IMDE Learning Day: Berbagi Cerita, Menebar Inspirasi dari Industri Kreatif ke Dunia PhD

02 April 2026 • Oleh Institut Media Digital Emtek

Jakarta Banyak jalan untuk menggapai cita dan tidak sedikit peluang yang dapat diperjuangkan oleh siapa pun untuk mencapai titik puncak prestasi, baik dalam bidang akademis maupun karya kreatif yang tak terbatas. Paling tidak Dimitri Josephine telah membuktikannya dan semuanya diceritakan dalam acara bertajuk “Learning Day” Institut Media Digital Emtek (IMDE), Jumat (14/11/2025).

Acara yang digelar secara zoom dengan topik “Berbagi Cerita, Menebar Inspirasi: Dari Industri Kreatif ke Dunia PhD” menghadirkan narasumber utama pelaku industri kreatif, Dimitri Josephine dan diikuti para dosen IMDE, tenaga kependidikan, dan mereka yang sedang magang di IMDE.

Saat memberi sambutan pada seri ke-5 Learning Day ini, Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto Ed.D mengatakan, kisah perjalanan Dimitri dan konsistensinya dalam industri kreatif memperlihatkan betapa kerja keras dan konsistensi menekuni industri kreatif, utamanya berbasis teknologi digital, telah membuahkan hasil, bukan saja pengakuan atas kiprahnya, tapi tawaran untuk melanjutkan studi hingga tingkat doktoral.

“Kiprah Dimitri ini pasti menginspirasi kita semua untuk terus belajar dan mengukir prestasi. Pengakuan dan peluang yang lebih tinggi pasti akan menghampiri,” ujar Totok Amin Soefijanto yang turut memberikan rekomendasi untuk pengajuan studi doktor Dimitri.

Dimitri mengakui bahwa rekomendasi dari Rektor IMDE punya nilai tambah dalam meloloskan pengajuannya, karena dirinya ingat pernah beberapa kali mengisi acara di IMDE.

Untuk rekomendasi dari kalangan perguruan tinggi ya ingetnya Pak Totok,” katanya.


Ketekunan Membawa Hasil


Sebagai anak muda yang masih terus belajar dan berkarya, Dimitri terus terang merasa kikuk berbicara kepada para dosen yang dinilainya sudah sangat berpengalaman. Namun dia meyakinkan dirinya bahwa ini sebatas sharing, mungkin ada hal positif yang bisa diambil.

Dimitri seakan merendah dengan beragam karya kreaif yang sudah digenggamnya. Padahal, wanita instruktur Unreal Engine kebanggaan Indonesia ini telah menorehkan banyak prestasi dan karya yang original.

Lalu, Dimitri menjelaskan, Ia dan suaminya Arie Patih yang biasa bergerak di dunia event, seakan berhenti karena Covid-19. Tapi situasi yang tak terhindarkan itu membuat pasangan ini untuk lebih kreatif. Dia dan sang suami menyadari, dunia animasi dan game menawarkan banyak potensi, terutama di Indonesia. Dimitri dan Arie pun kemudian memiliki visi memanfaatkan teknologi 3D untuk mengembangkan industri kreatif di Tanah Air.

Membuat virtual production yakni teknik pengambilan gambar di studio yang dilengkapi dengan monitor LED sebagai latar belakang jadi dan menggunakan layar langkah awal pemanfaatan teknologi 3D. Dimitri dan suami berbagi tugas. Sang suami mendalami teknik virtual production ini. Arie fokus di area teknis, sementara Dimitri mendalami sisi software, yaitu Unreal Engine.

Ketekunan mereka pun membawa hasil. Beberapa klien mempercayakan iklan dan video klip yang memanfaatkan virtual production. Salah satu contoh karya Dimitri dan Arie adalah video clip Bintang di Surga dari Noah.

Hingga kini lanjut Dimitri, pihaknya sudah mengerjakan sekitar 70 project yang memanfaatkan virtual production. Sebagian besar dari Indonesia, tapi ada juga namun ada juga untuk studio luar negeri.

