Kepala LLDIKTI Prof.Dr. Toni Serahkan SK Institut Media Digital Emtek ke Rektor Totok Amin Soefijanto

02 April 2026 • Oleh Institut Media Digital Emtek

Transformasi Akademi Televisi Indonesia (ATVI) menjadi Insitut Media Digital Emtek (IMDE) berjalan mulus, karena Surat Keputusan atau SK pengajuan institut telah disahkan melalui penyerahan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) III, Prof.Dr. Toni Toharudin kepada Rektor IMDE, Totok Amien Soefijanto dan didampingi jajaran Pimpinan IMDE, di Kantor LDIKTI III, Senin (28/10/2024) kemarin.


Dalam proses penyerahan SK IMDE ini, Rektor Totok Amin didampingi dua Wakil Rektor yakni Rewindinar dan Ciptono Setyabudi, dan para Kaprodi yakni Kaprodi D-4Produksi Media, Teguh Setiawan, dan Kaprodi D-3 Komunikasi Massa.



Kepala LLDIKTI III Prof.Dr. Toni dalam sambutan usai menyerahkan SK mengucapkan selamat kepada IMDE dan jajaran Pimpinan, karena transformasi dari ATVI ke IMDE sebuah perjalanan panjang.



“Alhamdulillah SK selesai sebelum pergantian menteri pendidikan baru dengan adanya kemungkinan perubahan,” katanya.


Prof. Toni mengingatkan agar Pimpinan IMDE menyiapkan sesuatu yang diperlukan dalam perubahan akademi menjadi institute. “Perlu juga menyiapkan Pangkalan Data/ PD Dikti, wisuda, dan juga akreditasi,” katanya.



Dalam kesempatan ini, Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Kemitraan, Mulhadi. HM mengingathak hal-hal yang perlu disiapkan setelah SK IMDE diterima yakni mengesahkan statuta İMDE, mengangkat struktur organisasi, mengajukan permohonan migrasi darı ATVI menjadi İMDE, mengajukan permohonan PD Dikti, kemudian pembuatan prodi baru minimal 5 calon dosen/5 NIDN tidak harus nama yang sama dengan pengajuan.



“Perlu pengajuan akreditasi sementara dan diajukan sesuai LAN nya. Lalu, melampirkan SK ijin. Terakhir akreditasi sekaligus diajukan penyesuaian akreditasi (darı ATVI ke İMDE) hanya melampirkan SK,” ujar Mulhadi.


Usai menerima SK, Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto menyatakan terima kasih kepada Prof Toni Toharudin selaku Kepala LLDIKTI III Jakarta atas penyerahan SK ini. Dengan SK ini, maka ATVI telah bertransformasi menjadi IMDE. Dari akademi vokasi menjadi institut yang menyiapkan generasi muda menjadi produsen konten yang mumpuni di era digital ini.



“Kita siap membuat anak-anak kita beradaptasi dengan masa depan, kreatif dengan karyanya, dan berkompetisi secara global. Apalagi IMDE ada dalam industri karena menjadi bagian darı grup Emtek, sehingga pengajar, lab dan lain-lain terintegtasi dengan Emtek,” ujar Totok yang diampingi jajaran Pimpinan IMDE.


Wakil Rektor Bidang Nonakademis yang juga Kaprodi Kajian Film, TV, dan Media, Rewindinar mengatakan, produk kultur seperti Film, Televisi dan Media menjadi konsumsi masyarakat yang semakin besar di era digital. Diperlukan kajian-kajian produk kultural untuk menganalisis kebutuhan masyarakat dan juga dari perspektif industri.


“S1 Kajian Film, Televisi dan Media İMDE hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut sehingga dapat mengembangkan ekonomi dan seni kreatif yang berkelanjutan,” kata Rewindinar.


Langkah Strategis


Sementara Kaprodi Produksi Media, Teguh Setiawan mengaku bangga dengan transformasi ATVI menjadi Institut Media Digital Emtek (IMDE). Perubahan ini bukan sekadar rebranding, tapi sebuah langkah strategis yang menandai komitmen kami dalam menghadapi era digital yang semakin dinamis.


“IMDE siap mencetak lulusan yang adaptif, kreatif, dan kompetitif di berbagai industri media,” katanya.


Pendapat lain disampaikan Erwin Mulyadi, Kaprodi Program Diploma Tiga, Komunikasi Massa. Dia mengatakan, bersyukur atas terbitnya SK Pendirian Institut sebagai perubahan bentuk dari Akademi Televisi Indonesia menjadi Institut Media Digital Emtek. Adanya SK yang menjadi dasar legalitas ini membuat transformasi ini sejalan dengan roadmap yayasan ke depan.


