Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto, Ed.D: Konten yang Valid Dibutuhkan untuk Tangkal Hoaks

02 April 2026 • Oleh Institut Media Digital Emtek

Jakarta- Rektor Institut Media Digital EMTEK (IMDE), Totok Amin Soefijanto, Ed.D mengatakan, konten yang dibuat berdasarkan data, fakta, dan peristiwa yang terjadi adalah suatu kebutuhan informasi bagi masyarakat banyak.

“Selamat buat Idris sebagai ketua baru IBJ beserta jajaran pengurus baru. Suatu yang sangat baik buat mahasiswa memahami makna jurnalistik saat masih studi saat ini. Ada yang bilang ‘journalism is dead’. Pernyataan ini baru separuh benar, karena yang terjadi sejatinya hanyalah pergeseran saluran (channel) atau media,” ujar Totok tertulis ketika memberikan sambutan pada acara serah terima unit kegiatan mahasiswa jurnalistik IMDE yang kini diketuai Idris Muhammad Rasyid.

Unit Kegiatan Mahasiswa jurnalistik IMDE yang semula bernama ATVI Journalism atau ABJ, sesuai perubahan nama institusi, berubah menjadi IMDE Broadcast Journalism (IBJ). Pemilihan ketua baru dilakukan secara hybrit, di Kampus IMDE, Sabtu (26/07/2025).

Pada pemilihan itu ada 3 kandidat yang mencalonkan diri yaitu Hanna Kalila Putri, Idris Muhammad Rasyid, dan Fayyadh Fauzan. Ketiganya menyampaikan visi misi sebagai calon ketua. Usai penyampaian visi-misi dibuka forum tanya jawab dan setelah itu barulah dilakukan pemilihan ketua. Akhirnya, kandidat Idris Muhammad Rasyid terpilih sebagai Ketua IBJ masa bhakti 2025-2026.

Lbih lanjut Rektor IMDE mengatakan, dari sisi konten dan proses pembuatan konten itu masih memiliki tuntutan etika yang sama: mengungkapkan kebenaran. Teman-teman mahasiswa IBJ yang sekarang aktif melakukan kerja jurnalistik adalah wajah masa depan ikhtiar mengungkapkan kebenaran.

“Terus semangat, tetap bertekad bulat, untuk mewujudkan masyarakat yang melek informasi. Kelak, berkat kerja teman-teman mahasiswa IBJ akan membuat masyarakat kita tidak mudah terpukau hoaks, berita palsu, atau fitnah,” ujar Rektor, Totok Amin Soefijanto.


Program yang Menarik


Dalam proses pemilihan ketua IBJ dan sekaligus peresmian logo baru IBJ, selaian dihadiri mahasiswa juga dosem pembimbing yakni Suradi dan Frisca Artinus. Keduanya mendukung program yang akan dilaksanakan ketua dan jajaran pengurus baru IBJ.

Dalam sambutannya, Suradi menyambut baik visi dan misi ketua baru IBJ Idris yang akan dilaksanakan bersama pengurus lainya, termasuk dua kandidat yang tidak terpilih, masuk jajaran pengurus. Pengurus yang kompak dan punya perencanaan kegiatan yang rutin dan melibatkan banyak mahasiswa, termasuk di luar anggota IBJ, akan memperkuat soliditas dan pada akhirnya membantu mempromosikan aktifitas mahasiswa IMDE ke luar.

“Perbanyak kegiatan rutin yang tidak menggangu ritme kuliah. Juga kordnasi dengan dosen-dosen IMDE untuk mematangkan program kegiatan, akan sangat berguna,” kata Suradi

Sementara dosem Frisca Artnus menambahkan, unit kegiatan mahasiswa di suatu kampus akan dipenuhi dan diminati mahasiswa apabila unit kegiatan itu emmiliki program yang rutin dan berhubungan dengan minat mahasiswa. Jadi, memang harus diperbanyak kegiatan yang melibatkan mahasiswa.

“Bila kegiatan dan program IBJ berjalan baik dan rutin, pasti mahasiswa anggota IBJ akan rajin berkumpul dan terlibat, juga mahasiswa di luar UKM IBJ. Jangan sampai IBJ ditinggalkan anggota atau mahasiswa karena tidak ada program kegiatan yang kontinyu,” ujar Frisca.