Saat ini Dimitri dikenal sebagai pakar dalam penggunaan Unreal Engine di luar industri game. Kemampuannya bahkan sampai ke Epic Games, perusahaan pembuat Unreal Engine. Epic Game pun kemudian meminta Dimitri mengikuti beberapa tes agar dapat mengantongi sertifikat resmi dari Epic Games. Setelah menjalani proses evaluasi sekitar lima bulan, Dimitri pun resmi menyandang predikat Unreal Engine Authorized Instructor.

“Saya orang pertama di Indonesia dan saat ini masih satu-satunya yang berfokus pada virtual production dan animasi,” ungkap Dimitri


Lompat ke Studi Doktoral


Paparan Dimitri sampai pada titik yang cukup penting yakni tawaran untuk melanjutkan studi doktoral, meskipun statusnya masih sarjana, belum menempuh studi master atau S-2. Pihk pemberi beasiswa tidak mempermasalahkan karena karya dan kiprahnya selama ini mungkin setara dengan lulusan S-2.

“Tawaran studi doktoral cukup menantang meski prosesnya berliku. Jadi aku langsung lompat dari S1 ke PhD. Kebetulan ini adalah beasiswa dari pemerintah Australia dan bukan dari Indonesia. Supervisor aku lalu fight & build up case ini ke Uniersitas nya karena aku gak punya S2, jadi kita ngumpulin banyak dokumen & porto folio lalu kita lampirin ke Universitasnya,” ungkap Dimitri.


https://www.liputan6.com/citizen6/read/6212997/imde-learning-day-berbagi-cerita-menebar-inspirasi-dari-industri-kreatif-ke-dunia-phd?page=3


