambah Rektor IMDE. Wakil Direktur Akademik sekolah Vokasi menegaskan bahwa UT selalu membuka ruang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di dalam dan dari luar negeri guna memperkuat jaringan pembelajaran yang terbuka dan fleksibel. Kolaborasi dengan IMDE ini sangat relevan dengan semangat UT dalam memperluas jangkauan pendidikan berkualitas dan pengembangan riset terapan yang berdampak bagi masyarakat,” kata Vivi Indra Amelia Nasution, staf ahli Rektor dan Chief of Global Reputation Task Force UT.


Kerja Sama Berbagai Aspek Strategis


Tim UT dan IMDE menyusun naskah kerja sama untuk mewujudkan kolaborasi yang produktif. Ruang lingkup kerja sama yang akan dituangkan dalam MoU mencakup berbagai aspek strategis, di samping kolaborasi Tri Dharma adalah memberikan kesempatan dosen IMDE untuk memberikan materi-materi kuliah yang bisa ditawarkan di ICE (Indonesia Cyber Education) Institute yang didirikan oleh 14 perguruan tinggi di tanah air, antara lain UI, UGM, IPB, dan Binus University. UT saat ini didapuk menjadi koordinator ICE Institute.  

“Mata kuliah yang ada di sini ada yang free dan berbayar, dapat diakses siapa saja, tidak harus mahasiswa. Bisa juga masyarakat umum yang ingin belajar sesuatu,” kata Prof. Fatia Fatimah, manajer kemitraan dan sertifikasi ICE Institute.

ICE yang berada di UT ini yang mirip seperti marketplace untuk mata-mata kuliah yang bisa diikuti oleh mahasiswa dari seluruh Indonesia, bahkan mahasiswa internasional. 

Indonesia itu beragam dari sisi adopsi teknologi dan ketersediaan jaringan telekomunikasi. Selain keragaman penguasaan kompetensi digital pembelajarannya, ada wilayah-wilayah yang di luar jangkauan sistem telkom yang ada. Fakta ini membuat tim produksi bahan ajar di UT terus beradaptasi tanpa mengabaikan pembelajar yang masih bergantung pada modul cetak.  

“Kami masih menyiapkan materi cetak, meskipun terus mengembangkan materi digital dan ruang virtual, termasuk metaverse,” kata Candra Wibawa, manajer Produksi Bahan Ajar UT.  

Kunjungan IMDE ke UT ini juga menjadi momentum penting untuk membangun ekosistem kolaborasi pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan berorientasi masa depan. 

Rencana penandatanganan MoU dijadwalkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat antara Rektor Institut Media Digital Emtek (IMDE) dan Universitas Terbuka (UT). Kedua lembaga ini berkomitmen memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang terbuka, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.


https://www.liputan6.com/citizen6/read/6181459/wonderful-ut-imde-rektor-imde-berkunjung-ke-universitas-terbuka?page=2