“Selanjutnya, legacy prodi vokasi yang sudah ada (D3 dan D4) akan menjadi bagian dari total lima prodi yang dimiliki oleh IMDE, dengan dibukanya prodi S1 yang baru, sehingga kampus ini akan bisa mencetak lulusan yang siap bekerja di berbagai industri media digital,” kata Erwin.


Kaprodi Produski Entertain, Adlino Dananjaya mengatakan, dengan diterbitkannya SK Institut Media Digital EMTEK, dia merasa sangat antusias dan berharap transisi ini berjalan dengan baik. Status baru sebagai institut tentunya membawa tantangan baru, namun juga semangat baru bagi kita semua.


“Kini, dengan resmi berdirinya tiga program studi baru S1 – Seni Pertunjukan/Produksi Entertainmen, Bisnis Digital, dan Kajian Film, TV, dan Media –kami harapkan mampu bersinergi dengan prodi D3 Komunikasi Massa dan D4 Produksi Media. Saya berharap Program Studi Produksi Entertainmen dapat menjadi wadah pendidikan yang unggul dalam seni pertunjukan. Semoga kita mampu melahirkan lulusan yang handal, berdaya saing, dan siap berkontribusi di industri kreati,” ujarnya.


Sedangkan Kaprodi Bisnis Digital, Ratih Damayanti menyatakan, dengan bertranformasinya ATVI menjadi IMDE diharapkan semakin menjadikan institusi ini maju dan dikenal, melahirkan riset-riset dan inovasi baru, meluaskan bidang-bidang pengabdian yang lebih beragam karena adanya 3 Prodi baru yakni D4 produksi media, D3 Digital Media Advertising, S1 Binis Digital, Seni Pertunjukan dan Kajian Film, Media dan Televisi. Ke depan IMDE diharapkan dapat menciptakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri yang relate di 5 prodi yang asa. (Ery)


https://beritabuana.co/2024/10/29/kepala-lldikti-prof-dr-toni-serahkan-sk-institut-media-digital-emtek-ke-rektor-totok-amin-soefijanto/


