Hoaks Merebak, IMDE Ajak Masyarakat Tingkatkan Literasi Media

02 April 2026 • Oleh Institut Media Digital Emtek

Jakarta - Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, peran media sosial dalam menyebarkan informasi tidak dapat dipandang sebelah mata. Namun, di tengah maraknya berita palsu atau hoaks, berita televisi (TV) masih dianggap memiliki peran vital dalam menjaga kebenaran informasi.

Hal ini diungkapkan oleh Rektor Institut Media Digital Emtek (IMDE), Totok Amin Soefijanto, Ed.D, dalam webinar bertema “Berita TV di Tengah Pusaran Media Sosial” yang digelar pada Jumat (14/3/2024).

Menurut Totok, meskipun media sosial telah menjadi platform utama dalam penyebaran informasi, berita televisi masih memiliki relevansi yang kuat sebagai penangkal penyebaran hoaks.

“Pemberitaan TV menjadi bagian penting dari upaya mencari kebenaran dari suatu peristiwa. Keberadaan berita TV nasional, khususnya, menjadi acuan penting dalam menangkal berita hoaks dan pemutarbalikan fakta yang nyaris terjadi setiap jam, setiap menit,” ujar Totok.

Totok juga menyoroti masalah semakin banyaknya berita hoaks yang beredar di media sosial. Data yang diperoleh dari Tim AIS Subdit Pengendalian Konten Ditjen Aptika Kominfo/Komdigi menunjukkan bahwa sekitar 46% dari 1.923 berita hoaks sepanjang tahun 2024 berkaitan dengan penipuan.

“Sangat dahsyat memang berita hoaks atau palsu ini. Masyarakat kita, khususnya mereka yang kurang berpendidikan dan anak-anak, menjadi sasaran empuk berita-berita yang menyesatkan tersebut,” kata Totok.

Dalam menghadapi tantangan ini, IMDE berkomitmen untuk mendorong penggunaan teknologi media digital secara lebih bertanggung jawab. Totok berharap agar kampus dan akademisi dapat lebih intensif dalam meningkatkan literasi media di semua lapisan masyarakat.

“Mereka tidak mudah dikelabui oleh berita sensasional dan lucu yang cenderung palsu,” tambahnya.


Berita TV Harus Berinovasi agar Tetap Relevan


Narasumber webinar, Fitri Diani, Dept Head News INDOSIAR dan dosen IMDE, mengungkapkan di tengah gencarnya penetrasi media sosial, berita televisi harus berbenah jika tak ingin bernasib sama dengan sejumlah media cetak yang sudah gulung tikar terlebih dulu.

Di Indonesia, berita televisi masih punya harapan dan berdaya untuk berkembang lewat sejumlah terobosan serta inovasi memanfaatkan teknologi.

Fitri menyarankan, memanfaatkan kepercayaan pemirsa yang menganggap berita TV lebih faktual dan kredibel, jurnalis televisi harus lebih kreatif mengemas maupun menampilkan berita, tidak hanya lewat televisi sebagai media konvensional, tapi juga memanfaatkan media digital, termasuk media sosial.

“Jurnalis, saat ini dituntut tidak hanya mampu melaporkan peristiwa untuk pemirsa televisi, tapi juga mampu membuat konten multimedia. Kemampuan mengikuti zaman yang berubah serba cepat, saat ini jadi sebuah keharusan, jika tidak ingin tertinggal atau bahkan menuju kepunahan,” ujarnya.

Lebih jauh dikemukakan Fitri, kekuatan berita televisi yang diolah secara lebih bertanggung jawab menjadi modal dasar agar tetap memiliki pangsa pemirsa. Apalagi jika informasi ditampilkan secara lebih menarik dengan turut memanfaatkan saluran di media sosial, alih-alih menjauhinya.

Faktanya, media TV yang bisa memanfaatkan perkembangan teknologi masih bertahan kendati penghasilan dari kue iklan harus berbagi dengan platform digital.

“Tentu saja, diperlukan kerja keras luar biasa karena aroma-aroma kejatuhan berita TV mulai menyeruak. Televisi yang selama ini menjadi primadona saluran komunikasi massa berbasis audio-visual, disebut-sebut tengah di ambang senja kala karena tergerus cepatnya perkembangan media sosial berbasis internet,” jelas Fitri.