16 November 2025

Artikel Lainya

Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu

article
IMDE Gandeng EMC Hea...
02 Apr 2026
Jakarta - Institut Media Digital Emtek (IMDE) secara resmi memperkuat fasilitas layanan mahasiswanya dengan meresmikan Unit Kesehatan Kampus baru yang bekerja sama dengan EMC Healthcare, jaringan rumah sakit terkemuka tanah air yang tercatat di bursa dengan kode saham SAME.Peresmian yang dilakukan pada Rabu (04/2026), merupakan bagian dari komitmen IMDE dalam menciptakan ekosistem belajar yang holistik. Rektor IMDE Totok Amin Soefijanto menekankan bahwa kesehatan adalah fondasi utama bagi mahasiswa untuk mencapai prestasi akademik dan inovasi yang optimal."Kami menyadari bahwa produktivitas intelektual harus didukung oleh kebugaran fisik yang prima. Melalui kolaborasi dengan EMC Healthcare, kami membawa standar layanan kesehatan rumah sakit papan atas langsung ke dalam lingkungan kampus," ujarnya dalam sambutannya.Totok menambahkan, mengutip tokoh kedokteran Sir William Osler, bahwa fokus utama klinik ini adalah "merawat manusia secara utuh," bukan sekadar mengobati gejala. Sinergi ini diharapkan dapat mengurangi hambatan kesehatan yang sering dihadapi mahasiswa di tengah padatnya jadwal perkuliahan.Klinik ini akan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dasar, penanganan darurat pertama, serta program konsultasi kesehatan bagi seluruh civitas akademika. Dukungan dari EMC Healthcare (SAME) memastikan bahwa setiap tenaga medis dan protokol yang dijalankan di klinik ini memiliki standar kualitas yang telah diakui secara nasional dan publik.Sebelum seremoni peresmian, dua mahasiswa IMDE tampil menghibur hadirin yakni pembacaan puisi oleh berjudul ”Perantara” oleh Dafa, dan tarian kreasi ”Tari Kembang Siantar” oleh Sabrina yakni. Hadirin pun terpukau dan memberikan aplaus.Satu VisiSementara itu, CEO PT Kedoya Adyaraya (RS EMC Grha Kedoya), dr. Yuniwati mewakili Tim EMC dalam sambutannya mengatakan bahwa Rumah Sakit EMC Healthcare dan IMDE merupakan dua entitas yang berbeda secara fungsi, tetapi satu dalam visi yakni membangun manusia Indonesia yang sehat dan cerdas."Selama ini, kita mungkin telahbersinggungan dalam berabagai kolaborasi infrmal, kini, melalui moment ini kita resmikan ikatan itu dalam bentuk yang lebih konkret, lebih terasa manfaatnya,” ujar dr. Yuniwati.Lebih jauh dikatakan, sebagai sebuah rumah sakit yang memberikan pelayanan, EMC memahami bahwa akses terhadap kesehatan yang baik tidak boleh menjadi privilege, justru harus terbuka bagi setiap insan manusia.”Unit kesehatan kampus ini sederhana, tidak megah. Tetapi kami harap kehadirannya adalah jawaban atas kebutuhan dasar akan pelayanan ditingkat pertama bagi tenaga pendidik, mahasiswa, dan staf dari IMDE,” pungkas dr. Yuniwati.Hadir dari tim EMC Healthcare dalam acara peresmian klinik di lantai 3 Gedung Kampus IMDE selaian dr. Yuniwati adalah Medical Director EMC Healthcare dr. Meta, Hospital Director RS EMC Grha Kedoya dr. Hendry, Head Corporate EMC Healthcare Nia, Head of Medical RS EMC Grha Kedoya dr. Prisca, Head of Ancillary RS EMC Grha Kedoya dr. Virgin, Head of Medical RS EMC Tangerang dr. Edward, dan Corporate EMC Healthcare Fitri.Dari pihak IMDE, selaian Rektor hadir Wakil Rektor Bidag Akademik Dr. Ratih Damayanti, Wakil Rektor Bidang Non-Akademik Dr. Rhewindinar, para dosen, dan tenaga kependidikan. Sementara salah satu Duta Mahasiswa Bidang Bisnis Digital IMDE Keisya Shakila yang saat ini duduk di semester II berpendapat, adanya ruangan Unit Kesehatan Kampus merupakan hal yang bagus sekali.Jadi, bila ada mahasiswa ataupun dosen yang sakit, untuk sementara bisa meminum obat dan beristirahat di situ. ”Termasuk saya, sebelumnya saat saya sakit asam lambung, saya bingung mencari tempat untuk istirahat, kahirnya saya cari ruang kelas yang kosong,” katanya.Diketahui, Institusi Media dan Digital Ekonomi (IMDE) adalah lembaga pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan talenta di bidang ekonomi kreatif, teknologi, dan media digital. Sementara EMC Healthcare (SAME) adalah jaringan rumah sakit swasta di Indonesia yang berkomitmen memberikan layanan kesehatan komprehensif.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6291746/imde-gandeng-emc-healthcare-resmikan-klinik-kampus-tingkatkan-kesehatan-civitas-academica5 Maret 2026
Baca Selengkapnya
article
IMDE Gelar Pelatihan...
02 Apr 2026