Dalam kesempatan ini, ketua ABJ yang mengakhiri masa tugasnya,  Syintia Rymadani dalam sambutan serah terima jabatan mengatakan, selama masa kepengurusannya  telah melewati banyak hal—dari program kerja yang penuh tantangan, konten-konten yang kita rintis bersama, hingga kerja tim yang luar biasa solid.

“Saya bangga pernah berjalan bareng kalian semua. Jujur, rasanya campur aduk. Senang karena UKM ini terus tumbuh dan siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, tapi juga agak haru karena ini menjadi salah satu langkah terakhir saya sebagai ketua. Hari ini, waktunya regenerasi. Kita telah memilih sosok baru yang akan memimpin, membawa UKM Jurnalis ke depannya dengan lebih maju,” kata Cyntia

Pada kesmepatan ini Cyntya menyampaikan terima kasih kepada dosen pembimbing, seluruh pengurus dan anggota yang selama ini sudah mendukung, membantu, dan menjadi bagian dari perjalanan kita bersama. Kalian luar biasa! (sur)


https://www.sinarharapan.net/rektor-imde-totok-amin-soefijanto-ed-d-konten-yang-valid-dibutuhkan-untuk-tangkal-hoaks/


28 Juli 2025

Artikel Lainya

Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu

article
IMDE Gandeng EMC Hea...
02 Apr 2026
Jakarta - Institut Media Digital Emtek (IMDE) secara resmi memperkuat fasilitas layanan mahasiswanya dengan meresmikan Unit Kesehatan Kampus baru yang bekerja sama dengan EMC Healthcare, jaringan rumah sakit terkemuka tanah air yang tercatat di bursa dengan kode saham SAME.Peresmian yang dilakukan pada Rabu (04/2026), merupakan bagian dari komitmen IMDE dalam menciptakan ekosistem belajar yang holistik. Rektor IMDE Totok Amin Soefijanto menekankan bahwa kesehatan adalah fondasi utama bagi mahasiswa untuk mencapai prestasi akademik dan inovasi yang optimal."Kami menyadari bahwa produktivitas intelektual harus didukung oleh kebugaran fisik yang prima. Melalui kolaborasi dengan EMC Healthcare, kami membawa standar layanan kesehatan rumah sakit papan atas langsung ke dalam lingkungan kampus," ujarnya dalam sambutannya.Totok menambahkan, mengutip tokoh kedokteran Sir William Osler, bahwa fokus utama klinik ini adalah "merawat manusia secara utuh," bukan sekadar mengobati gejala. Sinergi ini diharapkan dapat mengurangi hambatan kesehatan yang sering dihadapi mahasiswa di tengah padatnya jadwal perkuliahan.Klinik ini akan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dasar, penanganan darurat pertama, serta program konsultasi kesehatan bagi seluruh civitas akademika. Dukungan dari EMC Healthcare (SAME) memastikan bahwa setiap tenaga medis dan protokol yang dijalankan di klinik ini memiliki standar kualitas yang telah diakui secara nasional dan publik.Sebelum seremoni peresmian, dua mahasiswa IMDE tampil menghibur hadirin yakni pembacaan puisi oleh berjudul ”Perantara” oleh Dafa, dan tarian kreasi ”Tari Kembang Siantar” oleh Sabrina yakni. Hadirin pun terpukau dan memberikan aplaus.Satu VisiSementara itu, CEO PT Kedoya Adyaraya (RS EMC Grha Kedoya), dr. Yuniwati mewakili Tim EMC dalam sambutannya mengatakan bahwa Rumah Sakit EMC Healthcare dan IMDE merupakan dua entitas yang berbeda secara fungsi, tetapi satu dalam visi yakni membangun manusia Indonesia yang sehat dan cerdas."Selama ini, kita mungkin telahbersinggungan dalam berabagai kolaborasi infrmal, kini, melalui moment ini kita resmikan ikatan itu dalam bentuk yang lebih konkret, lebih terasa manfaatnya,” ujar dr. Yuniwati.Lebih jauh dikatakan, sebagai sebuah rumah sakit yang memberikan pelayanan, EMC memahami bahwa akses terhadap kesehatan yang baik tidak boleh menjadi privilege, justru