Adaptasi dan Tantangan di Era Digital


Sementara itu, Direktur Pendidikan Vokasi dan Kaprodi Produksi Media, Teguh Setiawan, mengatakan, dunia berita televisi kini menghadapi tantangan besar dengan semakin kuatnya peran media sosial dalam menyebarkan informasi.

Perubahan cara masyarakat mengonsumsi berita membuat TV harus beradaptasi agar tetap relevan tanpa kehilangan kualitas dan kredibilitasnya. Untuk membahas hal ini, lanjut Teguh, Program Studi Produksi Media dengan bangga mengadakan webinar "Berita TV di Tengah Pusaran Media Sosial."

"Dalam webinar ini, kita akan belajar langsung dari dosen IMDE Fitri Diani, yang memiliki pengalaman di bidang media dan jurnalistik, serta dipandu oleh Anita Sari Simatupang mahasiswa IMDE sebagai moderator," kata Teguh.

Teguh berharap webinar ini bisa menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa, akademisi, dan praktisi media untuk memahami tantangan dan peluang berita televisi di era digital.

"Dengan diskusi yang interaktif dan penuh wawasan, kita bisa bersama-sama mencari cara agar berita TV tetap dipercaya dan relevan di tengah perkembangan media sosial," tutup Teguh.


https://www.liputan6.com/citizen6/read/5962380/hoaks-merebak-imde-ajak-masyarakat-tingkatkan-literasi-media?page=3