29 October 2024

Artikel Lainya

Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu

article
IMDE Gandeng EMC Hea...
02 Apr 2026
Jakarta - Institut Media Digital Emtek (IMDE) secara resmi memperkuat fasilitas layanan mahasiswanya dengan meresmikan Unit Kesehatan Kampus baru yang bekerja sama dengan EMC Healthcare, jaringan rumah sakit terkemuka tanah air yang tercatat di bursa dengan kode saham SAME.Peresmian yang dilakukan pada Rabu (04/2026), merupakan bagian dari komitmen IMDE dalam menciptakan ekosistem belajar yang holistik. Rektor IMDE Totok Amin Soefijanto menekankan bahwa kesehatan adalah fondasi utama bagi mahasiswa untuk mencapai prestasi akademik dan inovasi yang optimal."Kami menyadari bahwa produktivitas intelektual harus didukung oleh kebugaran fisik yang prima. Melalui kolaborasi dengan EMC Healthcare, kami membawa standar layanan kesehatan rumah sakit papan atas langsung ke dalam lingkungan kampus," ujarnya dalam sambutannya.Totok menambahkan, mengutip tokoh kedokteran Sir William Osler, bahwa fokus utama klinik ini adalah "merawat manusia secara utuh," bukan sekadar mengobati gejala. Sinergi ini diharapkan dapat mengurangi hambatan kesehatan yang sering dihadapi mahasiswa di tengah padatnya jadwal perkuliahan.Klinik ini akan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dasar, penanganan darurat pertama, serta program konsultasi kesehatan bagi seluruh civitas akademika. Dukungan dari EMC Healthcare (SAME) memastikan bahwa setiap tenaga medis dan protokol yang dijalankan di klinik ini memiliki standar kualitas yang telah diakui secara nasional dan publik.Sebelum seremoni peresmian, dua mahasiswa IMDE tampil menghibur hadirin yakni pembacaan puisi oleh berjudul ”Perantara” oleh Dafa, dan tarian kreasi ”Tari Kembang Siantar” oleh Sabrina yakni. Hadirin pun terpukau dan memberikan aplaus.Satu VisiSementara itu, CEO PT Kedoya Adyaraya (RS EMC Grha Kedoya), dr. Yuniwati mewakili Tim EMC dalam sambutannya mengatakan bahwa Rumah Sakit EMC Healthcare dan IMDE merupakan dua entitas yang berbeda secara fungsi, tetapi satu dalam visi yakni membangun manusia Indonesia yang sehat dan cerdas."Selama ini, kita mungkin telahbersinggungan dalam berabagai kolaborasi infrmal, kini, melalui moment ini kita resmikan ikatan itu dalam bentuk yang lebih konkret, lebih terasa manfaatnya,” ujar dr. Yuniwati.Lebih jauh dikatakan, sebagai sebuah rumah sakit yang memberikan pelayanan, EMC memahami bahwa akses terhadap kesehatan yang baik tidak boleh menjadi privilege, justru harus terbuka bagi setiap insan manusia.”Unit kesehatan kampus ini sederhana, tidak megah. Tetapi kami harap kehadirannya adalah jawaban atas kebutuhan dasar akan pelayanan ditingkat pertama bagi tenaga pendidik, mahasiswa, dan staf dari IMDE,” pungkas dr. Yuniwati.Hadir dari tim EMC Healthcare dalam acara peresmian klinik di lantai 3 Gedung Kampus IMDE selaian dr. Yuniwati adalah Medical Director EMC Healthcare dr. Meta, Hospital Director RS EMC Grha Kedoya dr. Hendry, Head Corporate EMC Healthcare Nia, Head of Medical RS EMC Grha Kedoya dr. Prisca, Head of Ancillary RS EMC Grha Kedoya dr. Virgin, Head of Medical RS EMC Tangerang dr. Edward, dan Corporate EMC Healthcare Fitri.Dari pihak IMDE, selaian Rektor hadir Wakil Rektor Bidag Akademik Dr. Ratih Damayanti, Wakil Rektor Bidang Non-Akademik Dr. Rhewindinar, para dosen, dan tenaga kependidikan. Sementara salah satu Duta Mahasiswa Bidang Bisnis Digital IMDE Keisya Shakila yang saat ini duduk di semester II berpendapat, adanya ruangan Unit Kesehatan Kampus merupakan hal yang bagus sekali.Jadi, bila ada mahasiswa ataupun dosen yang sakit, untuk sementara bisa meminum obat dan beristirahat di situ. ”Termasuk saya, sebelumnya saat saya sakit asam lambung, saya bingung mencari tempat untuk istirahat, kahirnya saya cari ruang kelas yang kosong,” katanya.Diketahui, Institusi Media dan Digital Ekonomi (IMDE) adalah lembaga pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan talenta di bidang ekonomi kreatif, teknologi, dan media digital. Sementara EMC Healthcare (SAME) adalah jaringan rumah sakit swasta di Indonesia yang berkomitmen memberikan layanan kesehatan komprehensif.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6291746/imde-gandeng-emc-healthcare-resmikan-klinik-kampus-tingkatkan-kesehatan-civitas-academica5 Maret 2026
Baca Selengkapnya
article
IMDE Gelar Pelatihan...
02 Apr 2026