harus terbuka bagi setiap insan manusia.”Unit kesehatan kampus ini sederhana, tidak megah. Tetapi kami harap kehadirannya adalah jawaban atas kebutuhan dasar akan pelayanan ditingkat pertama bagi tenaga pendidik, mahasiswa, dan staf dari IMDE,” pungkas dr. Yuniwati.Hadir dari tim EMC Healthcare dalam acara peresmian klinik di lantai 3 Gedung Kampus IMDE selaian dr. Yuniwati adalah Medical Director EMC Healthcare dr. Meta, Hospital Director RS EMC Grha Kedoya dr. Hendry, Head Corporate EMC Healthcare Nia, Head of Medical RS EMC Grha Kedoya dr. Prisca, Head of Ancillary RS EMC Grha Kedoya dr. Virgin, Head of Medical RS EMC Tangerang dr. Edward, dan Corporate EMC Healthcare Fitri.Dari pihak IMDE, selaian Rektor hadir Wakil Rektor Bidag Akademik Dr. Ratih Damayanti, Wakil Rektor Bidang Non-Akademik Dr. Rhewindinar, para dosen, dan tenaga kependidikan. Sementara salah satu Duta Mahasiswa Bidang Bisnis Digital IMDE Keisya Shakila yang saat ini duduk di semester II berpendapat, adanya ruangan Unit Kesehatan Kampus merupakan hal yang bagus sekali.Jadi, bila ada mahasiswa ataupun dosen yang sakit, untuk sementara bisa meminum obat dan beristirahat di situ. ”Termasuk saya, sebelumnya saat saya sakit asam lambung, saya bingung mencari tempat untuk istirahat, kahirnya saya cari ruang kelas yang kosong,” katanya.Diketahui, Institusi Media dan Digital Ekonomi (IMDE) adalah lembaga pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan talenta di bidang ekonomi kreatif, teknologi, dan media digital. Sementara EMC Healthcare (SAME) adalah jaringan rumah sakit swasta di Indonesia yang berkomitmen memberikan layanan kesehatan komprehensif.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6291746/imde-gandeng-emc-healthcare-resmikan-klinik-kampus-tingkatkan-kesehatan-civitas-academica5 Maret 2026
Baca Selengkapnya
article
IMDE Gelar Pelatihan...
02 Apr 2026
Jakarta - Institut Media Digital Emtek (IMDE) sebagai institusi perguruan tinggi yang fokus pada media, digital, broadcasting, bisnis digital, dan entertaint punya perhatian serius untuk membukukan karyatulis para dosen dalam bidang-bidang tersebut. Dua buku terkait hal ini telah terbit dan menjadi bacaan publik yang menarik. Selanjutnya dalam tahun ini, IMDE berencana mengumpulkan karya para dosen dan tendik untuk dibukukan, namun dengan tema agak lain dan masih berhubungan dengan proses kreatif dan entertaint yakni fiksi, khususnya cerita pendek atau cerpen.Karena tidak mudah bagi dosen dan tendik untuk menulis cerpen, maka kampus memfasilitasi dengan memberikan pelatihan menulis cerpen dengan mengundang sastrawan-cerpenis terkemuka, Kurnia Effendi. Acara pelatihan ini dilaksanakan secara onsite dan live streaming di Tiktok dan kanal Youtube di kampus IMDE, Jakarta, Jumat (20/02/2026).Kurnia Effendi yang sudah malang-melintang di dunia sastra selama 40 tahun terakhir, mengaku senang dan menjadi tantangan tersendiri berbicara soal proses penulisan cerpen di hadapan para dosen dan tendik IMDE. Sebelum memberikan matero penulisan cerpen, sastrawan yang akrab disapa KEF ini bercerita tentang proses penulisan sejak kuliah di jurusan Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, serta perjalanan kreatifnya menulis, termasuk lahirnya fiksi “Pangeran dari Timur” lalu menjadi juri berbagai lomba penulisan, dan kegiatannya saat ini.Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto yangmembuka pelatihan ini mengatakan sebagai dosen dan pendidik, kita harus memiliki keseimbangan daya pikir otak kiri dan otak kanan. Apalagi buat dosen dan tendik di IMDE, harus bagus di angka, tapi juga jago dalam kreativitas. Pelatihan penulisan cerpen ini untuk menyiapkan dosen dan tendik IMDE mulai menulis fiksi yang merangsang imajinasi.