Institut Media Digital Emtek
Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu
Pada Civitas Akademi...
02 Apr 2026
Jakarta Guru Besar Universitas Harvard, Amerika Serikat, Prof. Claude Broderlein, menegaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) memiliki potensi luar biasa untuk mendukung dunia pendidikan. Menurutnya, AI seharusnya menjadi alat untuk meningkatkan kemampuan pelajar, bukan untuk menggantikan mereka."Mahasiswa dan pelajar perlu memahami cara kerja AI, termasuk perbedaan antara model deterministik dan probabilistik. Teknologi ini dirancang untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikan pengalaman mereka," ujar Prof. Claude dalam paparannya berjudul Artificial Intelligence in the Classroom.Acara ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom dan dihadiri oleh civitas akademika Institut Media Digital Emtek (IMDE), dipandu oleh Rektor IMDE, Totok A. Soefijanto, Ed.D, di Senayan City, Jakarta, Rabu (19/02/2025).Paparan ini mengundang banyak perhatian karena menggarisbawahi manfaat besar AI dalam pendidikan sekaligus memunculkan berbagai pertanyaan mendalam dari peserta yang terdiri dari mahasiswa, kalangan profesional di Grup Emtek, hingga masyarakat umum.Salah satu peserta yang turut memberikan pandangan adalah Susanto Suwarto, Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi EMTEK. Ia menilai AI merupakan inovasi teknologi yang dapat mendorong efisiensi dalam sektor pendidikan dan bisnis, meski tetap ada tantangan yang perlu dikelola dengan baik.Literasi AI dan Keunggulan ManusiaProf. Claude juga menyoroti pentingnya membangun literasi AI di kalangan pelajar. Mereka harus memahami cara kerja, keterbatasan, serta risiko AI. Dalam dunia pendidikan, kemampuan berpikir kritis dan kreativitas tetap menjadi keunggulan utama manusia yang tidak dapat digantikan oleh AI."AI dilatih berdasarkan data masa lalu, sehingga tidak dapat memprediksi masa depan secara akurat. Kreativitas, empati, dan inovasi adalah aspek unik manusia yang tidak dimiliki AI," tegasnya.Ia juga mengingatkan bahwa AI berisiko membawa dampak negatif seperti ketergantungan berlebihan, bias budaya, serta overconfidence pengguna. Oleh karena itu, transparansi dan tanggung jawab dalam penggunaan AI menjadi hal yang esensial.AI dalam Kurikulum PendidikanDalam kesempatan yang sama, Rektor IMDE Totok A. Soefijanto, Ed.D, menekankan bahwa AI tidak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Para pendidik harus mendidik mahasiswa untuk menguasai teknologi ini dengan bijak, tanpa menjadi terlalu bergantung."Kita harus mendorong mahasiswa untuk memahami kekuatan dan kelemahan AI. Jangan sampai ketergantungan pada teknologi ini mengikis kemampuan berpikir kritis dan kreatif mereka," ujar Totok.Totok juga mengusulkan agar kurikulum dan silabus pendidikan dirancang ulang untuk mengutamakan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Nilai-nilai humanis yang tidak dimiliki AI harus tetap menjadi fokus utama pendidikan.https://www.liputan6.com/citizen6/read/5928837/pada-civitas-akademika-imde-guru-besar-universitas-harvard-ungkap-ai-harus-memperkaya-pengalaman-belajar-bukan-menggantinya?utm_source=Mobile&utm_medium=whatsapp&utm_campaign=Share_Top&page=320 Feb 2025
Baca Selengkapnya
Richard Kusmadi Gela...