10 Oktober 2025

Artikel Lainya

Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu

article
IMDE Gandeng EMC Hea...
02 Apr 2026
Jakarta - Institut Media Digital Emtek (IMDE) secara resmi memperkuat fasilitas layanan mahasiswanya dengan meresmikan Unit Kesehatan Kampus baru yang bekerja sama dengan EMC Healthcare, jaringan rumah sakit terkemuka tanah air yang tercatat di bursa dengan kode saham SAME.Peresmian yang dilakukan pada Rabu (04/2026), merupakan bagian dari komitmen IMDE dalam menciptakan ekosistem belajar yang holistik. Rektor IMDE Totok Amin Soefijanto menekankan bahwa kesehatan adalah fondasi utama bagi mahasiswa untuk mencapai prestasi akademik dan inovasi yang optimal."Kami menyadari bahwa produktivitas intelektual harus didukung oleh kebugaran fisik yang prima. Melalui kolaborasi dengan EMC Healthcare, kami membawa standar layanan kesehatan rumah sakit papan atas langsung ke dalam lingkungan kampus," ujarnya dalam sambutannya.Totok menambahkan, mengutip tokoh kedokteran Sir William Osler, bahwa fokus utama klinik ini adalah "merawat manusia secara utuh," bukan sekadar mengobati gejala. Sinergi ini diharapkan dapat mengurangi hambatan kesehatan yang sering dihadapi mahasiswa di tengah padatnya jadwal perkuliahan.Klinik ini akan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dasar, penanganan darurat pertama, serta program konsultasi kesehatan bagi seluruh civitas akademika. Dukungan dari EMC Healthcare (SAME) memastikan bahwa setiap tenaga medis dan protokol yang dijalankan di klinik ini memiliki standar kualitas yang telah diakui secara nasional dan publik.Sebelum seremoni peresmian, dua mahasiswa IMDE tampil menghibur hadirin yakni pembacaan puisi oleh berjudul ”Perantara” oleh Dafa, dan tarian kreasi ”Tari Kembang Siantar” oleh Sabrina yakni. Hadirin pun terpukau dan memberikan aplaus.Satu VisiSementara itu, CEO PT Kedoya Adyaraya (RS EMC Grha Kedoya), dr. Yuniwati mewakili Tim EMC dalam sambutannya mengatakan bahwa Rumah Sakit EMC Healthcare dan IMDE merupakan dua entitas yang berbeda secara fungsi, tetapi satu dalam visi yakni membangun manusia Indonesia yang sehat dan cerdas."Selama ini, kita mungkin telahbersinggungan dalam berabagai kolaborasi infrmal, kini, melalui moment ini kita resmikan ikatan itu dalam bentuk yang lebih konkret, lebih terasa manfaatnya,” ujar dr. Yuniwati.Lebih jauh dikatakan, sebagai sebuah rumah sakit yang memberikan pelayanan, EMC memahami bahwa akses terhadap kesehatan yang baik tidak boleh menjadi privilege, justru harus terbuka bagi setiap insan manusia.”Unit kesehatan kampus ini sederhana, tidak megah. Tetapi kami harap kehadirannya adalah jawaban atas kebutuhan dasar akan pelayanan ditingkat pertama bagi tenaga pendidik, mahasiswa, dan staf dari IMDE,” pungkas dr. Yuniwati.Hadir dari tim EMC Healthcare dalam acara peresmian klinik di lantai 3 Gedung Kampus IMDE selaian dr. Yuniwati adalah Medical Director EMC Healthcare dr. Meta, Hospital Director RS EMC Grha Kedoya dr. Hendry, Head Corporate EMC Healthcare Nia, Head of Medical RS EMC Grha Kedoya dr. Prisca, Head of Ancillary RS EMC Grha Kedoya dr. Virgin, Head of Medical RS EMC Tangerang dr. Edward, dan Corporate EMC Healthcare Fitri.Dari pihak IMDE, selaian Rektor hadir Wakil Rektor Bidag Akademik Dr. Ratih Damayanti, Wakil Rektor Bidang Non-Akademik Dr. Rhewindinar, para dosen, dan tenaga kependidikan. Sementara salah satu Duta Mahasiswa Bidang Bisnis Digital IMDE Keisya Shakila yang saat ini duduk di semester II berpendapat, adanya ruangan Unit Kesehatan Kampus merupakan hal yang bagus sekali.Jadi, bila ada mahasiswa ataupun dosen yang sakit, untuk sementara bisa meminum obat dan beristirahat di situ. ”Termasuk saya, sebelumnya saat saya sakit asam lambung, saya bingung mencari tempat untuk istirahat, kahirnya saya cari ruang kelas yang kosong,” katanya.Diketahui, Institusi Media dan Digital Ekonomi (IMDE) adalah lembaga pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan talenta di bidang ekonomi kreatif, teknologi, dan media digital. Sementara EMC Healthcare (SAME) adalah jaringan rumah sakit swasta di Indonesia yang berkomitmen memberikan layanan kesehatan komprehensif.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6291746/imde-gandeng-emc-healthcare-resmikan-klinik-kampus-tingkatkan-kesehatan-civitas-academica5 Maret 2026
Baca Selengkapnya
article
IMDE Gelar Pelatihan...
02 Apr 2026