16 Mar 2025

Artikel Lainya

Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu

article
IMDE Gandeng EMC Hea...
02 Apr 2026
Jakarta - Institut Media Digital Emtek (IMDE) secara resmi memperkuat fasilitas layanan mahasiswanya dengan meresmikan Unit Kesehatan Kampus baru yang bekerja sama dengan EMC Healthcare, jaringan rumah sakit terkemuka tanah air yang tercatat di bursa dengan kode saham SAME.Peresmian yang dilakukan pada Rabu (04/2026), merupakan bagian dari komitmen IMDE dalam menciptakan ekosistem belajar yang holistik. Rektor IMDE Totok Amin Soefijanto menekankan bahwa kesehatan adalah fondasi utama bagi mahasiswa untuk mencapai prestasi akademik dan inovasi yang optimal."Kami menyadari bahwa produktivitas intelektual harus didukung oleh kebugaran fisik yang prima. Melalui kolaborasi dengan EMC Healthcare, kami membawa standar layanan kesehatan rumah sakit papan atas langsung ke dalam lingkungan kampus," ujarnya dalam sambutannya.Totok menambahkan, mengutip tokoh kedokteran Sir William Osler, bahwa fokus utama klinik ini adalah "merawat manusia secara utuh," bukan sekadar mengobati gejala. Sinergi ini diharapkan dapat mengurangi hambatan kesehatan yang sering dihadapi mahasiswa di tengah padatnya jadwal perkuliahan.Klinik ini akan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dasar, penanganan darurat pertama, serta program konsultasi kesehatan bagi seluruh civitas akademika. Dukungan dari EMC Healthcare (SAME) memastikan bahwa setiap tenaga medis dan protokol yang dijalankan di klinik ini memiliki standar kualitas yang telah diakui secara nasional dan publik.Sebelum seremoni peresmian, dua mahasiswa IMDE tampil menghibur hadirin yakni pembacaan puisi oleh berjudul ”Perantara” oleh Dafa, dan tarian kreasi ”Tari Kembang Siantar” oleh Sabrina yakni. Hadirin pun terpukau dan memberikan aplaus.Satu VisiSementara itu, CEO PT Kedoya Adyaraya (RS EMC Grha Kedoya), dr. Yuniwati mewakili Tim EMC dalam sambutannya mengatakan bahwa Rumah Sakit EMC Healthcare dan IMDE merupakan dua entitas yang berbeda secara fungsi, tetapi satu dalam visi yakni membangun manusia Indonesia yang sehat dan cerdas."Selama ini, kita mungkin telahbersinggungan dalam berabagai kolaborasi infrmal, kini, melalui moment ini kita resmikan ikatan itu dalam bentuk yang lebih konkret, lebih terasa manfaatnya,” ujar dr. Yuniwati.Lebih jauh dikatakan, sebagai sebuah rumah sakit yang memberikan pelayanan, EMC memahami bahwa akses terhadap kesehatan yang baik tidak boleh menjadi privilege, justru harus terbuka bagi setiap insan manusia.”Unit kesehatan kampus ini sederhana, tidak megah. Tetapi kami harap kehadirannya adalah jawaban atas kebutuhan dasar akan pelayanan ditingkat pertama bagi tenaga pendidik, mahasiswa, dan staf dari IMDE,” pungkas dr. Yuniwati.Hadir dari tim EMC Healthcare dalam acara peresmian klinik di lantai 3 Gedung Kampus IMDE selaian dr. Yuniwati adalah Medical Director EMC Healthcare dr. Meta, Hospital Director RS EMC Grha Kedoya dr. Hendry, Head Corporate EMC Healthcare Nia, Head of Medical RS EMC Grha Kedoya dr. Prisca, Head of Ancillary RS EMC Grha Kedoya dr. Virgin, Head of Medical RS EMC Tangerang dr. Edward, dan Corporate EMC Healthcare Fitri.Dari pihak IMDE, selaian Rektor hadir Wakil Rektor Bidag Akademik Dr. Ratih Damayanti, Wakil Rektor Bidang Non-Akademik Dr. Rhewindinar, para dosen, dan tenaga kependidikan. Sementara salah satu Duta Mahasiswa Bidang Bisnis Digital IMDE Keisya Shakila yang saat ini duduk di semester II berpendapat, adanya ruangan Unit Kesehatan Kampus merupakan hal yang bagus sekali.Jadi, bila ada mahasiswa ataupun dosen yang sakit, untuk sementara bisa meminum obat dan beristirahat di situ. ”Termasuk saya, sebelumnya saat saya sakit asam lambung, saya bingung mencari tempat untuk istirahat, kahirnya saya cari ruang kelas yang kosong,” katanya.Diketahui, Institusi Media dan Digital Ekonomi (IMDE) adalah lembaga pendidikan tinggi yang berfokus pada pengembangan talenta di bidang ekonomi kreatif, teknologi, dan media digital. Sementara EMC Healthcare (SAME) adalah jaringan rumah sakit swasta di Indonesia yang berkomitmen memberikan layanan kesehatan komprehensif.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6291746/imde-gandeng-emc-healthcare-resmikan-klinik-kampus-tingkatkan-kesehatan-civitas-academica5 Maret 2026
Baca Selengkapnya
article
IMDE Gelar Pelatihan...
02 Apr 2026