02 Apr 2026
Jakarta- Persatuan Olahraga Dart Indonesia (PORADI) bekerjasama dengan Dartslive Indonesia dan Institut Media Digital EMTEK (IMDE) mendatangkan Richard Kusmadi di Darts Coaching Clinic SMAK 3 BPK Penabur, Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari event “3 Fex Edufair BPK Penabur Bandung: When Sports Meet Arts” yang dilaksanakan pada 14 Februari 2025 di SMAK 3 BPK Penabur Bandung.Richard merupakan atlet darts yang punya reputasi luar biasa. Dia tercatat sebagai juara Dartslive Open 2025 Singapore di kategori 01 Cricket Singles B Flight.Rewindinar, Wakil Rektor Institut Media Digital EMTEK menjelaskan bahwa dewasa ini, olahraga dan seni telah menjadi konten-konten media yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia, oleh karenanya anak-anak yang memiliki minat dan potensi dalam bidang-bidang tersebut harus diarahkan dan difasilitasi untuk mengembangkan minat dan potensinya."Kami memilih darts untuk dibawa dan dihadirkan di event “3 Fex Edufair BPK Penabur Bandung: When Sports Meet Arts” sebagai salah satu sampel olahraga yang dapat dikembangkan menjadi konten yang sangat variatif dan edukatif. Selain itu, olahraga darts juga simple, bisa dimainkan siapa saja dan tidak membutuhkan space yang besar. Darts juga merupakan salah satu olahraga yang menunjukan perkembangan yang sangat signifikan di satu dua tahun terakhir ini di Indonesia khususnya di kalangan remaja dan anak-anak muda," kata Rewindinar.Bisa Dimainkan Siapa Saja dan Dimana SajaDalam kegiatan ini, PORADI menyediakan 2 Set Steel Tip Darts dan Dartslive Indonesia memberikan dukungan dengan meyediakan 1 Mesin Soft Tip Dartslive 2.“Terima kasih kepada Insitut Media Digital EMTEK yang sudah mengajak kami berkolaborasi di 3 Fex Edufair BPK Penabur Bandung ini. Kami juga sangat berterima kasih atas support dari Dartslive Indonesia yang secara khusus telah mengirimkan satu unit mesin dartslive2 lengkap dengan team supportnya," ujar Reza El Rasie, Sekretaris Jenderal PORADI."Darts Coaching Clinic di 3 Fex Edufair BPK Penabur Bandung ini merupakan sebuah kesempatan yang sangat baik bagi PORADI untuk memperkenalkan darts sebagai sebuah olahraga yang sangat relate dan align serta bisa dikombinasikan dengan dunia pendidikan. Darts adalah olahraga yang bisa dimainkan oleh siapa saja. Lintas gender dan usia. Tidak membutuhkan space yang besar dan yang paling penting adalah Darts juga merupakan olahraga yang murah dan dapat dijangkau oleh siapa saja. Kami sangat membuka diri bagi semua institusi pendidikan yang mau berkolaborasi untuk menghadirkan darts sebagai bagian dari kegiatan belajar mengajar baik itu dalam bentuk event-event seperti coaching clinic maupun dalam bentuk yang lebih intens seperti kegiatan ekstrakulikuler dan sports tournament."Antusiasme Luar BiasaAntusiasme yang tinggi ditunjukan oleh para siswa, orang tua/wali murid, guru, dan staff SMAK 3 BPK Penabur dengan ikut terlibat aktif dalam kegiatan ini. Beberapa siswa bahkan mengantri beberapa kali agar dapat kembali bermain darts dan mendapatkan tips serta arahan dari Richard Kusmadi dan Team Dartslive Indonesia. PORADI juga memberikan doorprize dan merchandise bagi para siswa, orang tua, wali murid, guru dan para staff yang berhasil menyelesaikan tantangan permainan darts.