Jakarta - Institut Media Digital Emtek (IMDE) sebagai institusi perguruan tinggi yang fokus pada media, digital, broadcasting, bisnis digital, dan entertaint punya perhatian serius untuk membukukan karyatulis para dosen dalam bidang-bidang tersebut. Dua buku terkait hal ini telah terbit dan menjadi bacaan publik yang menarik. Selanjutnya dalam tahun ini, IMDE berencana mengumpulkan karya para dosen dan tendik untuk dibukukan, namun dengan tema agak lain dan masih berhubungan dengan proses kreatif dan entertaint yakni fiksi, khususnya cerita pendek atau cerpen.Karena tidak mudah bagi dosen dan tendik untuk menulis cerpen, maka kampus memfasilitasi dengan memberikan pelatihan menulis cerpen dengan mengundang sastrawan-cerpenis terkemuka, Kurnia Effendi. Acara pelatihan ini dilaksanakan secara onsite dan live streaming di Tiktok dan kanal Youtube di kampus IMDE, Jakarta, Jumat (20/02/2026).Kurnia Effendi yang sudah malang-melintang di dunia sastra selama 40 tahun terakhir, mengaku senang dan menjadi tantangan tersendiri berbicara soal proses penulisan cerpen di hadapan para dosen dan tendik IMDE. Sebelum memberikan matero penulisan cerpen, sastrawan yang akrab disapa KEF ini bercerita tentang proses penulisan sejak kuliah di jurusan Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, serta perjalanan kreatifnya menulis, termasuk lahirnya fiksi “Pangeran dari Timur” lalu menjadi juri berbagai lomba penulisan, dan kegiatannya saat ini.Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto yangmembuka pelatihan ini mengatakan sebagai dosen dan pendidik, kita harus memiliki keseimbangan daya pikir otak kiri dan otak kanan. Apalagi buat dosen dan tendik di IMDE, harus bagus di angka, tapi juga jago dalam kreativitas. Pelatihan penulisan cerpen ini untuk menyiapkan dosen dan tendik IMDE mulai menulis fiksi yang merangsang imajinasi.“Kami semua akan menulis cerpen yang nantinya dijadikan buku karya civitas academica IMDE. Insya Allah, akan diluncurkan bareng buku kumpulan cerpen mahasiswa di Dies Natalis ke-28 nanti,” ucap Totok semangat.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademis IMDE, Ratih Damayanti mengatakan, sebagai pendidik, kepekaan kepada diri sendiri, lingkungan sosial perlu diasah. Hal ini akan membuat kita bisa menjadi pendamping mahasiswa yg tidak hanya mendidik namun memahami apa yg sedang terjadi dan dirasakan.Salah satu bentuk kepekaan yang perlu dikembangkan adalah kemampuan merasakan kondisi dan keadaan diri sendiri dan orang lain dan mengejawantahkannya dalam sebuah tulisan fiksi seperti mini caption refleksi , puisi bahkan dapat menjadi ide sebuah cerpen.“Pengalaman menuliskan apa yang kita rasa, apa yang kita pikirkan atau menceritakan kembali sebuah kisah yang inspiratif adalah wujud storytelling yang tersusun dalam sebuah cerpen atau fiksi. Dari kepekaan itu maka lahirlah karya karya indah yg dapat dinikmati oleh banyak orang,” katanya.Lebih lanjut dikatakan Ratih, menulis cerpen bukan soal mencari tema besar, melainkan kepekaan membaca detail kecil kehidupan dan kejujuran pada suara hati penulis. Cerpen yang kuat lahir dari disiplin membaca, berani menciptakan daya tarik konflik dan kemampuan mengolah rasa menjadi cerita yg selesai dan meninggalkan kesan bagi pembaca.Opening dan EndingKurnia Effendi menekankan, untuk memikat pembaca, cerpen harus dibuka dengan paragraf yang menarik, mengundang rasa penasaran. Biasanya memanfaatkan konflik yang didukung kilas balik. Untuk mengakhiri cerpen agar berkesan, berikan ruang imajinasi bagi pembaca. Sedangkan pada bagian akhir, disarankan hindari keputusan atau kesimpulan dari pengarangnya. Hal ini berbeda dengan karya ilmiah yang memerlukan penjelasan yang rigit terkait uraian-uraian sebelumnya.Setelah pembukaan dan akhir cerita, Kurnia Effendi memberikan berbagai tips menulis cerpen yang baik dalam arti membetot perhatian pembaca hingga akhir. Karena itu sejumlah langkah diperlukan untuk menunaikan gagasan dalam bentuk tulisan cerpen. Yang pertama dan utama tentunya banyak membaca, melihat-mengamati, mendengar, diskusi dengan banyak kalangan, dan mulailah menuis dengan ide yang diperoleh itu. Sebagai alat bantu, lanjut Kurnia Effendi, gunakan premis sebagai tumpuan pengembangan cerita.“Sebelum gagasan lenyap, catat kata-kata kunci, akan lebih baik dengan membuat sinopsis atau kerangka karangan,” katanya. sambil menambahkan untuk menulis novel, sinopsis dan linimasa cerita “wajib” dibuat untuk menghindari anakronisme dan plot holeUnsur-Unsur CerpenBerbeda dengan karya ilmiah, selain tema/topik, menulis cerpen membutuhkan antara lain:- Plot dan alur- Tokoh/Karakter- Latar (waktu dan tempat)- Konflik dan dramatisasi- Teknik (POV, kilas balik, telling dan showing, gaya bahasa).Yang dimaksud plot adalah adegan atau bagian dari cerita yang berisi motif tokoh, latar, dan waktu. Dalam film atau drama kerap disebut sebagai scene plot. Alur adalah gerakanantar-plot yang membuat cerita mengalir: linier, maju dan mundur, zigzag, atau “paralel”.“Plot membeku tanpa alur, alur tak berfungsi tanpa plot,” ujar Kurnia Effendi.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6283146/imde-gelar-pelatihan-menulis-cerpen-undang-sastrawan-kurnia-effendi21 Februari 2026
Baca Selengkapnya
Menu
Profil
Riwayat