Jakarta - Institut Media Digital Emtek (IMDE) sebagai institusi perguruan tinggi yang fokus pada media, digital, broadcasting, bisnis digital, dan entertaint punya perhatian serius untuk membukukan karyatulis para dosen dalam bidang-bidang tersebut. Dua buku terkait hal ini telah terbit dan menjadi bacaan publik yang menarik. Selanjutnya dalam tahun ini, IMDE berencana mengumpulkan karya para dosen dan tendik untuk dibukukan, namun dengan tema agak lain dan masih berhubungan dengan proses kreatif dan entertaint yakni fiksi, khususnya cerita pendek atau cerpen.Karena tidak mudah bagi dosen dan tendik untuk menulis cerpen, maka kampus memfasilitasi dengan memberikan pelatihan menulis cerpen dengan mengundang sastrawan-cerpenis terkemuka, Kurnia Effendi. Acara pelatihan ini dilaksanakan secara onsite dan live streaming di Tiktok dan kanal Youtube di kampus IMDE, Jakarta, Jumat (20/02/2026).Kurnia Effendi yang sudah malang-melintang di dunia sastra selama 40 tahun terakhir, mengaku senang dan menjadi tantangan tersendiri berbicara soal proses penulisan cerpen di hadapan para dosen dan tendik IMDE. Sebelum memberikan matero penulisan cerpen, sastrawan yang akrab disapa KEF ini bercerita tentang proses penulisan sejak kuliah di jurusan Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, serta perjalanan kreatifnya menulis, termasuk lahirnya fiksi “Pangeran dari Timur” lalu menjadi juri berbagai lomba penulisan, dan kegiatannya saat ini.Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto yangmembuka pelatihan ini mengatakan sebagai dosen dan pendidik, kita harus memiliki keseimbangan daya pikir otak kiri dan otak kanan. Apalagi buat dosen dan tendik di IMDE, harus bagus di angka, tapi juga jago dalam kreativitas. Pelatihan penulisan cerpen ini untuk menyiapkan dosen dan tendik IMDE mulai menulis fiksi yang merangsang imajinasi.“Kami semua akan menulis cerpen yang nantinya dijadikan buku karya civitas academica IMDE. Insya Allah, akan diluncurkan bareng buku kumpulan cerpen mahasiswa di Dies Natalis ke-28 nanti,” ucap Totok semangat.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademis IMDE, Ratih Damayanti mengatakan, sebagai pendidik, kepekaan kepada diri sendiri, lingkungan sosial perlu diasah. Hal ini akan membuat kita bisa menjadi pendamping mahasiswa yg tidak hanya mendidik namun memahami apa yg sedang terjadi dan dirasakan.Salah satu bentuk kepekaan yang perlu dikembangkan adalah kemampuan merasakan kondisi dan keadaan diri sendiri dan orang lain dan mengejawantahkannya dalam sebuah tulisan fiksi seperti mini caption refleksi , puisi bahkan dapat menjadi ide sebuah cerpen.“Pengalaman menuliskan apa yang kita rasa, apa yang kita pikirkan atau menceritakan kembali sebuah kisah yang inspiratif adalah wujud storytelling yang tersusun dalam sebuah cerpen atau fiksi. Dari kepekaan itu maka lahirlah karya karya indah yg dapat dinikmati oleh banyak orang,” katanya.Lebih lanjut dikatakan Ratih, menulis cerpen bukan soal mencari tema besar, melainkan kepekaan membaca detail kecil kehidupan dan kejujuran pada suara hati penulis. Cerpen yang kuat lahir dari disiplin membaca, berani menciptakan daya tarik konflik dan kemampuan mengolah rasa menjadi cerita yg selesai dan meninggalkan kesan bagi pembaca.Opening dan EndingKurnia Effendi menekankan, untuk memikat pembaca, cerpen harus dibuka dengan paragraf yang menarik, mengundang rasa penasaran. Biasanya memanfaatkan konflik yang didukung kilas balik. Untuk mengakhiri cerpen agar berkesan, berikan ruang imajinasi bagi pembaca. Sedangkan pada bagian akhir, disarankan hindari keputusan atau kesimpulan dari pengarangnya. Hal ini berbeda dengan karya ilmiah yang memerlukan penjelasan yang rigit terkait uraian-uraian sebelumnya.Setelah pembukaan dan akhir cerita, Kurnia Effendi memberikan berbagai tips menulis cerpen yang baik dalam arti membetot perhatian pembaca hingga akhir. Karena itu sejumlah langkah diperlukan untuk menunaikan gagasan dalam bentuk tulisan cerpen. Yang pertama dan utama tentunya banyak membaca, melihat-mengamati, mendengar, diskusi dengan banyak kalangan, dan mulailah menuis dengan ide yang diperoleh itu. Sebagai alat bantu, lanjut Kurnia Effendi, gunakan premis sebagai tumpuan pengembangan cerita.“Sebelum gagasan lenyap, catat kata-kata kunci, akan lebih baik dengan membuat sinopsis atau kerangka karangan,” katanya. sambil menambahkan untuk menulis novel, sinopsis dan linimasa cerita “wajib” dibuat untuk menghindari anakronisme dan plot holeUnsur-Unsur CerpenBerbeda dengan karya ilmiah, selain tema/topik, menulis cerpen membutuhkan antara lain:- Plot dan alur- Tokoh/Karakter- Latar (waktu dan tempat)- Konflik dan dramatisasi- Teknik (POV, kilas balik, telling dan showing, gaya bahasa).Yang dimaksud plot adalah adegan atau bagian dari cerita yang berisi motif tokoh, latar, dan waktu. Dalam film atau drama kerap disebut sebagai scene plot. Alur adalah gerakanantar-plot yang membuat cerita mengalir: linier, maju dan mundur, zigzag, atau “paralel”.“Plot membeku tanpa alur, alur tak berfungsi tanpa plot,” ujar Kurnia Effendi.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6283146/imde-gelar-pelatihan-menulis-cerpen-undang-sastrawan-kurnia-effendi21 Februari 2026
Baca Selengkapnya
Menu
Profil
Riwayat