“Saya tidak menyangka kalau antusiasme untuk bermain darts di sini akan semeriah ini. Tidak hanya siswa tapi juga orang tua wali murid dan para guru SMAK 3 BPK Penabur. Saya juga sempat kewalahan menjawab berbagai pertanyaan seputar olahraga darts. Semoga kegiatan ini bisa menjadi kegiatan reguler yang secara rutin bisa dilaksanakan di BPK Penabur,” ujar Richard Kusmadi yang secara khusus dihadirkan sebagai Coach dan Mentor dalam kegiatan Darts Coaching Clinic ini.Sementara itu, Yulianti M. Pd, Kepala Sekolah SMAK 3 BPK Penabur Bandung menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tulus kepada PORADI, Dartslive Indonesia dan Institut Media Digital EMTEK yang telah berpartisipasi dalam kegiatan 3 Fex Edufair BPK Penabur Bandung."Darts Coaching Clinic ini telah memberi kesempatan kepada para siswa, orang tua, wali murid, guru dan para staff untuk bisa belajar hal baru tentang darts yang ternyata bukan hanya sebuah permainan dan olahraga saja tapi juga memiliki banyak bermanfaat untuk sarana relaksasi serta melatih keterampilan motorik, fokus dan konsentrasi," kata Yulianti.Perkembangan DartsPongky Rivawanto dari Dartslive Indonesia melihat potensi yang besar untuk pengembangan darts di Indonesia khususnya soft tip darts yang diklaim lebih atraktif, modern dan kekinian yang memungkinkan kita untuk bermain darts dengan siapapun di berbagai belahan dunia manapun dengan menggunakan teknologi internet.Menurut Pongky, Dartslive telah aktif menjalankan program yang memanfaatkan darts sebagai sarana pendukung di institusi pendidikan. Hal ini bisa dilihat di Singapura, di mana dartslive memiliki system pembinaan dan kompetisi khusus berjenjang untuk remaja dan anak-anak yang terkoneksi dengan tempat mereka bersekolah. Model inilah yang sedang coba dijajaki oleh Dartslive Indonesia untuk diterapkan di Indonesia.https://www.liputan6.com/bola/read/5922255/richard-kusmadi-gelar-coaching-clinic-darts-di-bandung?page=415 Feb 2025
Baca Selengkapnya
IMDE-IKJ Teken MoU T...
02 Apr 2026
Jakarta - Institute Media Digital Emtek (IMDE) dan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) mengenai Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, pada Jumat (7/2/2025).Acara penandatanganan yang berlangsung di kampus IMDE, Komplek EMTEK City, Jakarta Barat, ini dihadiri oleh Rektor IMDE, Totok Amin Sufijanto, dan Rektor IKJ, Prof. M. Syamsul Maarif, bersama dengan sejumlah jajaran pimpinan kedua institusi, termasuk Wakil Rektor, Kepala Program Studi dan dosen.Rektor IMDE, Totok Sufijanto, mengatakan, penandatanganan ini akan menarik jika kita mampu menjalankan kegiatan yang sifatnya pengembangan prodi, dengan interdisipliner."Kita bisa melihat kegiatan prodi ini secara horizontal, bukan vertical, sehingga setiap prodi tidak berdiri sendiri," ucap Totok, dalam keterangannya, Sabtu (8/2/2025).Sementara itu, Rektor IKJ, Prof. M. Syamsul Maarif megatakan, setelah penanda tanganan MoU ini, sebaiknya pihak IKJ dan IMDE melakukan pertemuan rutin untuk menjalankan rapat teknis dari kegiatan-kegiatan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.MoU ini mencakup berbagai bidang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang terdiri dari pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kesepahaman ini juga mencakup kegiatan workshop, pelatihan, pameran, pagelaran seni, kegiatan kemahasiswaan, serta publikasi.Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program Merdeka Belajar – Kampus MerdekaTujuan utama dari Nota Kesepahaman ini adalah untuk menjadi landasan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka yang telah disusun oleh kedua belah pihak sesuai dengan ruang lingkup yang tercantum dalam MoU.Setelah penandatanganan, Pimpinan IMDE mengajak delegasi IKJ untuk melihat fasilitas-fasilitas terbaru yang ada di Gedung Baru Kampus IMDE, yang diharapkan dapat mendukung kegiatan akademik dan pengembangan program-program kerja sama ke depan.https://www.liputan6.com/citizen6/read/5913444/imde-ikj-teken-mou-tri-dharma-perguruan-tinggi-dan-program-merdeka-belajar-kampus-merdeka?page=38 Feb 2025
Baca Selengkapnya
Hans Utama Raphael,...