Jakarta - Institut Media Digital Emtek (IMDE) sebagai institusi perguruan tinggi yang fokus pada media, digital, broadcasting, bisnis digital, dan entertaint punya perhatian serius untuk membukukan karyatulis para dosen dalam bidang-bidang tersebut. Dua buku terkait hal ini telah terbit dan menjadi bacaan publik yang menarik. Selanjutnya dalam tahun ini, IMDE berencana mengumpulkan karya para dosen dan tendik untuk dibukukan, namun dengan tema agak lain dan masih berhubungan dengan proses kreatif dan entertaint yakni fiksi, khususnya cerita pendek atau cerpen.Karena tidak mudah bagi dosen dan tendik untuk menulis cerpen, maka kampus memfasilitasi dengan memberikan pelatihan menulis cerpen dengan mengundang sastrawan-cerpenis terkemuka, Kurnia Effendi. Acara pelatihan ini dilaksanakan secara onsite dan live streaming di Tiktok dan kanal Youtube di kampus IMDE, Jakarta, Jumat (20/02/2026).Kurnia Effendi yang sudah malang-melintang di dunia sastra selama 40 tahun terakhir, mengaku senang dan menjadi tantangan tersendiri berbicara soal proses penulisan cerpen di hadapan para dosen dan tendik IMDE. Sebelum memberikan matero penulisan cerpen, sastrawan yang akrab disapa KEF ini bercerita tentang proses penulisan sejak kuliah di jurusan Desain Interior, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, serta perjalanan kreatifnya menulis, termasuk lahirnya fiksi “Pangeran dari Timur” lalu menjadi juri berbagai lomba penulisan, dan kegiatannya saat ini.Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto yangmembuka pelatihan ini mengatakan sebagai dosen dan pendidik, kita harus memiliki keseimbangan daya pikir otak kiri dan otak kanan. Apalagi buat dosen dan tendik di IMDE, harus bagus di angka, tapi juga jago dalam kreativitas. Pelatihan penulisan cerpen ini untuk menyiapkan dosen dan tendik IMDE mulai menulis fiksi yang merangsang imajinasi.“Kami semua akan menulis cerpen yang nantinya dijadikan buku karya civitas academica IMDE. Insya Allah, akan diluncurkan bareng buku kumpulan cerpen mahasiswa di Dies Natalis ke-28 nanti,” ucap Totok semangat.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademis IMDE, Ratih Damayanti mengatakan, sebagai pendidik, kepekaan kepada diri sendiri, lingkungan sosial perlu diasah. Hal ini akan membuat kita bisa menjadi pendamping mahasiswa yg tidak hanya mendidik namun memahami apa yg sedang terjadi dan dirasakan.Salah satu bentuk kepekaan yang perlu dikembangkan adalah kemampuan merasakan kondisi dan keadaan diri sendiri dan orang lain dan mengejawantahkannya dalam sebuah tulisan fiksi seperti mini caption refleksi , puisi bahkan dapat menjadi ide sebuah cerpen.“Pengalaman menuliskan apa yang kita rasa, apa yang kita pikirkan atau menceritakan kembali sebuah kisah yang inspiratif adalah wujud storytelling yang tersusun dalam sebuah cerpen atau fiksi. Dari kepekaan itu maka lahirlah karya karya indah yg dapat dinikmati oleh banyak orang,” katanya.Lebih lanjut dikatakan Ratih, menulis cerpen bukan soal mencari tema besar, melainkan kepekaan membaca detail kecil kehidupan dan kejujuran pada suara hati penulis. Cerpen yang kuat lahir dari disiplin membaca, berani menciptakan daya tarik konflik dan kemampuan mengolah rasa menjadi cerita yg selesai dan meninggalkan kesan bagi pembaca.Opening dan EndingKurnia Effendi menekankan, untuk memikat pembaca, cerpen harus dibuka dengan paragraf yang menarik, mengundang rasa penasaran. Biasanya memanfaatkan konflik yang didukung kilas balik. Untuk mengakhiri cerpen agar berkesan, berikan ruang imajinasi bagi pembaca. Sedangkan pada bagian akhir, disarankan hindari keputusan atau kesimpulan dari pengarangnya. Hal ini berbeda dengan karya ilmiah yang memerlukan penjelasan yang rigit terkait uraian-uraian sebelumnya.Setelah pembukaan dan akhir cerita, Kurnia Effendi memberikan berbagai tips menulis cerpen yang baik dalam arti membetot perhatian pembaca hingga akhir. Karena itu sejumlah langkah diperlukan untuk menunaikan gagasan dalam bentuk tulisan cerpen. Yang pertama dan utama tentunya banyak membaca, melihat-mengamati, mendengar, diskusi dengan banyak kalangan, dan mulailah menuis dengan ide yang diperoleh itu. Sebagai alat bantu, lanjut Kurnia Effendi, gunakan premis sebagai tumpuan pengembangan cerita.“Sebelum gagasan lenyap, catat kata-kata kunci, akan lebih baik dengan membuat sinopsis atau kerangka karangan,” katanya. sambil menambahkan untuk menulis novel, sinopsis dan linimasa cerita “wajib” dibuat untuk menghindari anakronisme dan plot holeUnsur-Unsur CerpenBerbeda dengan karya ilmiah, selain tema/topik, menulis cerpen membutuhkan antara lain:- Plot dan alur- Tokoh/Karakter- Latar (waktu dan tempat)- Konflik dan dramatisasi- Teknik (POV, kilas balik, telling dan showing, gaya bahasa).Yang dimaksud plot adalah adegan atau bagian dari cerita yang berisi motif tokoh, latar, dan waktu. Dalam film atau drama kerap disebut sebagai scene plot. Alur adalah gerakanantar-plot yang membuat cerita mengalir: linier, maju dan mundur, zigzag, atau “paralel”.“Plot membeku tanpa alur, alur tak berfungsi tanpa plot,” ujar Kurnia Effendi.https://www.liputan6.com/citizen6/read/6283146/imde-gelar-pelatihan-menulis-cerpen-undang-sastrawan-kurnia-effendi21 Februari 2026
Baca Selengkapnya
Menu
Profil
Riwayat