“Kami semua akan menulis cerpen yang nantinya dijadikan buku karya civitas academica IMDE. Insya Allah, akan diluncurkan bareng buku kumpulan cerpen mahasiswa di Dies Natalis ke-28 nanti,” ucap Totok semangat.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademis IMDE, Ratih Damayanti mengatakan, sebagai pendidik, kepekaan kepada diri sendiri, lingkungan sosial perlu diasah. Hal ini akan membuat kita bisa menjadi pendamping mahasiswa yg tidak hanya mendidik namun memahami apa yg sedang terjadi dan dirasakan.Salah satu bentuk kepekaan yang perlu dikembangkan adalah kemampuan merasakan kondisi dan keadaan diri sendiri dan orang lain dan mengejawantahkannya dalam sebuah tulisan fiksi seperti mini caption refleksi , puisi bahkan dapat menjadi ide sebuah cerpen.“Pengalaman menuliskan apa yang kita rasa, apa yang kita pikirkan atau menceritakan kembali sebuah kisah yang inspiratif adalah wujud storytelling yang tersusun dalam sebuah cerpen atau fiksi. Dari kepekaan itu maka lahirlah karya karya indah yg dapat dinikmati oleh banyak orang,” katanya.Lebih lanjut dikatakan Ratih, menulis cerpen bukan soal mencari tema besar, melainkan kepekaan membaca detail kecil kehidupan dan kejujuran pada suara hati penulis. Cerpen yang kuat lahir dari disiplin membaca, berani menciptakan daya tarik konflik dan kemampuan mengolah rasa menjadi cerita yg selesai dan meninggalkan kesan bagi pembaca.Opening dan EndingKurnia Effendi menekankan, untuk memikat pembaca, cerpen harus dibuka dengan paragraf yang menarik, mengundang rasa penasaran. Biasanya memanfaatkan konflik yang didukung kilas balik. Untuk mengakhiri cerpen agar berkesan, berikan ruang imajinasi bagi pembaca. Sedangkan pada bagian akhir, disarankan hindari keputusan atau kesimpulan dari pengarangnya. Hal ini berbeda dengan karya ilmiah yang memerlukan penjelasan yang rigit terkait uraian-uraian sebelumnya.Setelah pembukaan dan akhir cerita, Kurnia Effendi memberikan berbagai tips menulis cerpen yang baik dalam arti membetot perhatian pembaca hingga akhir. Karena itu sejumlah langkah diperlukan untuk menunaikan gagasan dalam bentuk tulisan cerpen. Yang pertama dan utama tentunya banyak membaca, melihat-mengamati, mendengar, diskusi dengan banyak kalangan, dan mulailah menuis dengan ide yang diperoleh itu. Sebagai alat bantu, lanjut Kurnia Effendi, gunakan premis sebagai tumpuan pengembangan cerita.“Sebelum gagasan lenyap, catat kata-kata kunci, akan lebih baik dengan membuat sinopsis atau kerangka karangan,” katanya. sambil menambahkan untuk menulis novel, sinopsis dan linimasa cerita “wajib” dibuat untuk menghindari anakronisme dan plot holeUnsur-Unsur CerpenBerbeda dengan karya ilmiah, selain tema/topik, menulis cerpen membutuhkan antara lain:- Plot dan alur- Tokoh/Karakter- Latar (waktu dan tempat)- Konflik dan dramatisasi- Teknik (POV, kilas balik, telling dan showing, gaya bahasa).Yang dimaksud plot adalah adegan atau bagian dari cerita yang berisi motif tokoh, latar, dan waktu. Dalam film atau drama kerap disebut sebagai scene plot. Alur adalah gerakanantar-plot yang membuat cerita mengalir: linier, maju dan mundur, zigzag, atau “paralel”.“Plot membeku tanpa alur, alur tak berfungsi tanpa plot,” ujar Kurnia Effendi.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6283146/imde-gelar-pelatihan-menulis-cerpen-undang-sastrawan-kurnia-effendi21 Februari 2026
Baca Selengkapnya
Menu
Profil
Riwayat