02 Apr 2026
Jakarta-Tuntas sudah pengabdian puluhan tahun Hans Utama Raphael di kampus yang ikut dibidaninya, Institut Media Digital Emtek (IMDE). Sebuah perpisahan sederhana tapi penuh makna digelar di Kampus Baru IMDE, Kamis (23/01/2025, oleh kolega dosen dan tenaga pendidikan IMDE. Rektor dan juga Wakil Rektor serta para Ketua Program Studi pun hadir.Seperti biasa, penampilan figur penuh dedikasi yang biasa disapa Pak Hans ini mengenakan jeans biru, yang sebelah kiri, ada sobekan alias blel serta kaos hitam dengan lambang ikan terbang di sebelah dada kiri. Kaos itu senngaja dikenakan di hari penuh kenangan, sebab ikan terbang adalah ikon stasiun televisi Indosiar, yang dia ikut bidani juga.“Separuh hidup saya, saya habiskan di kawasana/area ini” ungkap Hans agak emosial untuk menunjukkan kompleks Emtek City, Jakarta Barat yang menjadi markas stasiun TV Indosiar, Moji TV, Mentari TV, dan tentunya kampus IMDE.Kompleks stasiun Indosiar dan kampus IMDE memang penuh kenangan bagi Hans. Ia sangat bangga melihat perkembangan Indosiar dan kampus yang ikut dibangunnya berkembang luar biasa. “Semoga terus maju dan menjadi harapan banyak generasi muda menempa studi dan karir,”harapnya.Sebagai salah satu tokoh pelaku sejarah pendirian stasiun TV Indosiar dan kampus IMDE (sebelumnya bernama Akademi Televisi Indonesia/ATVI dan pada awalnya dinamakan Akademi Teknologi Komunikasi dan Informasi (ATKI), Hans Utama menceritakan sekilas pendirian Indosiar dan ATKI hingga berkembang dan sejumlah posisi dipegang Hans.Karir yang dijalani di Grup EMTEK ini cukup lama, Hans Utama yang kuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Jurusan Desain Grafis, 1976 – 1982. Memang sejak awal fokus pada bidang seni dan entertaint. Sebelum bergabung di Indosiar, Ia menjadi Freelance Graphic Designer & Art Director, 1980 – 1985, lalu aktif di dunia Fashion & Modelling dan pertunjukan di Kota Bandung dan melalui Studio Intermodel menjadi Event Organizer, 1983 – 1992.Diakui pria yang sudah berumur 70 tahun lebih tapi masih sangat energik ini, seni menjadi obsesnya sejak kecil untuk digeluti, bahkan studi di ITB pun dipilihnya Fakultas Seni Rupa yang memang fokus pada seni. “Jadi kalau saya betah 32 tahun di Indosiar-IMDE, karena seni cita-cita saya sejak kecil,” katanya.Ada awal, ada akhir, dan siklus kehidupan dalam dunia kerja itu sangat disadari Hans Utama. “Akhirnya sampai juga pada titik ini, situasi ini sudah saya bayangkan sebelumnya. Saya harus siap dengan fase ini. Semoga lembaran baru setelah dari sini, saya masih bisa mengabdikan ilmu dan pengalaman, mohon doanya,” pinta Hans Utama.TakTergantikanRektor IMDE, Totok Amin Sufijanto yang memberikan sambutan perpisahan mengatakan, legacy yang telah diberikan Pak Hans Utama, tak tergantikan. “Kalau melayani atau melaksanakan tugas itu sangat tuntas, istilahnya melayani 360 derajat, bayangkan. Jadi etos kerja seperti itu mestinya bisa dilaksanakan oleh yang lain,” ujarnya sambil menambahkan bahwa legacy yang telah ditunjukkan oleh Pak Hans harus kita teruskan.Totok melanjutkan, contoh legacy dalam bentuk pelaksanaan tugas antara lain, beliau proaktif dalam mempersiapkan dan kemudian melaksanakan apapun tugas yang diberikan. Beliau juga menjelaskan sejumlah antisipasi sebelum tugas dilaksanakan.