Jakarta - Institut Media Digital Emtek (IMDE) sebagai institusi perguruan tinggi yang fokus pada media, digital, broadcasting, bisnis digital, dan entertaint punya perhatian serius untuk membukukan karyatulis para dosen dalam bidang-bidang tersebut. Dua buku terkait hal ini telah terbit dan menjadi bacaan publik yang menarik. Selanjutnya dalam tahun ini, IMDE berencana mengumpulkan karya para dosen dan tendik untuk dibukukan, namun dengan tema agak lain dan masih berhubungan dengan proses kreatif dan entertaint yakni fiksi, khususnya cerita pendek atau cerpen.Karena tidak mudah bagi dosen dan tendik untuk menulis cerpen, maka kampus memfasilitasi dengan memberikan pelatihan menulis cerpen dengan mengundang sastrawan-cerpenis terkemuka, Kurnia Effendi. Acara pelatihan ini dilaksanakan secara onsite dan live streaming di Tiktok dan kanal Youtube di kampus IMDE, Jakarta, Jumat (20/02/2026).Kurnia Effendi yang sudah malang-melintang di dunia sastra selama 40 tahun terakhir, mengaku senang dan menjadi tantangan tersendiri berbicara soal proses penulisan cerpen di hadapan para dosen dan tendik IMDE. Sebelum memberikan matero penulisan cerpen, sastrawan yang akrab disapa KEF ini bercerita tentang proses penulisan sejak kuliah di jurusan Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, serta perjalanan kreatifnya menulis, termasuk lahirnya fiksi “Pangeran dari Timur” lalu menjadi juri berbagai lomba penulisan, dan kegiatannya saat ini.Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto yangmembuka pelatihan ini mengatakan sebagai dosen dan pendidik, kita harus memiliki keseimbangan daya pikir otak kiri dan otak kanan. Apalagi buat dosen dan tendik di IMDE, harus bagus di angka, tapi juga jago dalam kreativitas. Pelatihan penulisan cerpen ini untuk menyiapkan dosen dan tendik IMDE mulai menulis fiksi yang merangsang imajinasi.“Kami semua akan menulis cerpen yang nantinya dijadikan buku karya civitas academica IMDE. Insya Allah, akan diluncurkan bareng buku kumpulan cerpen mahasiswa di Dies Natalis ke-28 nanti,” ucap Totok semangat.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademis IMDE, Ratih Damayanti mengatakan, sebagai pendidik, kepekaan kepada diri sendiri, lingkungan sosial perlu diasah. Hal ini akan membuat kita bisa menjadi pendamping mahasiswa yg tidak hanya mendidik namun memahami apa yg sedang terjadi dan dirasakan.Salah satu bentuk kepekaan yang perlu dikembangkan adalah kemampuan merasakan kondisi dan keadaan diri sendiri dan orang lain dan mengejawantahkannya dalam sebuah tulisan fiksi seperti mini caption refleksi , puisi bahkan dapat menjadi ide sebuah cerpen.“Pengalaman menuliskan apa yang kita rasa, apa yang kita pikirkan atau menceritakan kembali sebuah kisah yang inspiratif adalah wujud storytelling yang tersusun dalam sebuah cerpen atau fiksi. Dari kepekaan itu maka lahirlah karya karya indah yg dapat dinikmati oleh banyak orang,” katanya.Lebih lanjut dikatakan Ratih, menulis cerpen bukan soal mencari tema besar, melainkan kepekaan membaca detail kecil kehidupan dan kejujuran pada suara hati penulis. Cerpen yang kuat lahir dari disiplin membaca, berani menciptakan daya tarik konflik dan kemampuan mengolah rasa menjadi cerita yg selesai dan meninggalkan kesan bagi pembaca.Opening dan EndingKurnia Effendi menekankan, untuk memikat pembaca, cerpen harus dibuka dengan paragraf yang menarik, mengundang rasa penasaran. Biasanya memanfaatkan konflik yang didukung kilas balik. Untuk mengakhiri cerpen agar berkesan, berikan ruang imajinasi bagi pembaca. Sedangkan pada bagian akhir, disarankan hindari keputusan atau kesimpulan dari pengarangnya. Hal ini berbeda dengan karya ilmiah yang memerlukan penjelasan yang rigit terkait uraian-uraian sebelumnya.Setelah pembukaan dan akhir cerita, Kurnia Effendi memberikan berbagai tips menulis cerpen yang baik dalam arti membetot perhatian pembaca hingga akhir. Karena itu sejumlah langkah diperlukan untuk menunaikan gagasan dalam bentuk tulisan cerpen. Yang pertama dan utama tentunya banyak membaca, melihat-mengamati, mendengar, diskusi dengan banyak kalangan, dan mulailah menuis dengan ide yang diperoleh itu. Sebagai alat bantu, lanjut Kurnia Effendi, gunakan premis sebagai tumpuan pengembangan cerita.“Sebelum gagasan lenyap, catat kata-kata kunci, akan lebih baik dengan membuat sinopsis atau kerangka karangan,” katanya. sambil menambahkan untuk menulis novel, sinopsis dan linimasa cerita “wajib” dibuat untuk menghindari anakronisme dan plot holeUnsur-Unsur CerpenBerbeda dengan karya ilmiah, selain tema/topik, menulis cerpen membutuhkan antara lain:- Plot dan alur- Tokoh/Karakter- Latar (waktu dan tempat)- Konflik dan dramatisasi- Teknik (POV, kilas balik, telling dan showing, gaya bahasa).Yang dimaksud plot adalah adegan atau bagian dari cerita yang berisi motif tokoh, latar, dan waktu. Dalam film atau drama kerap disebut sebagai scene plot. Alur adalah gerakanantar-plot yang membuat cerita mengalir: linier, maju dan mundur, zigzag, atau “paralel”.“Plot membeku tanpa alur, alur tak berfungsi tanpa plot,” ujar Kurnia Effendi.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6283146/imde-gelar-pelatihan-menulis-cerpen-undang-sastrawan-kurnia-effendi21 Februari 2026
Baca Selengkapnya
Menu
Profil
Riwayat