“Semoga teman-teman bisa mengambil contoh dan meneruskan pola kerja Pak Hans. Lihat saja kaos yang dikenakan, ada lambing ikan terbang, itu lambang Indosiar yang sangat dibanggakannya,” ucap Totok menekankan kembali nilai dan etos kerja Pak Hans yang perlu ditiru.Dalam kesempatan ini, Totok yang baru kembali dari Amerika Serikat (AS) memberikan hadiah kecil tapi amat berkesan bagi Hans Utama yakni sebungkus Coffee Hazelnut Latte. “Wahh ini surprise sekali Pak Totok, khusus memberikan ini. Pak Totok ingat betul ketika saya cerita sangat suka minum Coffee Hazelnut Latte, ehh dibeli langsung dari Amerika. Thank you Pak Totok,” kata Hans dengan semangat.Kesan KolegaAcara lepas sambut Hans Utama makin bermakna karena sejumlah kolega meberikan kesan dan testimoninya terhadap sosok ikonik di IMDE ini. Rekan sesama di Indosiar yang kini menjadi dosen IMDE, Rusman Latief mengatakan, Hans Utama banyak tau dan banyak mengerjakan sesuatu hingga tuntas.Yang membuat berkesan Rusman, setiap diskusi dengan Hans Utama, dengan cepat berubah menjadi suatu konsep yang siap dilaksanakan. “Jadi ngobrol atau diskusi dengan Pak Hans, selalu muncul ide-ide baru yang inovatif.” tambahRusman.Ciptono Setyobudi, rekan di Indosiar yang kini menjadi dosen dan Wakil Rektor IMDE Bidang Akademik memberi kesan yang bisa menjadi motivasi yang lebih muda yakni semangat yang luar biasa dari sosok Pak Hans.“Pak Hans bisa dicontoh, di mana pun dan kapan pun dia tidak pernah menjelekkan orang. Yang diomongkan selalu ide, gagasan, atau rencana yang positif,” ucap Ciptono.Wakil Rektor IMDE Bidang Non-Akademik, Rhewindinar juga punya kesan mendalam meski belum lama mengenal dan berkolaborasi dengan Hans Utama. “Jangkauan pergaulan atau networking Pak Hans luas sekali, di mana-mana banyak dikenal,” katanya.Generasi muda dosen IMDE, yang juga Kaprodi Seni Pertujukkan, Adlino Dananjaya memberi kesan singkat, “Pak Hans adalah mentor saya untuk mengerjakan acara-acar di IMDE. Pak Hans yang juga mengenalkan langsung industry penyiaran pada saya. Terima kasih, Pak,” tuturnya.Begitu juga Sekretaris Rektor yang relatif muda dan baru di IMDE, Audry mengatakan, “Yang saya lihat, dedikasi dan legacy yang ditinggalkan Pak Hans buat IMDE luar biasa.”Ade Solahudin, dari Admisi PMB IMDE yang sudah lama bekerja di institusi ini tak bisa mengucapkan banyak kalimat. “Bagi saya, Pak Hans itu inspiratif,” katanya singkat.Salah satu Tim Marketing lain yang notabene alumni ATVI, Rezi lebih sedikit bernostalgia saat kampus IMDE masih bernama ATKI dan ruang kelas yang hanya 3 buah serta sederhana fasilitasnya. “Sukses selalu Pak Hans.” (sur)https://www.sinarharapan.net/hans-utama-raphael-alumnus-itb-yang-menghabiskan-puluhan-tahun-di-indosiar-imde/24 January 2025
Baca Selengkapnya